Laksamana Pertama TNI (Purn) Soni Santoso ungkapkan dirinya diperlakukan tak seperti layaknya seorang Jenderal

/ June 10, 2020 / 11:30 PM
Bagikan:
Abdul Basith, Jalih Pitoeng dan Soni Santoso

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Sebagaimana pada sidang sebelumnya, dimana 17 terdakwa telah mencabut keterangan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya, sidang ke 21 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi verbalisan atau yang dikenal saksi penyidik, digelar siang tadi di pengadilan negeri kota Tangerang, Rabu (10/06/2020)

Sidang yang menghadirkan 13 orang penyidik Polda Metro Jaya diawali dengan perkenalan serta sumpah para penyidik ini dimulai dengan mendengarkan keterangan 2 orang penyidik yaitu AKP Ahmad Fadillah dan Rasidi sebagai pemeriksa terdakwa Laksamana Pertamama TNI (Purn) Soni Santoso.

Didalam menjawab pertanyaan penyidik, baik oleh jaksa penuntut umum maupun oleh para penasehat hukum terdakwa, para penyidik membantah tentang adanya penekanan, intimidasi serta penyiksaan terhadap terperiksa atau yang saat ini sebagai terdakwa.

Didalam proses menggali dan meminta keterangan saksi penyidik kali ini nampak perdebatan seru antara penasehat hukum, jaksa penuntut umum dengan para penasehat hukum terdakwa.

Sidang pada sesi pertama ini, ketua majlis hakimpun menanyakan pada terdakwa Soni Santoso diakhir sesi pertama persidangan.

"Pak Soni, bagaimana pak soni. Apakah pak Soni menerima keterangan saksi penyidik" tanya ketua majlis hakim, Rabu (10/06/2020)

"Terimakasih yang mulia. Saya memang tidak di intimidasi dan penyiksaan saat diperiksa di Polda" jawab Soni Santoso

"Saya memang diperlakukan sebagaimana layaknya seorang jenderal. Tapi saya sakit jiwa yang mulia" sambung Soni Santoso

"Saya sangat kecewa dan marah dengan proses penangkapan yang sangat tidak manusiawi" Soni Santoso menjelaskan

"Apakah saudara membaca dan menandatangani BAP" tanya majlis hakim lagi

"Saya tidak teliti membaca nya yang mulia. Karena saya sudah sangat lelah dan biar cepet selesai aja" jawab Soni Santoso

"Apakah saudara didampingi oleh penasehat hukum saudara" kejar ketua majlis hakim

"Betul yang mulia saya didampingi oleh penasehat hukum yang disediakan oleh pihak kepolisian untuk mendampingi saya" pungkas Soni Santoso

Sementara Rosalida yang sempat ditemui usai persidangan jenderal angkatan laut tersebut, mengungkapkan amarahnya. Istri dari Soni Santoso ini menuturkan bahwa dia sangat kecewa terhadap proses penangkapan dan penggeledahan.

"Coba kalian bayangkan. Bapak ditangkap digerebek dengan senjata dan tangan diborgol. Lalu malam-malam balik lagi rumah digeledah sampai semua berantakan" ungkap istri jenderal angkatan laut menuturkan dengan emosi

"Penggeledahan tanpa memberitahukan kepada RT setempat. Listrik dimatikan. Parahnya lagi satpam dijagain polisi tidak boleh keluar dari pos" sambung Roslida kesal

"Saya sangat sedih dan marah mendengarnya. Pokoknya bapak diperlakukan kasar sekali seperti di film 30 S PKI saat penculikan para jenderal" kenang istri Soni Santoso

Sidang di skor sementara untuk menunaikan sholat zhuhur dan dilanjutkan usai sholat.

"Baik ya, sidang kita skor untuk melaksanakan sholat Zhuhur. Nanti setelah selesai sholat kita lanjutkan lagi" kata ketua majlis hakim. (SB)
Komentar Anda

Terkini: