Ismail : Umat Beragama Harus Waspada Karena Syahwat Elit-elit DPR & MPR Ngotot Ganti Pancasila!

/ August 10, 2020 / 1:48 PM
Bagikan:
H.M. Ismail, SH. MH

SUARABERKARYA.COM, Cisarua - DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), MPR RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan pemerintah  jangan "kudeta" hak dan keinginan Rakyat Indonesia yang mayoritas menolak RUU HIP, RUU BPIP dan minta lembaga BPIP dibubarkan. Syahwat elit elit DPR dan MPR masih sangat tinggi buat ganti Ideologi Pancasila. Oleh karena itu umat beragama di Indonesia wajib waspada. Jangan ulangi sejarah kejatuhan Presiden Sukarno akibat konsep "Nawaksara" nya.

"Permainan elit-elit di DPR, MPR dan Pemerintah sudah sangat jelas terlihat serta dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia. Mereka tidak dapat menahan syahwat berupaya terus untuk mengganti Pancasila. Merubah nama draft RUU HIP menjadi RUU BPIP adalah gerakan akal-akalan yang brutal, brutal dan brutal. Karena ruh, jiwa atau semangat RUU HIP ataupun RUU BPIP itu ujung ujungnya  untuk mengganti Ideologi Pancasila ke Ideologi kafir komunis" ujar H.M Ismail, SH, MH, Ketua Umum PWNBN (Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro) usai menutup Rakernas PWNBN, Senin (10/08/2020) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Kenapa Ismail menyebut DPR, MPR  dan Pemerintah telah kudeta hak dan keinginan rakyat ?. Menurut dia dahsyatnya unjuk rasa di seluruh daerah oleh umat dan tokoh tokoh semua agama di Indonesia adalah jelas menolak bentuk draft apapun untuk perubahan butir butir isi Pancasila. Dengan dimasukannya draft perubahan RUU HIP menjadi RUU BPIP dan akan dibahas oleh DPR RI diduga rakyat akan tertipu lagi untuk kesekian kalinya. Bisa saja pada waktunya Rakyat Indonesia setelah bangun tidur akan kecolongan Dasar Negaranya bukan Pancasila lagi.

H.M.Ismail yang juga Ketua Tim Advokasi Majelis Dzikir Rhuha Al Habsyi Indonesia wanti wanti kepada semua Umat Beragama yang ada di Indonesia untuk waspada jangan sampai kecolongan lagi. Jangan sampai modus  "gerakan tengah malam"  pengumuman sebuah Keputusan Pemerintah dilakukan terjadi lagi. Umat beragama harus cegah tragedi seperti pengumuman hasil Pilpres oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) atau pengumuman Revisi Undang Undang KPK yang lalu terulang lagi. Jika Lembaga Legislatif dan Eksekutif mau jujur, terbuka kenapa proses pengesahan keputusan penting untuk rakyat dilakukan diam diam.

"Sudah sangat jelas perilaku gerombolan pembuat makar itu melahirkan RUU HIP atau RUU BPIP  diduga ingin mencopot peran Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap sendi sendi kehidupan Umat beragama di Indonesia," tegasnya.

Diingatkan oleh Ismail jangan lakukan lagi kesalahan yang pernah dilakukan Presiden RI Sukarno. Karena pada  puncak kejayaannya dalam sebuah pidato "Nawaksara" menawarkan konsep perubahan Dasar Negara dari Pancasila menjadi Ekasila. Konsep itulah yang kemudian mengantarkan Bung Karno pada kejatuhannya. (SB)
Komentar Anda

Terkini: