Hari Jadi Padang Lawas, Pengacara Kondang Pitra Romadoni Banggakan Tanah Kelahirannya

/ July 17, 2020 / 12:58 PM
Bagikan:

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Padang Lawas merupakan suatu daerah di Provinsi Sumatera Utara hasil pemekaran dari Tapanuli Selatan yang saat ini telah dimekarkan menjadi Kabupaten tersendiri. Bupati pertama yang memimpin daerah tersebut bernama Basyrah Lubis dan Wakil Bupatinya dijabat oleh H. Ali Sutan Harahap dan diperiode Pemerintahan Kab. Padang Lawas selanjutnya dipimpin oleh H. Ali Sutan Harahap atau yang akrab disapa TSO.

Kab. Padang Lawas yang sudah ber umur 13 Tahun tersebut sejak dimekarkan Tanggal 17 Juli Tahun 2007 genap sampai saat ini 17 Juli 2020, telah banyak melahirkan generasi-generasi Tokoh Muda dan Tokoh Masyarakat yang berkiprah di Kancah Nasional dan Internasional, salah satunya yaitu Pengacara Kondang Pitra Romadoni Nasution. Tokoh Muda yang dilahirkan dari pasangan Ali Gusnar Nasution dan Siti Naimah Rafiah Nasution ini telah banyak menyabet Prestasi-Prestasi dibidang hukum, sehingga tidak diragukan lagi elektabilitasnya dikancah Dunia Hukum Indonesia.

Pitra Romadoni Nasution adalah salah satu putra kelahiran Sibuhuan ini mengungkapkan bahwasanya banyak histori dan pengalaman yang ia dapatkan sejak duduk dibangku SD sampai kebangku Perkuliahan, rekam jejaknya mulai dikenal di kalangan masyarakat sejak menjadi Aktivis Mahasiswa di Sumatera Utara, ia pernah memimpin berbagai macam Ormas-ormas baik ditingkat daerah maupun Nasional.

Tokoh Muda yang kritis dan Progresif ini menerangkan dahulunya hobbynya hanya Demonstrasi atau Aksi Unjuk Rasa menentang kebijakan-kebijakan Pemerintah, tapi seiring berjalannya waktu ia sadar bahwa setiap perubahan itu harus menjadi Pelaku Utama, sehingga ia meneruskan kariernya kejengjang tingkatan yang lebih tinggi menjadi seorang Pengacara.

Sosok Pitra Nasution banyak yang tidak tahu, bahwasanya Putra Kelahiran Padang Lawas tersebut merupakan Siswa Berprestasi yang selalu meraih juara sampai dibangku Perkuliahan. Ia juga menyatakan tidak pernah membayar uang sekolah dan biaya kuliah karena sudah ada yang membiayai.

Ditemui dikantornya Pitra Romadoni Nasution menuturkan pengalaman pribadinya sebagai putra Padang Lawas yang saat ini memasuki usia ke 13 tahun sejak Padang Lawas menjadi Kabupaten baru.

"Dulu waktu SD sampai tingkat Menegah Keatas saya selalu Peringkat 1 sampai 3 mentoknya pernah diperingkat ke 5, walaupun saya sibuk dengan pelajaran di sekolah sehabis pulang sekolah saya dulu bekerja membantu ibu saya seorang Pedagang kain di Pasar Sibuhuan, dan saya masih ingat waktu SD saya masih kecil bangat itu Rumah kami Pernah terbakar, entah dibakar orang atau tidak saya tidak tahu karena sampai saat ini peristiwa tersebut masih menyimpan tanda tanyak dipikiran saya. Entahlah" ungkapnya

"Menduduki bangku Menengah keatas, semua biaya sekolah saya Gratis karena hasil kerja keras saya membantu orang tua dipasar menjual kain sarung dan pakaian, gajinya saya buat untuk biaya sekolah. Setelah saya menduduki bangku perkuliahan juga begitu, semua biaya perkuliahan Gratis dan tidak bayar sama sekali karena saya termasuk dalam Mahasiswa Berprestasi dan selalu Mendapatkan Beasiswa PPA (Prestasi) dari Pihak Kampus di Medan Sumatera Utara. Nah, dari situlah saya memulai karier menggeluti dunia hukum sampai saya melanjutkan studi ke Bandung, Jawa Barat" kenang Pitra

"Kemudian saya melanjutkan S2 Magister Ilmu Hukum Bisnis di Bandung juga begitu. Dengan menorehkan prestasi, akhirnya sepeserpun saya tidak ada bayar uang kuliah untuk Magister Ilmu Hukum melainkan dapat beasiswa dari Para Pengusaha Kain Sarung dan Beras di Majalaya buah dari hasil diplomasi dan prestasi" ungkap Pitra menjelaskan

"Waktu itu saya dipercaya menyelesaikan kasus Aset dan harta dari Kepailitan Grand Royal Panghegar Hotel Bandung, yang berujung pada Perdamaian. Disitulah mulai karier saya dalam dunia hukum terlihat. Karena mampu menuntaskan permasalahan Aset Kepailitan Keluarga Panghegar Group yang ber ujung pada Perdamaian" jelasnya

"Setelah Kasus Bos Panghegar selesai Pak Cecep Rukmana Ruhiyat, sayapun menginjakkan kaki ke Ibu Kota Jakarta dan sampai saat ini telah berdomisili dan menetap di Jakarta" ungkap Pitra

"Jakarta adalah arena tempur saya bukan dikampung halaman yang mesti kita jaga seperti kata natobang di Desa saya Kambing dikampung sendiri tapi Banteng di Perantauan" lanjut Pitra menyebut sebuah ungkapan.

Dihari jadi yang ke 13 Padang Lawas, Pitra juga berharap agar seluruh masyarakat Padang Lawas mendukung dan membantu pemerintah demi kemajuan tanah kelahirannya.

"Harapan saya kedepan semoga Kab. Padang Lawas semakin bercahaya dibawah kepemimpinan Bapak H. Ali Sutan Harahap atau TSO. Saya selalu setia memajukan daerah tanah kelahiran yang saya cintai, berhubung saya selaku Penasehat Hukum Pemerintah Kab. Padang Lawas, saya berharap Masyarakat kita, khususnya Pemuda dan Stackholder marilah kita bantu pemimpin kita Pak TSO dalam membangun Palas yang bercahaya dan mari kita kurangi beban pemikiran beliau dari hal-hal yang tidak penting dan menggangu stabilitas kemajuan ekonomi dan pembangunan daerah" pungkasnya. (SB)
Komentar Anda

Terkini: