Umat dan Rakyat Menolak RUU HIP, Teungku Zulkarnain : Indonesia Bisa Bubar !

/ July 5, 2020 / 9:30 PM
Bagikan:
Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Polemik tentang Pembahasan RUU HIP oleh DPR dan Pemerintah yang menuai protes dari berbagai ormas islam dan elemen masyarakat sehingga melahirkan aksi-aksi unjuk rasa tolak RUU HIP hingga dilaksanakannya Apel Siaga diberbagai daerah seperti hari ini Jakarta, Banten, Bandung, Makasar dan Medan serta Kalimantan Timur serentak digelar, Minggu (05/07/2020)

Teungku Zulkarnain salah satu da'i kondang yang dikenal cukup lantang mengatakan bahwa indonesia bisa bubar jika ini dibiarkan.

"Indonesia bisa bubar jika hal ini dibiarkan" kata Teungku Zulkarnain saat dialog pada Kabar Petang, Minggu (05/07/2020)

"Maka kita minta agar RUU ini dicabut" pinta Teungku Zulkarnain melanjutkan

Acara dialog pada Kabar Petang yang dipandu oleh Alfath Tauhid dan Seera Syafira tadi sore juga ditampilkan dalam dialog 4 layer tersebut selain Teungku Zulkarnain dan Ketua Umum PA 212 Selamet Ma'arif juga ditampilkan seorang sejarahwan Asfi Warman Adam dan seorang anggota DPR RI dari partai Golkar.

"Terus saja aksi-aksi penolakan terhadap RUU tersebut dilanjutkan" kata Maman Abdurahman

"Kami akan menyerap aspirasi masyarakat tersebut" sambung Maman

Ketua Umum PA 212 Ustadz Slamet Ma'arif yang tadi siang hadir bersama ketua umum FPI KH. Shobri Lubis dalam Apel Siaga di lapangan Ahmad Yani Kebayoran Baru Jakarta Selatan siang tadi, dirinya mengulangi kembali mengatakan seperti pada dialog sebelumnya di stasion tv yang sama usai Aksi Tolak RUU HIP pada Jum'at 24 Juni 2020 di DPR MPR bahwa Pancasila sudah final.

"Ini sudah ketangkap basah (red-partai pengusul RUU HIP). Jadi jangan mengelak lagi" celetuk Slamet Ma'arif

"Pancasila 18 Agustus ini kan sudah final. Jadi ga perlu diubah-ubah lagi. Apalagi jika akan dikembalikan ke pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang kemudian dikutak-kutik menjadi Tri Sila bahkan Eka Sila. Dimana disebut Ketuhanan yang berkebudayaan" ungkap Slamet Ma'arif

Saat pemandu dialog Alfath Tauhid melempar pertanyaan disela dialog yang argumentatif yang ditonton jutaan pasang mata khususnya umat islam dan rakyat yang anti kumunis tersebut tentang sanksi terhadap partai pengusul, Teungku Zulkarnain meminta agar partai pengusul RUU tersebut dibubarkan atau dicabut ijinnya.

"Perlukah sanksi bagi fraksi yang mengusulkan RUU HIP" lempar Alfath pada keempat peserta dialog

"Kami minta agar partai pengusul RUU HIP untuk dibubarkan atau dicabut ijinnya" kata Teungku Zulkarnain

Sementara Jalih Pitoeng saat menghubungi redaksi juga mengungkapkan hal yang sama dalam menyikapi polemik tersebut.

"Kita harus fokus pada sikap tegas atas sanksi yang harus diberikan pada partai pengusul yang diwakili oleh fraksinya di parlemen. Sehingga kita jangan terjebak dengan statment-statment tentang akan ditangkapnya pembakaran bendera PKI dan bendera lainnnya. Karena itu sudah dijelaskan dalam TAP MPRS No. XXV/1966 sebagai payungnya" kata Jalih Pitoeng

"Jadi mari kita masuk pada diskusi yang jauh lebih penting tentang partai mana atau fraksi apa yang menjadi inisiatornya dalam RUU HIP tersebut" lanjut Jalih Pitoeng

Aktivis yang ditangkap dan ditahan serta divonis 13 bulan oleh majlis hakim pada persidangan ke 26 di Pengadilan Negeri Tangerang dengan tuduhan makar ini, juga meminta para pihak untuk mengusut tuntas partai pengusul RUU HIP tersebut.

"Kami minta agar diusut tuntas tentang partai atau fraksi pengusul RUU HIP tersebut. Jika memenuhi unsur makar dalam RUU tersebut wajib diberi saksi sesuai dengan aturan, undang-undang serta hukum yang berlaku" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)
Komentar Anda

Terkini: