KAMI Sempurnakan Kekuatan Barisan Oposisi

/ August 12, 2020 / 5:26 PM
Bagikan:
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ramai dibahas diberbagai media kini menjadi sebuah kekuatan baru bagi pihak oposisi ditengah krisis multi dimensi saat ini.

Sebuah kekuatan baru guna mendukung gerbong-gerbong oposisi pada barisan ulama, umat dan rakyat terdahulunya seperti FPI, GNPF dan PA 212. KAMI juga diharapkan bisa melengkapi dan memperkuat barisan oposisi dari multi dimensi. Baik agama, suku, etnis, profesi serta latar belakang lainnya.

Salah satu aktivis yang saat ini menjadi terpidana atas tuduhan penggagalan pelantikan presiden, Jalih Pitoeng sangat mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh KAMI.

"Itu sebuah perkembangan yang sangat bagus dan progresif dalam menampung, memperjuangkan aspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang ditengah keperihatinan bangsa saat ini" ungkap Jalih Pitoeng saat menghubungi redaksi, Rabu (12/08/2020)

"Dengan kehadiran ulama besar kita KH. Shobri Lubis ketua umum FPI dan Habib Muchsin Alatas pada acara KAMI kemarin, merupakan bukti bahwa islam adalah agama yang rahmatan lilalamin" lanjut aktivis betawi tersebut menegaskan.

"Artinya, itu dapat mematahkan pendapat-pendapat bodoh dan picik yang mengatakan bahwa islam itu keras, intoleran dan lain sebagainya" lanjutnya

Jalih Pitoeng juga menyambut hangat kehadiran Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam pertemuan para  inisiator KAMI. Menurut Jalih Pitoeng, Gatot Nurmantyo adalah seorang prajurit sejati yang memiliki integritas dan cerdas serta sangat religius sekaligus dekat dengan para alim ulama.

Disamping itu, Gatot juga dikenal sebagai pengagum jenderal besar Soedirman yang dikenal sangat pemberani, tegas, bijak dan sangat religius.

Jalih Pitoeng juga menyinggung soal adanya isyu-isyu kebangkitan komunisme akhir-akhir ini yang menimbulkan aksi-aksi unjuk rasa hampir diseluruh tanah air tentang penolakan RUU HIP yang disinyalir akan merongrong Pancasila.

"Ada ga umat agama lain yang membenci Habib Rizieq atau para ulama saat ini?" tanya Jalih Pitoeng

"Ga ada kan. Itu artinya bahwa yang membully, mengecam sekaligus membenci HRS dan para ulama saat ini adalah propaganda kaum anti agama. Kebetulan saat ini islam yang disasar" ungkap Jalih Pitoeng mengingatkan

"Islam itu musuhnya cuma 2 yaitu, Komunis dan Kezholiman (kemungkaran). Islam itu toleran, inklusif dan permisif terhadap keberagaman sesuai dengan Pancasila karena secara historis Pancasila adalah anak kandung umat islam sebagai hasil konsensus para ulama dan pendiri bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai pijakan dalam berbangsa dan bernegara" sambung Jalih Pitoeng

"Makanya baca dan pelajari sejarah perjuangan dan berdirinya negara Indonesia serta peran para ulama" pinta Jalih Pitoeng

"Dan perlu diingat serta digaris bawahi bahwa para ulama kami berjuang sejak pra kemerdekaan hingga saat ini tidak ada yang berjuang untuk mendapatkan sesuatu selain mengharap keridho'an Allah SWT. Resiko memang pasti ada. Difitnah, dipersekusi hingga dikriminalisasi itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah perjuangan ulama sejak dulu kala" kata Jalih Pitoeng mengingatkan.

Sejumlah Tokoh Nasional Kuatkan Perjuangan KAMI

Ditanya kapan Jalih Pitoeng akan pulang atau dibebaskan dari penjara, aktivis yang dikenal lantang dalam menyuarakan kebenaran ini justru balik bertanya.

"Jangan tanya kapan saya pulang. Tapi kapan kezholiman itu ditumbangkan dan hukum bisa ditegakan agar tidak berpihak pada penguasa" Jalih Pitoeng balih bertanya

"Bagi saya, bukan soal sekedar pulang. Tapi rakyat sebagai pemegang kedaulatan harus menang. Saya harus pulang dengan membawa kemenangan! Ingat. Bukan untuk saya! Tapi untuk simbol perjuangan rakyat atas nama kebenaran yang menuntut keadilan" tegas Jalih Pitoeng

"Jika orang-orang melakukan unjuk rasa mengkritik kekeliruan dan kesalahan penguasa dipenjara seperti saya, maka harus berapa ribu ulama, aktivis serta mahasiswa yang harus ditangkap dan dipenjara hari ini. Katanya kita sudah 75 tahun merdeka. Koq belum merdeka menyampaikan pendapat?" tanya Jalih Pitoeng menutup pembicaraan. (SB)
Komentar Anda

Terkini: