Akibat 17 Terdakwa Mencabut BAP, JPU akan hadirkan saksi verbal ke persidangan

/ June 8, 2020 / 7:30 AM
Bagikan:
Tim Penasehat Hukum Terdakwa Pitra Romadoni, Abdullah Alkatiri dkk saat persidangan

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum berencana akan menghadirkan saksi verbalisan pada persidangan perkara 252, 253 dan 254 sebagai akibat dari pencabutan BAP 17 terdakwa pada fakta persidangan dengan agenda mendengarkan saksi mahkota dan keterangan terdakwa.

Persidangan dengan agenda yang sama yaitu mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa digelar secara berturut-turut selama 3 hari (Rabu, Kamis, Jum'at) di pengadilan negeri kota Tangerang.

Pada penutupan sidang ke 20 atau hari ketiga, Jum'at 3 Juni 2020, ketua majlis hakim berencana untuk melanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum yang di agendakan Jum'at 12 Juni yang akan datang.

"Baik ya saudara-saudara semua, sidang akan kita lanjutkan hari Jum'at yang akan datang dengan agenda pembacaan tuntutan" kata ketua majlis hakim, Jum'at (03/06/2020)

"Ijin yang mulia, karena seluruh BAP dicabut oleh para terdakwa, maka kami akan menghadirkan saksi verbalisan" kata jaksa penuntut umum mengusulkan pada ketua majlis hakim

"Kapan, hari Jum'at kita sudah tuntutan" tanya ketua majlis hakim

"Hari Rabu yang mulia" jawab jaksa penuntut umum

"Yang mulia, ijin yang mulia, kami keberatan yang mulia" usul Pitra Romadoni Nasution

"Dulu kan kami sudah minta agar dihadirkan kesini" sambung Pitra

Setelah ada sedikit perdebatan diakhir penutupan sidang tersebut, akhirnya ketua majlis hakim H. Soecipto, SH., MH mengambil keputusan yang bijaksana.

"Ya udah kalo gitu, begini aja. Hari Rabu ya. Tapi hari Jum'at tetap sudah harus tuntutan" pinta ketua majlis menegaskan

"Baik yang mulia" terdengar jawaban serempak antara jaksa dan para pengacara

"Oke ya. Jadi sidang kita lanjutkan hari Rabu" pungkas ketua majlis hakim sambil mengetuk palu pertanda sidang ditutup

Yang dimaksud dengan saksi verbalisan atau disebut juga dengan saksi penyidik adalah seorang penyidik yang kemudian menjadi saksi atas suatu perkara pidana karena terdakwa menyatakan bahwa BAP (Berita Acara Pemeriksaan) telah dibuat di bawah tekanan atau paksaan. Dengan kata lain, terdakwa membantah kebenaran dari BAP yang dibuat oleh penyidik yang bersangkutan. Sehingga, untuk menjawab bantahan terdakwa, penuntut umum dapat menghadirkan saksi verbalisan ini.

Bang Jalih Pitoeng (BJP) saat memimpin aksi damai dengan mengusung tema "Rakyat Menuntut Keadilan" di depan gedung DPR MPR RI, Jum'at 20 September 2019

Saat menghubungi redaksi, Jalih Pitoeng salah satu terdakwa yang merasa dirinya terlalu dipaksakan dalam perkara 253 tersebut juga membenarkan bahwa pihak jaksa penuntut umum akan menghadirkan saksi verbal tersebut.

"Betul. JPU (Jaksa Penuntut Umum) akan lakukan itu" kata Jalih Pitoeng

"Karena semua para terdakwa mencabut keterangannya yang tercantum dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dibuat oleh penyidik" sambung Jalih Pitoeng

Ditanya mengapa itu terjadi dipenghujung masa persidangan, aktivis yang dikenal kritis dan lantang ini hanya menjawab dengan mengutip salah satu pasal dalam KUHAP.

"Ya mungkin itu ketentuan hukum acara pidana kayaknya" jawab Jalih Pitoeng

"Kalau enggak salah, ada ketentuan dalam pasal 163 KUHAP tentang hal itu" sambung Jalih Pitoeng

Berikut bunyi pasal 163 dimaksud;

“Jika keterangan saksi di sidang berbeda dengan keterangannya yang terdapat dalam berita acara, hakim ketua sidang mengingatkan saksi tentang hal itu serta minta keterangan mengenai perbedaan yang ada dan dicatat dalam berita acara pemeriksaan sidang.”

Keberadaan saksi verbalisan ini sering ditemui dalam persidangan. Karena terdakwa kerap mengaku terpaksa mengakui tuduhan karena ditekan atau disiksa oleh penyidik. Sehingga terdakwa menjadikan alasan penekanan dan penyiksaan itu untuk mencabut BAP.

Saksi verbalisan adalah saksi penyidik yang berfungsi untuk menguji bantahan terdakwa atas kebenaran BAP. (SB)
Komentar Anda

Terkini: