Jaksa Penuntut Umum Abaikan Fakta Persidangan pada pembacaan Replik

/ June 27, 2020 / 1:33 PM
Bagikan:
Pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi), Jum'at 26 Juni 2020

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Drama persidangan panjang yang sangat melelahkan atas perkara yang dialamatkan kepada 17 terdakwa tahanan politik dilangsungkan secara online di Pengadilan Negeri Kota Tangerang dengan para terdakwa yang berada dalam LAPAS Pemuda Kelas 2 A kota Tangerang, Jum'at (26/06/2020)

Sidang ke 24 atas perkara bernomor 252, 253 dan 254 dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi)  yang menyeret-nyeret Jalih Pitoeng dkk, Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Drs. Soni Santoso, SH., MH dan Dr. Ir. Abdul Basith, M.Sc dan Laode. Cs dilangsungkan dengan 3 sesi hingga larut malam.

Persidangan panjang atas tuduhan akan melakukan penggalan pelantikan presiden yang dimulai sejak Jum'at 14 Februari 2020 tersebut diawali pada sesi pertama sejak pukul 10.00 WIB hingga masuk waktu shalat Jum'at atas perkara bernomor 252 dengan terdakwa tunggal Dr. Drs. Soni Santoso, SH., MH yang kemudian dilanjutkan pada sesi ke 2 dengan perkara bernomor 253 dengan 10 orang terdakwa hingga menjelang magrib.

Sepuluh orang terdakwa tersebut diantaranya; Yudi Ferdian, Okto Siswantoro, Ir. H. Mulyono Santoso, M. Damar, Januar Akbar, Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng, M. Nur Suryo, Achmad Iriawan, Ny. Yudi Sesan dan Dr. Insanial Burhamzah, SE

Pada sesi ketiga yaitu pembacaan nota pembelaan atas perkara nomor 254 yang menjerat Dr. Ir. Abudul Basith, M.Sc dan Laode CS (Laode Sugiono, Laode Nadih, Laode Samiun, Laode Aluani dan Laode Jaflan Ra'ali)

16 terdakwa di Lapas Pemuda Kelas 2 A kota Tangerang dan 1 terdakwa wanita di Lapas Wanita kota Tangerang, mendengarkan dengan seksama pembacaan nota pembelaan oleh 8 tim penasehat hukum yang berjumlah belasan orang pengacara.

Ali Ridho, salah satu penasehat hukum terdakwa Soni Santoso dalam pledoi nya menyampaikan bahwa terdakwa Soni Santoso tidak bersalah. Baik berdasarkan keterangan para saksi, saksi mahkota serta saksi ahli dalam persidangan yang cukup panjang. Sehingga dia meminta kepada majlis hakim untuk membebaskan kliennya untuk dinyatakan tidak bersalah dan segera dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntututan.

Selain itu, Abdullah Alkatiri jiga mengungkap kembali kejanggalan-kejanggalan proses penangkapan, penyidikan serta persidangan Soni Santoso. Alkatiri menyampaikan kejanggalan-kejanggalan tersebut terkait syarat-syarat formil dan materil baik menurut KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) maupun mendasar pada PERKAP (Peraturan Kapolri).

Pitra Romadoni Nasution selaku ketua tim pengacara dari dari Jalih Pitoeng, Mulyono Santoso dan Januar Akbar juga menyampaikan nota pembelaan bagi 3 kliennya. Dalam pembelaan tersebut dirinya meminta majlis hakim mempertimbangkan fakta persidangan dalam mengambil keputusan.

Pitra juga berharap agar ketiga kliennya dinyatakan tidak bersalah secara sah dan meyakinkan serta membebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan sekaligus mengembalikan nama baik kliennya Jalih Pitoeng, Mulyono Santoso dan Januar Akbar.

Seperti Pitra, semua penasehat hukum yang memberikan pembelaan pada kliennya, Ustadz Dedi Suhardadi, SH selaku tim penasehat hukum Yudi Ferdian, Okto Siswantoro, M. Damar dan Muhamad Nur Suryo juga meminta kepada majlis hakim untuk membebaskan kliennya dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum.

Demikian halnya para tim penasehat hukum terdakwa Abdul Basith, Laode. CS juga meminta agar kliennya dibebaskan dari segala tuntutan. Terlebih bagi Abdul Basith dan Laode. CS yang mengalami penyiksaan dalam proses penangkapan dan penyidikan.

Sehingga Gufron selaku tim penasehat hukum Abdul Basith menyampaikan dalam pledoinya bahwa proses penyidikan dan pembuatan BAP dengan menggunakan penyiksaan dan kekerasan tidak sah menurut KUHAP.

Dirinya berharap agar majlis hakim melihat fakta persidangan. Dimana seluruh terdakwa telah mencabut  BAP dalam fakta persidangan.

Sayangnya sidang yang yang memakan durasi 12 jam tersebut berakhir dengan kekecewaan para terdakwa dan para penasehat hukumnya.

Setelah di Skor selama setengah jam oleh majlis hakim, pada pukul 22.00 WIB dilanjutkan dengan tanggapan atas nota pembelaan yang biasa disebut Replik oleh jaksa penuntut umum.

Dalam repliknya jaksa penuntut umum tetap pada pendiriannya bahwa tuntutan yang telah mereka bacakan dimuka persidangan Jum'at 19 Juni lalu adalah sudah benar dan telah sesuai KUHAP menurut jaksa penuntut umum yang dibacakan secara bergantian pada sesi terakhir persidangan. (SB)
Komentar Anda

Terkini: