Jalih Pitoeng dan Seluruh Terdakwa Kecewa Pembacaan Tuntutan ditunda!

/ June 12, 2020 / 5:03 PM
Bagikan:
Suasana di Lapas Pemuda kelas 2 A kota Tangerang usai sidang online, Jum'at 12 Juni 2020

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Persidangan yang sejatimya digelar dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang ke 22 atas perkara 252, 253 dan 254 sebagaimana telah diagendakan sebelumnya akhirnya ditunda karena jaksa penuntut umum belum siap untuk membacakan tuntutan dalam persidangan, Jum'at (12/06/2020)

Jalih Pitoeng saat menghubungi redaksi, sidang yang digelar ba'da sholat Jum'at menyampaikan kekecewaannya tentang penundaan ini.

"Ini pristiwa persidangan yang unik menurut saya" kata Jalih Pitoeng, Jum'at (12/06/2020)

"Bagaimana mungkin agenda yang telah disepakati oleh semua pihak baik majlis hakim, jaksa penuntut umum dan para penasehat terdakwa bisa batal dilaksanakan" lanjut Jalih Pitoeng

Masih menurut Jalih Pitoeng bahwa ketidaksiapan jaksa penuntut umum dalam membacakan tuntutannya mungkin akibat semua keterangan terdakwa yang mencabut BAP dan fakta persidangan yang tidak bisa membuktikan kesalahan dirinya. Bahkan dalam seluruh persidangan semua terdakwa tidak ada yang mengenal Jalih Pitoeng, Januar Akbar dan Damar. Baik saat ditanya oleh majlis hakim, jaksa maupun penasehat hukum.

"Dari fakta persidangan secara terang benderang bahwa dari seluruh terdakwa tidak ada yang mengenal saya, Januar Akbar dan Damar" terang Jalih Pitoeng

"Demikian pula keterangan saksi. Baik saksi ahli hingga saksi penyidik tidak ada unsur yang menguatkan bahwa saya, Januar Akbar dan Damar melakukan tindakan pidana" sambung Jalih Pitoeng

"Saya dan Akbar ini kan hanya melakukan unjuk rasa damai. Bahkan setiap aksi-aksi yang saya prakarsai semua telah memenuhi aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Terutama UUD 1945 dan UU No. 9 tahun 1998 tentang unjuk rasa" terang Jalih Pitoeng mengingatkan

"Saya menduga ini adalah sebuah rekayasa bagaimana kami bisa ditangkap dan ditahan" imbuh Jalih Pitoeng

"Ekstrimnya, jika boleh saya mengatakan bahwa ini adalah sebuah pembungkaman suara rakyat terhadap perjuangan atas nama kebenaran dan keadilan. Karena kami ditangkap tidak hanya berdasarkan asumsi tanpa bukti kesalahan yang kami lalukan" ungkap Jalih Pitoeng menyesalkan

Ditanya apakah dirinya dijadikan korban politik, aktivis betawi yang dikenal kritis ini mengatakan bisa jadi.

"Bisa jadi saya adalah korban politik. Atau politisasi hukum. Tapi itulah pengorbanan dalam perjuangan. Perjuangan itu memang memiliki resiko. Termasuk pengorbanan. Namun tidak semua orang mau dan siap berkorban untuk menanggung resiko dalam setiap perjuangan" pungkas Jalih Pitoeng

Sri Bintang Pamungkas bersama rekan-rekan saat hadiri persidangan

Sebelumnya ketua majlis hakim juga mengungkapkan kekecewaannya atas penundaan pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum.

"Mohon jangan main-main ya dalam persoalan ini. Kalau alasan kedibukan lain, kami juga tidak tidur bersama kawan-kawan semua disini" ungkap ketua Majlis hakim

"Bagaimana kita kita mau mengambil keputusan jika saudara menunda lagi waktunya" sambung ketua majlis hakim"

Ada perdebatan antara jaksa penuntut umum dengan tim penasehat hukum terdakwa pada awal persidangan.

Namun akhirnya ketua majlis hakim memutuskan bahwa sidang akan dilanjutkan Selasa pagi, 16 Juni 2020 dengan agenda yang sama pembacaan tuntutan.

"Baik ya saudara-saudara semua. Sidang kita tunda hari Selasa. Demikian sidang kita tututp. Tok. Tok. Tok" pungkas Majlis hakim seraya memukul palu pertanda sidang ditutup. (SB)
Komentar Anda

Terkini: