Partai Berkarya Riau tolak Bacalon usungan Beringin Karya Riau "KPUD Harus Jeli..."

/ September 8, 2020 / 12:14 AM
Bagikan:

 


Suaraberkarya.com - Terakait partai pengusung calon-calon Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.

Selaku Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Riau Fajar Menanti Simanjuntak, mengatakan kepada awak media, "saya sangat keberatan atas penolakan atau tidak diterimanya calon bupati dan wakil bupati yang diusulkan dan didukung di Kab, Indragiri hulu dan Kab. Rokan Hilir oleh Partai Berkarya yang B1 KWK nya ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum Partai Berkarya H. Hutomo Mandala Putra, SH. dan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Drs.H. Priyo Budi Santoso, M.AP." Geram Fajar Menanti melanjutkan perkataannya "KPU mengatakan, telah menerima calon-calon Pilkada dari Partai Beringin Karya(Berkarya) yang dimana SK terbitan Menkuham No. M.HH-17.11.01 Tahun 2020 tentang pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya(Berkaya) periode 2020-2025 tanggal 30 Juli 2020 itu adanya hasil Munalub yang dipimpin Ketum Muchdi Purwoprajono dan Sekjen Badaruddin Andi Picunang".pungkasnya.

Diketahui atas terbitnya SK Menkuham tersebut, DPW dan DPD Partai Berkarya beranggapan telah di dizalimi dan ilegal dikarenakan seluruh Pengurus DPW dan DPD tidak dilibatkan dalam munaslub tersebut. Dan rekan-rekan mereka yang menggelar munaslub tersebut sudah dipecat dalam Rampinas DPP Partai Berkarya.    

Fajar menambahkan "kami sudah melayangkan surat keberatan ke instansi terkait dalam hal angapan Munaslub itu Ilegal, tidak melibatkan kepungurusan dari semua tingkatan".

Setelah SK Menkuham terbit, Ketum Muchdi Purwoprajono dan sekjen Badaruddin Andi Picunang membentuk kepengurusan di semua tingkatan di daerah yang ada Pilkada dan Merubah Sipol KPU yang kepengurusan DPW & DPD yang sah peserta pemilu 2019 Partai Berkarya dibawah komando H. Hutomo Mandala Putra, SH. dan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Drs.H. Priyo Budi Santoso, M.AP.

Fajar menambahkan "Kami atas nama DPW dan DPD Partai berkarya merasa sangat dirugikan atas permainan Politik Kotor ini selain proses Hukum masih berjalan Pidana/Perdata/PTUN dan surat jawaban Menkuham No. 3 dikatakan Agar menyelesaikan Sangketa Partai melalui Mahkamh Partai, artinya Menkuham mengakui SK nya sementara sampai ada penyelesaian Interennya dalam jawaban surat Menkuham No. AHU.UM.01.01-729". "Kami menanggapi Partai Beringin Karya bukan Partai peserta pemilu dibawah kepemipinan Muchdi Purwoprajono dan Badaruddin Andi Picunang dengan penolakkan Calon Bupati kami di Pilkada tentunya sangat merugikan keberadaan kami sebagai peserta Pemilu.", pungkasnya.
Dalam Konfrensi Perss ini Fajar Menanti Simanjuntak mengkomandoi langsung, serta memberikan arahan kepada anggota pengurus DPW dan DPD se - Riau.

Fajar Menanti Simanjuntak dengan tegas mengatakan "kami meminta kepada KPUD Riau agar mengugurkan Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin karya (BERKARYA) periode 2020-2025 dengan SK Menkuham NO.M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020 Tertanggal 30 Juli 2020 serta Hasil Pemilu DPRD 2019 yang kami anggap tidak sah
 dan Illegal", pungkasnya.

Fajar Menanti Simanjuntak dihubungi koresponden suaraberkaryaTV channel pengembangan suaraberkarya.com melalui kontributor Mitha. (elhanza)

Komentar Anda

Terkini: