Eggi Sudjana Resmi Laporkan Penghina Habib Rizieq ke Polda Metro Jaya

/ August 5, 2020 / 4:00 PM
Bagikan:
Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH. M.Si (Foto: Ilustrasi)

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Pengacara Kondang dan Aktivis senior Prof. DR. Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis selaku kuasa hukum Habib Rizieq secara resmi telah melaporkan Budi Djarot yang diduga telah melakukan penghinaan dan ujaran kebencianbterjadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Mapolda Metro Jaya, Senin (03/08/2020)

Laporan tersebut diterima setelah Eggi Sudjana bertemu dengan Wakapolda Metro Jaya. Karena sebelumnya sempat ditunda. Terlapor dkk diduga melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

"Laporan ini, selain demi tegaknya hukum,  juga adalah bentuk pelaksanaan atas himbauan IB HRS untuk melaporkan kejadian pada aksi salah satu kelompok pada hari Senin 27 Juli di depan gedung DPR RI Agar masyarakat muslim dan nasionalis pencintanya tidak berbuat anarkis" kata Damai Hari Lubis dalam keterangan tertulisnya, Rabu (05/08/2020)

"Alhamdulilah atas jerih payah kami dari TPUA pada hari ke 3 ini, berbuah hasil, untuk melaporkan Boedi Djarot dkk" kata Sekjen TPUA Damai Hari Lubis, SH salah satu anggota tim yang hadir bersama dengan Eggi Sudjana, Senin (03/08/2020).

"Maka hari ini tepatnya, Rabu 5 Aguatus pukul 15:30  WIB siang tadi bukti laporan sudah kami terima setelah kami ditolak dan dipimpong selama 2 hari senin dan selasa kemarin" sambung Damai Hari Lubis menjelaskan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (05/08/2020)

Masih menurut Damai, penundaan tersebut disebabkan oleh faktor perbedaan pendapat antara penyidik tentang unit yang dapat melakukan investigasi/ peyelidikan dan atau penyidikan terhadap materi pelaporan, terkait delik umum/biasa atau delik khusus.

Laporan Polisi bernomor : LP./4599/VIII/ YAN 2.5/2020, Tertanggal 5 Agustus 2020 adalah menyangkut orasi Budi Djarot yang diduga beserta puluhan anggotanya GJI (Gerakan Jaga Indonesia) yang demo di depan pagar gedung DPR RI pada Senin 27 Juli 2020. Namun dalam surat laporan tersebut masih dilakukan penyelidikan (Lidik) atas terlapor.

"Didalam aksi yang digelar pada Senin 27 Juli 2020, diketahui pula beberapa dari mereka diduga ada suara dan wajah seorang perempuan yang  terlihat mirip cara atau pola model ormas gerakan wanita terlarang tempo dulu tahun 65 an yang berorasi dengan isi narasi antara lain 'Mati Rizieq, hancurkan khilafah...!!!' serta dibumbui dengan pembakaran baliho yang terdapat gambar Imam Besar Habib Rizieq Shihab" kata Damai Hari Lubis dalam keterangan tertulisnya.

"Maka delik yang kami laporkan adalah Seorang atau beberapa orang diduga dengan sengaja menyatakan didepan umum rasa permusuhan dan kebencian atau penghinaaan terhadap beberarapa golongan" sambung nya menerangkan.

"Adapun pasalnya kami serahkan kepada pihak penyidik polri (yang berwajib). Agar laporan  tidak salah oleh sebab hanya karena pasal yang tidak tepat. Padahal bukti delik kuat dan sepengetahuan umum atau sulit dibantahkan, (terpublish di yutube dan tv one  & media sosial lainnya) dan ada terdapat ekses yakni rumah BD disatroni" terang Damai Hari Lubis.

"Maka demi penegakan hukum, dan menimbang adanya himbauan IB HRS, Kami TPUA melalui Pelapor Senior Hukum Prof. Dr. H. Eggi Sudjana Mastal, SH. MSi selaku Ketua Umum TPUA dan saya sendiri selaku Sekjen TPUA juga merangkap sementara sebagai lawyer pada saat pelaporan juga selaku saksi BAP pada Laporan ini" sambung Damai Hari Lubis dalam keterangan tertulisnya.

Damai juga berharap agar pelaporan ini menjadi pengetahuan publik bahwa dikala hukum dilanggar masyarakat mesti turut berfungsi sebagai alat kontrol  sosial dan fungsi hukum agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya kembali. Terlebih kasus pembakaran poster Habib Rizieq Shihab yang sangat viral diberbagai media karena tidak mempan dibakar oleh massa. (SB)
Komentar Anda

Terkini: