Gerbang Amar : MUI Harus Waspadai Calo-calo Kafir Komunis

/ July 5, 2020 / 2:35 PM
Bagikan:
HM. Ismail, SH, MH

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Gelombang unjuk rasa diberbagai daerah tentang penolakan pembahasan RUU HIP di DPR menjadi perhatian khusus pendiri GERBANG AMAR HM. Ismail, SH, MH sekaligus khawatir adanya calo kafir komunis yang masih tetap ngotot dengan berkeliling cari dukungan untuk merubah Palsafah dan Dasar Negara RI Pancasila jadi trisila atau jadi ekasila melalui RUU HIP.

"Mengingat semakin kuat manuver calo calo politik kafir komunis yang akan merugikan Bangsa dan NKRI, oleh karena itu MUI (Majelis Ulama Indonesia)  jangan sampe kecolongan. MUI wajib lebih waspada dan dalam beberapa hari ke depan harus siapkan acara silahturahmi atau reuni Alumni 212 yang lebih besar lagi. Bahkan Umat Agama lain yang tidak setuju Pancasila diganti trisila atau ekasila bisa diundang buat hadir," ujar H.M.Ismail, SH, MH, pendiri Ormas GERBANG AMAR (Gerakan Kebangsaan Adil Makmur) mengingatkan, Sabtu (04/07/2020)

Menurut Ismail, dia masih melihat manuver-manuver tak elok dari politisi yang itu itu saja. Kita masih mendengar pernyataan-pernyataan yang menyakiti hati rakyat. Kitapun ikut merasakan ketidak nyamanan adanya teror dari preman-preman kampungan yang menebar ancaman kepada pejuang-pejuang Pembela Pancasila.

Seharusnya, kata Ismail yang juga Ketua Tim Advokasi Majelis Dzikir Rhuha Al Habsyi Indonesia bahwa politisi-politisi itu sudah melihat perwakilan-perwakilan umat datang menemui para anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) di Gedung Parlemen Senayan Jakarta. MUI  jauh-jauh hari sudah keluarkan maklumat resmi sebagai sikap tegas tidak setuju dengan RUU HIP. Teman-teman dari berbagai elemen bangsa juga melemparkan hal yang senada. Bahkan dirinya sebagai pendiri Ormas Gerbang Amar telah keluarkan pernyataan Mendesak Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi bersana TNI dan Polri  tangkap inisiator dan bubarkan partai pengusul RUU HIP tersebut.

"Para politisi di DPR RI maupun di MPR RI jangan berlagak budek tidak mau mendengar aspirasi rakyat. Jangan lagi pura-pura buta tidak mau melihat di hampir semua daerah di Indonesia lakukan unjuk rasa menolak RUU HIP. Inti dari semua keinginan anak bangsa Indonesia adalah bukan merubah RUU HIP nya tapi yang paling substansial adalah KAMI PUTRA PUTRI INDONESIA MENGHARAMKAN KAUM KAFIR KOMUNIS ADA DI INDONESIA DAN MENGHARAMKAN SIAPA SAJA MENGGANTI PANCASILA DENGAN NAMA APAPUN" tegas Ismail. (SB)
Komentar Anda

Terkini: