Pandangan Rakyat Pribumi Masyarakat Adat Sejahtera Tentang Hari Lahirnya Pancasila

/ June 1, 2020 / 8:24 PM
Bagikan:

Doli Yatim

PENCERAHAN dari RAKYAT PRIBUMI MASYARAKAT ADAT SEJAHTERA tentang HARI LAHIRNYA PANCASILA

Saudara-saudaraku sebangsa setanah air !

Salam sejahtera buat kita semua bangsa Indonesia dimanapun berada, hari ini 1 Juni adalah Hari lahirnya Pancasila yg wajib di ketahui oleh semua warga negara Indonesia. Polemik tentang hari lahirnya Pancasila tidak akan kita bahas disini lalu Isi dari nilai-nilai kebathinan dalam sila-sila Pancasila perlu kita Sosialisasikan secara Masiv Sistemik dan Terorganisir dan patut kita ketahui juga bahwa sosialisasi ini sebelumnya sudah cukup terwakili dalam Kurikulum pelajaran Sejarah di Sekolah dan kampus yang ada, akan tetapi sejak pelajaran Sejarah dan Kewarganegaraan telah dihapus maka terputuslah JATI DIRI kita sebagai bangsa yang berdaulat dan berkepribadian tinggi, padahal kita ketahui adanya Amanat Proklamator Bung Karno yang mengingatkan kita supaya jangan sekali kali MELUPAKAN SEJARAH dan yg terjadi saat ini adalah KEDAULATAN sudah tidak lagi berada ditangan rakyat, banyak pihak yg tidak memahami bahwa dengan tidak adanya Kedaulatan Rakyat maka Kedaulatan Negara secara otomatis juga sudah tidak ada, Pancasila lahir sebagai Alat Pemersatu, alat Pedoman berbangsa bernegara, alat Evaluasi dari semua pihak Penyelenggara negara, serta sebagai Cita2 tujuan bernegara guna kemakmuran kesejahteraan Rakyat dll hal ini tidak akan terwujud jika pihak terkait memiliki Persepsi yg salah tentang Ideologi Pancasila yang tidak terbantahkan lagi atau ONTOLOGI secara Falsafah kebenaran, ada sebagian Oknum Komunisme yang berpendapat bahwa isi sila Pancasila itu pada saat ini tidak dipatuhi lagi oleh banyak pihak penyelenggara negara dan mereka berkesimpulan sebaiknya Pancasila dihapuskan saja, mereka oknum Komunis itu memanfaatkan situasi kondisi yg tidak kondusif ini guna menghancurkan Pancasila yang dibuat diciptakan oleh Founding father kita dengan fikiran darah keringat dan pengorbanan nyawa yg tidak terhitung banyaknya dan dengan mudahnya Oknum Komunis ini ingin menghapus Pancasila seharusnya apabila situasi kondisi NKRI saat ini tidak sesuai dengan Pancasila maka yang wajib di bahas dan diselesaikan adalah Oknum Penyelenggara negaranya perlu dibenahi di evaluasi kualitas Ke Negarawanan -nya sebagai Pejabat negara dan bukan Pancasilanya dihapus atau diganti !!!, bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah Anak Kandung dari Proklamasi NKRI thn 1945 dan UUD setelah itu adalah Anak Pungut yg tidak jelas asal muasalnya termasuk Amandemen UUD  45 tahun 2002 yang tidak sesuai dgn jati diri bangsa Indonesia.

Pancasila memiliki hakikat KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG dan KERJASAMA disertai oleh Ke - Bhineka Tunggal Ika nya adalah dasar evaluasi semua pihak Penyelenggara Negara yg ada dan tanggung jawab serta evaluasi sepenuhnya diberikan kepada MPR RI sebagai Lembaga Tertinggi Negara dan ketika Pancasila dipisahkan dari Saudara kandungnya yakni konstitusi UUD 45 Asli tahun 1945 maka Pancasila kehilangan arah apalagi saat ini disandingkan dengan Amandemen UUD 45 tahun 2002 yg jelas sangat Liberal dan Otoriterian yg memberi Kekuasaan penuh pada Pemerintah dengan hak Diskresinya yang sangat mudah disalahgunakan oleh Oknum yang merasa sebagai alat penyelenggara Negara, nah disinilah letak permasalahannya

Bahwa banyak juga yg tidak memahami Perbedaan arti kata dari NEGARA dan arti kata PEMERINTAH bahwa pengertian Negara  adalah  adanya suatu Wilayah, adanya Rakyat sebagai Penguasa wilayah itu dan adanya Pemerintahan yang dikuasakan sebagai Abdi Negara, dan semua itu disebut Negara !, Ada kesalahan besar Ketika Pemerintah menyebut dirinya sebagai Penguasa suatu Negara sebab mereka hanya sebagai Alat Negara dibawah Pemilik Kuasa wilayah yakni Rakyat !!!

Ada pihak saat ini yg mencoba membenturkan Pancasila dengan Agama padahal kedua Isme itu tidak akan dapat dibenturkan sebab mereka sudah menyatu mendarah-daging saling terkait, Para pihak yg mencoba membenturkan hal ini pasti akan mendapat perlawanan yang dahsyat disebabkan terbentuknya NKRI dari bangsa yg Ber Ketuhanan dan bukan dari bangsa Atheis Komunis yg hanya berfikir tentang keuntungan materi saja, Pancasila dan Agama telah memberi petunjuk kepada kita bahwa hidup dan kehidupan manusia itu memiliki semangat LAHIR dan BATHIN  secara spiritual sementara Atheis dan Komunisme semangatnya hanya terbatas pada kehidupan LAHIRIAH semata saja, itu perbedaan yg signifikan dan disinilah letaknya KESAKTIAN PANCASILA yang berisi nilai Kebatinan spiritual yang tinggi, hal ini tidak dipahami oleh Para Pejabat dan Oknum Partai Politik yang hanya mencari Kekuasaan semata guna kepentingan Pribadi dan Kelompoknya saja.

NKRI bukanlah suatu negara kekuasaan tetapi suatu negara yang mengedepankan KEMANUSIAAN YG ADIL DAN BERADAB, BERSATU, BER-MUSYAWARAH, BERKEADILAN dan didukung oleh KETUHANAN YG MAHA ESA, tidak ada satupun Kekuasaan yang diberikan pada satu atau beberapa kelompok yg ada di NKRI ini kecuali Rakyat Pemilik NKRI ini, Indikasi adanya upaya Penghapusan Ideologi Pancasila dapat dipahami oleh Tingkah laku Oknum Pejabat Negara serta KEBIJAKAN2 ATURAN PERATURAN dan Undang undang yg dihasilkan tidak untuk KEPENTINGAN RAKYAT apalagi kepentingan Masyarakat Adat Pribumi, baik dari segi Ekonomi, Hukum, Sosbud, Politik dll.

Pancasila itu SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM akan tetapi yg terjadi saat ini hukum yg ada tidak lagi berdasarkan Pancasila sebagai Hukum Tertinggi akibatnya Arah masa depan bangsa dan negara kita sudah melenceng jauh dari Cita2 kita semua, Legislatif tidak berfungsi, Eksekutif memiliki kekuasaan yg tidak dapat di evaluasi, Yudikatif sebagai pengadilan hukum Mahkamah Agung yg bertindak seenaknya saja dalam membuat keputusan yg adil secara hukum.

Ruh semangat kebatinan Pancasila itu memiliki kesaktian dalam mengantisipasi suatu tindakan bahwa Hukum atau peraturan yg dibuat diluar Ruh Pancasilais dapat dipastikan akan merampok menjarah Sumber daya alam NKRI tanpa memberi keuntungan sedikitpun pada Rakyat Pemilik NKRI ini, dengan kata lain bahwa Perampokan penjarahan SDA akan didukung oleh hukum atau perundangan yg dibuat sebelumnya dan seakan tidak menyalahi Hukum atau peraturan yg ada atau Perampokan penjarahan SDA dibungkus dengan rapi oleh Undang2 yg dibuat oleh Oknum pejabat negara.

Bahwa Upaya Penghapusan ideologi Pancasila telah dilakukan oleh berbagai pihak baik pihak Asing maupun pihak Penghianat bangsa secara langsung maupun tidak langsung akan tetapi terhambat terkendala disebabkan Ideologi Pancasila itu tidak dapat dipungkiri sebagai bentuk Kebenaran material dan spiritual yang hakiki di samping Kitab-kitab Agama yg sudah ada maka waspadalah terhadap mereka yang dengan segala daya upayanya ingin merubah menghapus Amanah Para Pendiri Pejuang Kemerdekaan NKRI, kami rakyat bangsa Indonesia tidak akan tinggal diam ketika Amanah ini akan dirusak dikoyak koyak oleh Neo Kolonialis Kapitalis yang berkonspirasi jahat dengan Para kaum Komunis yang bersembunyi dibalik Undang2 yang ada.

Kami yakin bahwa Pancasila dengan Kesaktiannya sebagai Ruh semangat kebatinan Para Pendiri Negara serta Ruh semangat kebatinan dari seluruh bangsa Pribumi Masyarakat Adat Indonesia akan berjuang tanpa pamrih ikhlas berkorban melalui Kembalinya si Anak Kandung Proklamasi Kemerdekaan NKRI yakni: Mengembalikan Berlakunya UUD 45 asli Proklamasi tahun 1945 yg sedang terkapar tanpa pertolongan.

Bangsa Indonesia secara tersirat telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa menjadi Pemersatu bangsa dan Negara di dunia sesuai dengan Pidato Presiden SOEKARNO pada Sidang Umum PBB 1960.

Wassalam, atas nama bangsa Masyarakat Adat Indonesia dan  semoga kita diberi kesabaran dan lindungan OlehNYA. Aaamiin !

Doli Yatim

-Ketua Umum Rakyat Tanpa Partai (RTP)
-Ketua Kehormatan PRIBUMI MASYARAKAT ADAT SEJAHTERA (PRIMAS)
Komentar Anda

Terkini: