Terdakwa Insanial Akan Laporkan Pelanggaran HAM ke Pengadilan HAM Internasional

/ June 7, 2020 / 4:55 AM
Bagikan:
Sidang Online (Photo : Ir. Mulyono Santoso, Jaflan Raali, Jalih Pitoeng, Laode Aluani, Januar Akbar, Ir. Iriawan dan Dr. Insanial Burhamzah, SE)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Gelaran sidang ke 20 atas perkara 252, 253 dan 254 yang melibatkan 17 terdakwa dugaan perencanaan penggagalan pelantikan presiden Oktober 2019 lalu melahirkan kesepakatan seluruh terdakwa mencabut keterangan didalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dibuat oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jum'at (05/06/2020)

Dr. Insanial Burhamzah yang merupakan salah satu terdakwa yang ditangkap dan ditahan bersama dengan Jalih Pitoeng dkk di Lapas Pemuda kelas 2 A kota Tangerang mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelanggaran HAM ditengah persidangan.

Sebagaimana diketehui sebelumnya bahwa rekan satu perkara dalam perkara bernomor 253 yaitu Okto Siswantoro dan Ir. Mulyono Santoso yang telah mencabut keterangan nya pada persidangan sebelumnya Kamis 4 Juni, wakil ketua koperasi se ASEAN inipun mencabut keterangannya dalam BAP.

Persidangan yang diawali dengan meminta keterangan terdakwa Damar, Januar Akbar dan Jalih Pitoeng, Insanial menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum dengan tegas sebagaimana ungkapan terdakwa Jalih Pitoeng

"Saudara saksi, apakah saudara mendengar ada pembicaraan tentang bom dan kerusuhan pada pertemuan dirumah pak Soenarko pada tanggal 22 September 2019" tanya jaksa penuntut umum kepada Jalih Pitoeng

"Tidak ada yang mulia" jawab Jalih Pitoeng tegas

"Saudara saksi, didalam pertemuan tersebut, apa yang saudara dengan dari pak Soenarko" tanya jaksa lagi

"Karena kami baru kenal, beliau hanya bilang bahwa oh ini yang namanya Bang Jalih Pitoeng. Kalau namanya saya sering dengar di media. Tapi orang nya baru kali ini ketemu. Sambil menawarkan teh" jawab Jalih Pitoeng

"Saudara saksi, apa yang saudara dengar dari saudara terdakwa Insanial dalam pertemuan tersebut" lanjut jaksa bertanya

"Yang saya dengar bahwa beliau membahas tentang keterpurukan ekonomi dan pelanggaran HAM. Itupun ngobrol biasa tidak formal seperti seminar atau rapat-rapat" jawab Jalih Pitoeng menjelaskan

"Jadi tidak pembicaraan tentang bom dan kerusuhan ya"

"Tidak ada yang mulia" sambung Jalih Pitoeng menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum

"Saudara Jalih Pitoeng, apakah saudara mengetahui ada acara rapat-rapat tentang rencana kerusuhan pada acara parade tauhid" tanya jaksa

"Ijin yang mulia, sebelum saya menjawab ijinkanlah saya menyampaikan sesuatu" pinta Jalih Pitoeng

"Ya silahkan" sambut ketua majlis hakim

"Saya ini orang bodoh yang mulia. Saya bukan pakar hukum. Namun sepemahaman saya bahwa proses penegakan hukum harus dilakukan sesuai dengan aturan hukum. Maka dari itu sering saya sampaikan bahwa saya tidak layak untuk disidangkan" ungkap Jalih Pitoeng

"Saudara terdakwa berada disini karena BAP ini" sambar jaksa menanggapi ungkapan Jalih Pitoeng

"Mohon maaf pak jaksa yang saya hormati. Saya mencatat bahwa anda sudah dua kali yaitu kemarin dan sekarang mengatakan bahwa kami para terdakwa berada disini karena BAP. Tapi apakah ada yang tahu bagaimana proses pembuatan BAP dalam penyidikan tersebut" sambung Jalih Pitoeng

"Sudah pak Pitoeng. Sudah. Jawab saja apakah ada atau tidak"

Ungkap ketua majlis hakim melerai perdebatan tersebut

"Tidak ada. Saya tidak mendengar pembicaraan itu dalam pertemuan tersebut yang mulia" jawab Jalih Pitoeng

"Ya silahkan dilanjutkan saudara jaksa" kata ketua majlis hakim

Saat menghubungi redaksi, aktivis yang dikenal sering menyampaikan orasi tentang penegakan hukum dan keadilan serta pelanggaran HAM pada aksi-aksi unjuk rasa pasca pilpres yang dipimpinnya juga menyampakan bahwa dirinya ditangkap karena dianggap berseberangan pendapat dengan pemerintahan Jokowi.

"Saya menduga bahwa saya ditangkap karena sering melakukan unjuk rasa damai dalam menyuarakan kebenaran. Terutama tentang penegakan hukum dan pelanggaran HAM. Soal pertemuan tersebut, menurut pandangan saya itu hanya pertemuan biasa para aktivis dan eks relawan Prabowo Sandi yang normatif kami lakukan diberbagai kesempatan" ungkap Jalih Pitoeng

"Jika orang menyampaikan pendapat dimuka umum dianggap sebuah tindakan pidana dan ditangkap, pertanyaannya adalah berapa ribu rakyat, ulama dan umat serta mahasiswa yang harus ditangkap serta ribuan orang yang mengadakan pertemuan dan seminar tentang kebangsaan yang harus ditangkap" pungkas Jalih Pitoeng

"Saudara Insanial, siapa saja yang saudara kenal dalam pertemuan dirumah pak Soenarko pada tanggal 22 tersebut"

"Yang saya kenal hanya pak Soenarko, pak Mulyono dan pak Basith" jawab Insanial

"Apa yang saudara sampaikan dalam pertemuan tersebut"

"Seperti biasanya saya menyampaikan tentang kondisi bangsa ini. Terutama tentang keterpurukan ekonomi dan pelanggaran HAM" jawab Insanial menjelaskan

Selain menanyakan tentang bagaimana proses perkenalan Insanial dengan Soenarko, Mulyono Santoso dan Abdul Basith, jaksa juga menanyakan tentang rencana wakil ketua DEKOPIN non aktif untuk melaporkan tentang pelanggaran HAM ke dunia internasional.

"Saudara saksi, apakah benar saudara akan mengadukan pelanggaran HAM ke dunia internasional" tanya jaksa melanjutkan

"Betul...!!!" jawab Insanial dengan nada tinggi penuh semangat

"Jika KOMNASHAM tidak bisa menyelesaikan pelanggaran HAM di negeri ini saya akan mengadukan kepada pengadilan HAM internasional. Dan saya ada akses untuk itu bahkan saya sudah menulis tentang pelanggaran HAM tersebut ke lembaga HAM internasional. International Human Right" sambung Insanial melanjutkan jawabannya

"Saudara saksi, apa biasanya yang saudara sampaikan pada pertemuan-pertemuan tersebut" tanya jaksa kembali

"Biasanya saya menyampaikan tentang perkembangan ekonomi dan koperasi. Karena saya ketua koperasi se Asean. Biasa saya sampaikan di beberapa negara seperti Amerika, Australia dan Eropa serta diberbagai negara lainnya. Namun saya malu dengan negara ssya sendiri jika hukum dan keadilan serta kejujuran sudah tidak ada lagi dinegeri ini" jawab Insanial menerangkan

"Sudah cukup-cukup pak Insanial" kata ketua majlis hakim meredakan jawaban Insanial yang bersuara tinggi. (SB)
Komentar Anda

Terkini: