Santri Nyaris Jadi Sasaran Rekayasa Narkoba di Sampang

/ August 25, 2020 / 3:30 PM
Bagikan:
Pengasuh Pondok beserta ulama dan tokoh masyarakat Robatal saat berikan keterangan

SUARABERKARYA, SAMPANG – Salah seorang santri di lembaga pesantren di Kecamatan Robatal Sampang diduga jadi korban fitnah menyimpan narkoba oleh salah seorang oknum kepolisian setempat.

Akibat dari kejadian tersebut, pihak kepolisian yang hendak mengamankan santri tersebut ditahan oleh majelis pengasuh pondok pesantren hingga larut malam. Selasa (24/08/2020).

Menurut keterangan salah seorang saksi IM (29) sekaligus simpatisan Pondok Pesantren menjelaskan, santri yang diduga kedapatan menyimpan barang haram tersebut dirasa tidak masuk akal.

Menurut pihaknya ada dugaan kepentingan dari beberapa kalangan tentang ajaran yang berada dilembaga islam tersebut. Ia mengkhawatirkan ingin menjebak pengasuh Pondok Pesantren soal ajaran pemahaman didalamnya.

“Yang kami takutkan ini adalah jebakan tentang ajaran di pesantren ini. Tentu santri menjadi satu-satunya cara untuk menjerumuskan lembaganya dengan merekayasa santri memakai narkoba,” kata IM.

IM menambahkan, pada  Senin (24/08/2020) petang, lembaga pesantrena yang berada di Desa Pandiangan ini ada aktivitas ramai dengan kunjungan wali santri untuk mengunjungi anaknya di Pesantren. Nah disitu terdapat keluarga santri yang hendak masuk ke pesantren diberi barang oleh orang tidak dikenal dan menyuruh untuk dibawa masuk kedalam.

“Yang dikasih barang ini masih anak-anak. Tidak lain adalah adik santri yang mondok itu,” cerita IM.

Setibanya didalam pondok, ada seorang yang menerima telepon untuk menghampiri anak yang saat itu sedang berada di gardu tempat biasanya santri dikunjungi. Tak lama saat berinteraksi, barang tersebut disuruh untuk diberikan kepada kakaknya.

“Saat barang tersebut diambil dari pecinya, seketika itu ada aparat yang langsung menciduknya dan dibawa ke Mapolsek Robatal,” tambah IM.

Kepanikan sempat terjadi, saat ada aparat datang kedua kalinya ke pondok tersebut untuk mengambil barang bukti sepeda motor yang saat itu dikendarai oleh keluarga korban. Akibatnya orang tua santri dan para simpatisan tidak terima dengan kejadian tersebut. Mereka menduga ada fitnah yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Polisi yang sempat masuk ke pesantren tersebut ditahan oleh pengasuh. Para alumni yang datang ke pesantren tersebut meminta aparat yang sengaja memberi narkoba tersebut untuk didatangkan dan mengakui kelakuannya.

Akibat kericuhan tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz datang ke pesantren tersebut untuk menenangkan massa yang sudah tampak tidak kondusif lagi.

Salah seorang tokoh bernama H. Idi sempat berdiskusi dengan para keluarga pesantren untuk meredam emosi masa dan mencari jalan keluar atas kejadian tersebut.

H. Idi berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian itu. Hal tersebut ia sampaikan demi menjaga kondusifitas ketertiban umum di Kabupaten Sampang. Tentunya semua elemen harus ikut berperan mulai dari kepolisian, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Tadi kami sudah sepakat dengan pengasuh pondok pesantren dan kepolisian untuk satu pintu dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kami minta kepada masyarakat untuk tetap tenang agar Sampang tetap kondusif,” pungkas H. Idi
Sumber : madurapost.id
Komentar Anda

Terkini: