Prabowo Soebianto, Gerbong Oposisi KAMI dan Masa Depan Arah Demokrasi di Indonesia

/ August 11, 2020 / 4:52 PM
Bagikan:
Januar Akbar Hussein

Prabowo Soebianto, Gerbong Oposisi KAMI dan Masa Depan Arah Demokrasi di Indonesia

Oleh : Januar Akbar

Perkembangan politik tanah kian hari kian meningkat eskalasinya. Terutama pasca Pilpres 2019 yang diduga meninggalkan banyak kekecewaan rakyat.

Ditambah dengan berkembangnya isyu-isyu  akan digelontorkannya RUU HIP (Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila) yang menuai protes hampir diseluruh tanah air. Khususnya oleh umat islam beserta ormas-ormas islam dan ormas-ormas serta elemen-elemen lain yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dan cinta terhadap eksistensi NKRI.

Menarik untuk disimak beberapa waktu ini publik disajikan oleh peristiwa demi peristiwa politik nasional yaitu dengan kemunculan para tokoh-tokohnya nasional pasca Pilpres 2019 kemarin mempunyai peranan penting turut serta mengambil bagian di dalamnya.

Pertama, Kongres Luar Biasa Partai Gerindra yang sudah diselenggarakan secara virtual kemarin dengan keputusannya mendudukan lagi Prabowo Soebianto sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra serta menetapkan kembali sang macan asia tersebut sebagai calon presiden yang akan tampil pada pemilu 2024 nanti.

Kedua, yang menarik selanjutnya adalah peristiwa politik yaitu terjadinya konsolidasi tingkat nasional yang di sponsori dan dimotori oleh tokoh-tokoh bangsa dan keummatan yang peduli seperti Rachmawati Soekarnoputri, Din Syamsudin, Gatot Nurmantyo yang mencetuskan Gerbong Oposisi KAMI kepanjangan dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dimana, suka atau tidak suka bahwa tidak bisa dipungkiri inisiator atau motor penggerak Gerbong Oposisi KAMI tersebut adalah berisi para tokoh-tokoh bangsa yang pada Pilpres 2019 kemarin sudah berjuang bahkan menjadi "Die Hard-nya Prabowo Soebianto sebagai Capres" seperti Eggi Sudjana, Lieus Sungkharisma, Jumhur Hidayat, Ahmad Yani, KH.Shobri Lubis dan masih banyak tokoh-tokoh nasional lainnya.

Dimana dengan keteguhan sikapnya para Tokoh-tokoh Bangsa tersebut mau bermanuver untuk berlawanan terhadap Prabowo Soebianto yang saat ini menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan Jokowi.

Langkah ini merupakan sebuah wujud terhadap kecintaan para tokoh nasional atas kondisi bangsa saat ini. Dan ini merupakan sesuatu yang sangat diharapkan oleh salah satu penggagas sekaligus ketua umum DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia) Muhidin Jalih alias Bang Jalih Pitoeng bersama sekjend Januar Akbar yang telah merajut kesadaran dengan menggelar Aksi Unjuk Rasa yang bertema GERAKAN 30 AGUSTUS 2019 "Rakyat Menuntut Keadilan" di DPR MPR setahun yang lalu.

Konsolidasi nasional seperti KAMI inilah sesungguhmya yang diharapkan oleh kedua pucuk pimpinan DPR RI dalam merajut kesatuan anak bangsa untuk dapat mengembalikan cita-cita proklamasi demi terciptanya rasa keadilan dan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Secara khusus tentunya publik harus mensikapi dan mengapresiasi diantara kedua pilihan strategis ini yaitu ada hasil KLB Partai Gerindra yang mencalonkan kembali Prabowo Soebianto sebagai presiden pada pemilu 2024 nanti, dan disisi lain adalah pilihan sikap konsisten yang tegas yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh bangsa tadi yang pernah menjadi sponsor dan combatan utama Prabowo Soebianto pada pilpres 2019 sebagai sebuah  dialetika kebangsaan dan wacana demokrasi visioner yang kongkrit.

Sedikit tambahan untuk kita semua bahwa jangan lah sekali-sekali proses eskalasi politik ini  dianggap enteng, kemunculan barisan Gerbong Oposisi KAMI  merupakan terobosan baru yang nantinya juga akan menentukan masa depan kepemimpinan serta arah Demokrasi yang berkeadilan demi mewujudkan perubahan di Indonesia. (SB)
Komentar Anda

Terkini: