Aliansi Selamatkan Merah Putih Desak MUI Serukan Mashiroh Qubro!

/ August 13, 2020 / 5:00 PM
Bagikan:
Penyerahan Maklumat Aliansi Selamatkan Merah Putih

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus yang sebentar lagi tiba semestinya disambut gembira, namun kali ini memasuki usianya yang ke 75 Indonesia dibawah kepemimpinan presiden Joko Widodo justru banyak menuai protes sekaligus banyaknya bermunculan kelompok-kelompok masyarakat yang kecewa dengan kepemimpinan Jokowi.

Banyaknya permasalahan bangsa dan lahirnya Undang-Undang serta Rancangan Undang-Undang yang tidak berpihak kepada rakyat juga menjadi tema penting dalam pergerakan rakyat dalam menolak kebijakan pemerintah saat ini.

Aliansi Selamatkan Merah Putih yang diinisiasi oleh ketua umum FAKI (Forum Anti Komunis Indonesia) Edy Mulyadi dan ketua umum KOBAR (Komando Barisan Rakyat) Rijal Kobar serta beberapa tokoh dan pimpinan ormas lainnya menyerahkan Maklumat kepada Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Kamis (13/08/2020)

Penyerahan maklumat tersebut dihadiri banyak para pimpinan dan pengurus ormas serta elemen-elemen masyarakat. Diantaranya FAKI, KOBAR, PEJABAT, BANG JAPAR, DPR RI, PPMI, JASMA, GEMATAB, GEMUIS serta beberapa pimpinan ormas lainnya.

Edy Mulyadi didampingi Rijal Kobar serta pimpinan ormas lainnya menyerahkan langsung Maklumat tersebut kepada pimpinan MUI KH. Shodiqun dan KH. Najamudin Ramli.

"Kami telah serahkan kepada pimpinan MUI maklumat dengan 3 butir pernyataan sikap kami kepada MUI" kata Edy Mulyadi saat ditemui awak media, Kamis (13/08/2020)

"Diantaranya meminta kepada MUI untuk segera menyerukan Mashiroh Qubro sekaligus menunjuk panglima untuk memimpin" lanjut ketua umum FAKI menjelaskan isi butir maklumat.

Wakil ketua umum DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia) Kurnia Datuk Ramli juga mengajak masyarakat Indonesia menolak segala bentuk kezholiman.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan rakyat Indonesia untuk bangkit melawan kezholiman demi kebaikan masa depan Indonesia" ungkapnya penuh semangat.

Kurnia juga sangat menyesalkan ketua umumnya tidak bisa hadir ditengah heroik nya perjuangan dan perlawanan rakyat saat ini.

"Sebagai anak bangsa, kami bersyukur diberi kesempatan oleh Allah untuk ikut berjuang seperti ini" lanjut Kurnia.

"Namun sangat disesalkan ketua umum kami Bang Jalih Pitoeng dan Sekjen Bang Akbar tidak bisa hadir saat ini" sesal Kurnia.

"Akan tetapi kami yakin beliau pasti bangga karena kami semua melanjutkan perjuangannya. Dan upaya pergerakan seperti inilah yang Bang Jalih Pitoeng harapkan. Sebagaimana pernah beliau sampaikan dalam aksi unjuk rasa pada 20 September 2019 di DPR MPR yaitu menyatukan kekuatan dan menguatkan persatuan" kenang Kurnia semasa Jalih Pitoeng belum dipenjara.

"Namun saya yakin dan percaya bahwa Bang Jalih Pitoeng adalah orang yang sangat kuat, sabar, istiqomah, konsisten, konsekwen dan bertanggung jawab serta tetap semangat" pungkasnya. (SB)
Komentar Anda

Terkini: