Peringati Hari Tani Nasional Tani Karya Sah Dideklarasikan tepat pukul 12.00 WITA Di Penajam Paser Utara - Kalimantan Timur

/ September 24, 2020 / 8:35 PM
Bagikan:

 

Tim Tani Karya Agro Solution bersama Petani

Kalimantan Timur 24 September 2020. Resmi dideklarasikan Tani Karya Agro Solution bertepatan dengan Peringatan Hari Tani Nasional 24 September 2020. Tani Karya didirikan untuk mendongkrak lajunya pertanian diseluruh Indonesia. Tani Karya hadir untuk memberikan bimbingan kepada petani dan membantu petani untuk menjual hasil tani nya. Acara deklarasi Tani Karya Agro Solution dibarengkan dengan launching website tanikarya.id tepat pukul 12.00WITA diacarakan di Desa Labangka Barat Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara. Sumaria Daeng Toba mengatakan "Program yang diadopsi oleh Tani Karya adalah program lanjutan Pak Harto dalam menanggulangi sektor pertanian untuk dioptimalkan menuju swasembada pangan”. Program Pak Harto  dlanjutkan dan dikomandoi langsung oleh Tommy Soeharto, putra bungsu Pak Harto dengan pola Ekonomi Kerakyatan, dari rakyat oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sementara pengembangan ekonomi kerakyatan itu di kolaborasikan dengan program Tani Karya ini, dan kami disini tim Tani Karya sebagai pelaksana saja, kami pelaksana dilapangan”, pungkasnya.

Acara Peringatan Hari Tani Nasional 2020 yang dilaksanakan Di Desa Labangka Barat Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara dihadiri oleh para petani, tokoh masyarakat, kepala desa, dan babinsa. Acara digelar dijalan tengah pesawahan dengan mengikuti protaf PSBB Covid-19. Dimana semua orang yang hadir wajib mencuci tangan, chek suhu tubuh, serta tetap memakai masker.

Elhan Zakaria Jayanagara membacakan deklarasi   dan Launching Website tanikarya.id. Elhan mengatakan kepada media " Tani Karya Hadir dengan tagline Demi Petani Solid, Modern, dan Bahagia",. Elhan menambahkan bahwa “petani harus bahagia, banyak cara untuk bahagia dan tani karya hadir untuk membantu memasarkan hasil tani para petani, kami hanya memasarkan hasil tani, membimbing petani, dan memperbaiki atau menambahkan kekurangan atau memberikan solusi atas dasar kesusahan yang dihadapi petani", pungkasnya.

 Elhan menambahkan, “Kami tidak memberikan Kredit Usaha Rakyat atau KUR, atau Pembiayaan, namun kami berikan solusi contohnya petani susah jual hasil tani nya, maka kami tim Tani Karya  bantu jual dan marketingkan, jika perlu pupuk, kami akan berikan rekomendasi atau jika perlu dibuat pabrik pupuk yang tidak jauh dari lokasi tani”. Dihubungi melalui selular Elhan mengatakan hal ini disampaikan agar tidak terjadi gagal informasi karena banyaknya program untuk petani baik dari pemerintahan setempat atau dari trader, dikhawatirkan beberapa masyarakat tertukar, Tani Karya dikira dari tim KUR atau Pembiayaan.

Sementara Sumaria Daeng Toba menutup acara dengan tanya jawab sepertihalnya pada  masa Presiden Soeharto menggelar kelompencapir. Banyak mendengar keluhan petani dan langsung berikan solusi. Sepertihalnya petani meminta bantuan solusi untuk Irigasi yang sangat diperlukan di Penajam. Suamria mengatakan "Tunggu saja, bantu saya Doa, sebetulnya Tani Karya didirikan untuk menjalankan program tahun 2021, namun tidak menutup kemungkinan kami Tim Tani Karya bisa kembali ke sini bulan depan, karena memang kebutuhan yang mendesak”, pungkasnya.

Selesai dari Desa Labangka Barat Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara, Tim Tani Karya Agro Solution menemui petani di Desa Damit Kecmatan Paser Balengkong Kabupaten Paser Tanah Grogot. Di Desa Damit tim Tani Karya juga disambut penuh suka cita. Acara digelar dengan menjunjung tinggi protaf PSBB Covid-19. 

Sama seperti Di Desa Labangka Barat, acara digelar seperti acara kelompencapir atau kelompok, pendengar, pembaca, dan pemirsa. Suasana ini sangat mengesankan dimana para petani bisa langsung menceritakan hambatan yang dialami. Sementara Sumaria Daeng Toba memberikan solusi atas dasar pengalamannya. Acara selesai ditutup dengan foto bersama dan mengunjungi lokasi sawah yang sebentar lagi akan panen. Kegiatan di Kalimantan Timur dihadiri oleh Mujahidin Djenar kordinator Tani Karya DKI Jakarta.

Sumaria Daeng Toba sebelumnya sudah bertahun tahun turun langsung membimbing petani. Salahsatu peta perjalanannya adalah membimbing petani nanas di Bukit Soeharto. Hasil tani nya diolah dan dijual kemasan makanan olahan dari nanas. Selain itu Sumaria daeng Toba juga membina petani ikan dan membuat produk ekonomi kreatif dengan menjual ikan kemasan seperti sardine. Sumaria membina Ekonomi Kreatif di Lapas – Lapas dengan tujuan mengembangkan bisnis depelopment program untuk para narapidana.

Sumaria Daeng Toba (Ibu Tani Indonesia)

Hal ini dilakukan agar ketika narapidana habis masa tahanaannya bisa kembali berkarya ditengah masyarakat. Sumaria Daeng Toba bukan baru mengawali pembinaan dan pembimbingan terhadap petani di Tani Karya, jauh sebelum hari ini Tani Karya dilahirkan sudah melakukan hal yang sama dengan organisasi lainnya. Dari pribadi Sumaria Daeng Toba sendiri Tani Karya adalah bentuk kolaborasi sebagai bentuk cinta kasih dan hormat terhadap sosok Soeharto, Bapak pembangunan dan Penjaga Kedaulatan Republik Indonesia. Ditanya redaksi  soal kepartaian Elhan Zakaria Jayanagara sebagai Direktur Program Tani Karya mengatakan “Program Tani Karya belum menjadi program partai yang dikomandoi oleh Tommy Soeharto, namun hal ini tidak menutup kemungkinan Program Tani Karya bisa daiadopsi dan  diaplikasikan menjadi Bisnis Unit dan dikelola Partai untuk pengembangan lebih cepat karena ketua DPW dan DPD Se – Indonesia menjadi ketua kelompok tani dan ternak serta perikanan, toh ini bisa memeberikan masukan dan menjadikan roda ekonomi berjalan, dan program Tani Karya ini bisa langsung dijadikan program Partai, Jika Tommy Soeharto menginginkannya", pungkasnya. -RED

Komentar Anda

Terkini: