Sri Bintang Pamungkas Hadiri Persidangan Jalih Pitoeng Dalam Agenda Tuntutan Jaksa

/ June 12, 2020 / 1:50 PM
Bagikan:

Bang Jalih Pitoeng (BJP) & Sri Bintang Pamungkas (SBP)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Menjelang pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum terhadap para terdakwa perkara bernomor 252, 253 dan 254 yang menyeret-nyeret aktivis Jalih Pitoeng dengan tuduhan makar dan penggagalan pelantikan presiden, aktivis senior dan politisi nasional Sri Bintang Pamungkas hadiri persidangan di pengadilan negeri kota Tangerang, Jum'at (12/06/2020)

Pada masa persidangan Jalih Pitoeng yang ke 22 ini Sri Bintang Pamungkas yang lebih dikenal dengan sapaan SBP ini hadir dalam rangka memberikan dukungan moral sekaligus menyaksikan secara langsung persidangan salah satu terdakwa Jalih Pitoeng yang pernah bersama dirinya dalam acara aksi unjuk rasa damai di gedung DPR MPR RI dalam beberapa agenda pada September 2019 dalam menuntut keadilan bagi rakyat.

Saat ditemui di pengadilan negeri kota Tangerang, aktivis senior yang dikenal sangat lantang ini juga menuturkan pendapat dan harapannya.

"Selain ingin memberikan dukungan moral kepada Jalih bung Pitung dkk, kami juga ingin menyaksikan dan mendengarkan proses persidangan ini" kata SBP, Jum'at (12/06/2020)

"Seingat saya itu hari Jumat 11 September bertepatan dengan Runtuhnya Gedung Kembar WTC di New York. Justru hari itu kami pilih untuk mulai bergerak agar mudah diingat orang" kenang SBP

"Pada hari itu kami mendeklarasikan Front Revolusi Indonesia agar masyarakat mulai menyiapkan diri untuk mengganti Jokowi dan menolak pelantikannya pada 20 Oktober" sambung SBP menjelaskan

Bersama istri SBP hadiri sidang Jalih Pitoeng dkk di pengadilan negeri kota Tangerang, Jum'at 12 Juni 2020

SBP yang hadir lebih awal bersama istri tercintanya juga menuturkan bahwa pada hari itu pula untuk pertamakali dirinya bertemu dengan Keluarga Besar Emak-emak Militan dari Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang kumpul untuk menolak Jokowi di halaman depan Gerbang DPR/MPR-RI.

"Untuk pertamakalinya kami juga bertemu dengan Bung Jalih Pitung, Ketua Dewan Perlawanan Rakyat, atau juga disebut Dewan Persaudaraan Relawan Rakyat Indonesia dalam satu mobil komando. Sejak itulah Jalih Pitung, saya dan lain-lain menjadi incaran Rezim dan Polri" sambung SBP

"Tapi, karena sudah terlalu sering ditangkap, kali itu Jalih Pitung dan kawan-kawannya gantian jadi giliran diciduk. Maka dibuatlah rekayasa untuk menangkap mereka. Saya gantian lolos!" kenang SBP

"Bagi Polri dan Rezim tidaklah sulit mencari alasan. Maka, jadilah "Bom" dijadikan alasan untuk menangkap mereka. Bom Molotov, Bom Ikan atau Bom apa saja, tak jadi soal. Pokoknya yang penting ditangkap dulu. Urusan belakangan!" lanjut SBP menerangkan

SBP panggilan akrabnya juga mengungkapkan harapannya agar Jaksa dan para Hakim sadar.

"Saya berharap agar para jaksa dan hakim sadar!. Bahwa yang dihadapi mereka bukan apa-apa, melainkan 'Sirhotol mustakim'. Sebagai Penegak Hukum dan Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, kalau mereka gagal menitinya, maka taruhannya adalah Neraka Jahim. Mereka bisa menjadi Kayu Bakar Neraka yang apinya selalu bergolak!" pungkas Sri Bintang Pamungkas. (SBP)
Komentar Anda

Terkini: