Ketua Umum DPR RI : Kehadiran KAMI adalah cita-cita kami

/ August 30, 2020 / 3:00 PM
Bagikan:

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Ramai diskusi diberbagai media tentang deklarasi KAMI mengundang perhatian banyak pihak. Baik rakyat pendukung, penyinyir hingga rezim berkuasa.

Ditengah musibah besar dunia tentang pandemi covid-19 dan krisis multi dimensi, KAMI lahir atas inisiasi para tokoh nasional selaku anak bangsa yang sangat mencintai bangsanya sekaligus kepekaan serta keperihatinannya melihat bangsa saat ini.

Ketua Umum DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia) Jalih Pitoeng menyambut gembira kehadiran KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia).

"KAMI adalah cita cita kami" ungkap Jalih Pitoeng saat menghubungi suaraberkarya.com, Minggu (30/08/2020)

"Pada 30 Agustus 2019 lalu kami DPR RI sudah berteriak mengajak semua pihak untuk menyatukan kekuatan dan menguatkan persatuan dalam rangka memperjuangkan nasib rakyat yang tak berdaya" kenang Jalih Pitoeng setahun aksi yang membangunkan rakyat tersebut.

"GERAKAN 30 AGUSTUS yang kami maksudkan adalah untuk memberi KARPET MERAH kepada khususnya mahasiswa yang mohon maaf saat itu terkesan masih tidur. Sekaligus mengajak para tokoh-tokoh nasional berskala internasional untuk turun gunung menyamakan pandangan dalam memperjuangkan nasib rakyat ditengah ketidakberdayaannya" lanjut aktivis yang akrab disapa BJP ini.

Aktivis yang dikenal lantang inipun menuturkan bahwa dirinya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan bangga dengan para seniornya yang telah menginisiasi sekaligus menjadi deklarator KAMI.

"Alhamdulillah dan saya sangat bangga dengan para senior yang menjadi inisiator sekaligus deklarator KAMI. Beliau adalah tokoh-tokoh nasional berskala internasional yang menurut saya sudah selesai hidupnya kecuali untuk pengabdian terhadap bangsa yang dicintainnya" ungkap Jalih Pitoeng

"Memang harus ada tokoh-tokoh nasional berskala internasional dalam memimpin gerbong oposisi demi memperjuangkan rakyat yang tak berdaya saat ini" sambung Jalih Pitoeng penuh harap.

"Karena jika hanya kami-kami saja yang kecil tak didengar oleh para anggota parlemen yang ada di Senayan sana. Demikian juga penguasa saat ini" keluh Jalih Pitoeng

"Namun walau akhirnya saya kini dipenjara oleh rezim penguasa karena berbeda pandangan, namun saya bersyukur bahwa KAMI telah melanjutkan cita-cita perjuangan kami" ungkap  Jalih Pitoeng penuh semangat.

"Karena harus ada kekuatan oposisi yang kuat sebagai penyeimbang. Karena saya menduga bahwa saat ini cenderung nyaris terjadi disfungsi parlemen saya menyebutnya. Dimana ketika rakyat sudah tidak memiliki artikulator dan aspirator lagi di parlemen maka dia akan mencari salurannya sendiri" terang Jalih Pitoeng

"Sebelumnya kan sudah ada gerbong ulama dan umat seperti FPI, GNPF dan PA 212. Sehingga kehadiran KAMI akan menjadi kesempurnaan barisan oposisi dari segala unsur. Mulai dari Ulama, umat, rakyat, para cendikia, para purna serta para tokoh dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian, beragam suku, etnis dan budaya, akan menambah sempurnanya sebuah gerbong perjuangan rakyat" Jalih Pitoeng menuturkan penuh semangat.

"Jika ada lagi kelompok mahasiswa yang juga memiliki kesamaan flatform perjuangan yang murni kepada rakyat maka akan jauh lebih paripurna. Namun kita belum tahu. Apakah mahasiswa akan ambil bagian dalam perjuangan rakyat atau akan dilupakan dalam sejarah?" tanya BJP mengakhiri percakapannya. (SB)
Komentar Anda

Terkini: