2 Eks Terpidana Tuduhan Perencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Lakukan Konferensi Pers

/ June 12, 2020 / 10:25 AM
Bagikan:
H. Hery Kurniawan (kanan) dan Tajudin

SUARABERKARYA.COM, BOGOR - Dua eks terpidana yang sempat ramai diberbagai media pasca pemilu dan pilpres 2019 yang lalu yaitu H. Hery Kurniawan alias Iwan Komando dan Tajudin yang sebelumnya dituduh sebagai pelaku perencanaan pembunuhan 4 tokoh nasional republik indonesia pada 2019 lalu, kini telah menghirup udara bebas.

Dalam konferensi persnya, H. Hery Kurniawan alias Iwan alias HK atau yang lebih polpuler dipanggil Iwan Komando memaprakan awal mula kejadian penangkapan dirinya bersama beberapa pengikutnya itu, hanya karena kepemilikan senjata api (Senpi) tanpa ijin.

“Awal mulanya saya diamankan oleh polisi pada 21-22 Mei 2019 itu tidak ada kaitannya dengan tuduhan terhadap saya yakni merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional di negeri ini,” kata Iwan yang ditemani Tajudin alias TJ saat menggelar jumpa pers siang tadi, Kamis (11/06/2020)

Ia tak mempungkiri, jika kepemilikan senpi tanpa ijin itu benar adanya, dan kala itu ia mengaku memiliki senpi laras pendek hanya sebagai alat pelindung diri saat aksi demonstrasi 21-22 di depan kantor Bawaslu RI pada tahun 2019 lalu. Karena baginya, dirinya yang merupakan veteran TNI angkatan darat dari 1990 sampai 2009. Sehingga sangat wajar baginya bila ia memiliki kepemilikan senpi untuk sekedar koleksi.

“Tidak ada unsur politik dalam pergerakan demonstrasi 21/22 Mei di depan gedung Bawaslu RI di Jakarta, dan wajarkan apabila saya mengkoleksi senpi karena saya merupakan mantan anggota TNI angkatan darat maupun rekan saya Tajudin yang juga merupakan mantan anggota TNI dari AL,” jelas Iwan

Iwan juga mengutarakan, pergerakan ratusan massa yang di komandoi dirinya itu tergabung dalam Aliansi Lintas Ormas Seluruh Indonesia (ALO), yang bertujuan hanya untuk mengingatkan pemerintah maupun Bawaslu RI yang di anggap tidak adil dalam hasil pilpres 2019 silam, hingga memicu kekecewaan masyarakat luas termasuk barisannya tersebut.

“Jadi gerakan itu tidak ada unsur apapun, ini murni dari hati nurani dan sifat keloyalitasan saya terhadap Prabowo karena merasa dicurangi dalam hasil Pilpres 2019 silam. Dan dipastikan tanpa adanya unsur politik maupun rencana pembunuhan 4 tokoh nasional petinggi pejabat negara tersebut,” tegasnya

Lebih lanjut Iwan memaparkan, akibat kerusuhan yang terjadi pada tahun Mei 2019 lalu itu, dirinya harus mendekam dibalik jeruji selama satu tahun di Mako Polda Metro Jaya.

“Saya hanya di vonis satu tahun oleh Hakim di PN Jakarta Pusat dengan perkara hanya kepemilikan senjata api tanpa adanya perkara lain. Sebagaimana yang dituduhkan terhadap saya maupun rekan-rekan saya yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 600 orang,” kenang Iwan

Adapun, sambungnya, vonis hukum satu tahun dengan tuntutan jaksa 2 tahun itu tak lepas dari sikap ke kooperatifan dirinya saat proses penyelidikan maupun campur tangan dari seorang ketua umum partai Gerindra.

“Saya di vonis ringan karena tidak menyulitkan proses hukum saat itu, dan juga tidak lepas dari campur tangan dari pak Prabowo Subianto untuk meringankan hukum saya dan teman-teman" sambung Iwan menegaskan

Untuk itu, lanjut Iwan, dirinya yang telah menghirup udara bebas sejak 21 Mei 2020 lalu, dirinya telah merencanakan untuk menata hidup kembali bersama keluarganya ke arah yang lebih baik.

“Setelah saya bebas saat ini, saya ingin terlebih dulu memperbaiki kehidupan saya dan keluarga. Namun, apabila kedepannya pemerintah kembali tidak adil dan menyengsarakan rakyatnya saya orang pertama yang akan melawan pemerintah demi menegakan keadilan yang seadil-adilnya,” imbuhnya

Iwan juga menyatakan, bila ada pihak yang menyebut bahwa ketua umum Gerindra itu adalah pengkhianat dalam perjuangan rakyat, merupakan salah besar dan kekeliruan semata tanpa ada alasan yang jelas.

“Saya nyatakan salah besar bila ada yang menganggap pak Prabowo Subianto sebagai pengkhianat. Dalam hal ini, saya berani jika ada pihak yang mencap Prabowo pengkhianat. Dan saya nyatakan, siap debat dengan orang itu untuk menanyakan dari sisi mana Prabowo sebagai pengkhianat?” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Ketua Umum partai Gerindra, Prabowo Subianto yang kini tengah disebut sebagai pengkhianat oleh beberapa pihak di media sosial. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto, angkat bicara.

Menurutnya Rudi, jika masyarakat maupun dirinya berfikir secara obyektif, baginya Prabowo Subianto merupakan orang yang sangat patriot bagi negara yang dicintainya ini. Pasalnya, yang ia ketahui saat mendampingi ketum Gerindra selama ini, pada saat dia (Red-Prabowo) memiliki seorang pimpinan siapa pun itu dari manapun itu, pentolan partai berlambang garuda ini akan fatsun kepada pimpinan atau kepala negaranya tersebut.

Politisi Gerindra ini juga membeberkan, hasil pilpres 2019 lalu yang banyak kekacauan dan kegaduhan serta pergejelokan di seluruh pelosok negeri ini, pada akhirnya ketum Gerindra tersebut mengambil sikap untuk bergabung dengan pemerintah dengan mengakhiri oposisinya.

“Supaya semua ini bisa adem, makanya pak Prabowo memutuskan untuk bergabung dengan pemerintah. Dan juga dari ratusan orang yang ditahan di Polda Metro Jaya maupun di Mabes Polri dan lain sebagainya yang jumlahnya hampir 600 orang, per hari ini saya rasa tidak satu pun yang masih di tahan. Dan mengenai hal itu bisa ditanyakan langsung ke orang yang bersangkutan. Ada salah satu orangnya yang tinggal di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini, namanya Iwan alias HK alias Iwan Komando besok saya akan temui teman-teman media lainnya untuk wawancara langsung dengan dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah siapakah yang telah membebaskannya dari pihak kepolisian,” pungkas Rudi. (SB)
Komentar Anda

Terkini: