KUWALAT POLITIK OKNUM PETINGGI BERKARYA

/ February 10, 2021 / 12:30 PM
Bagikan:


H. Anhar Nasution


Ketika pertama kali Sahabat Saya Bung ERWIN KALO mengajak Saya bergabung dengan partai Besutan Bung Hutomo Mandala Putra,(dalam perjalanan nya Saya dipercayai sebagai anggota MAHKAMAH PARTAI dengan SK yg Syah ditandatangani SEKJEN dan KETUM Partai Berkarya). Terbesit dalam hati Saya Nama Pak Hato sangat tepat menjadi Aikon Partai, lantas dilanjutkan dengan Ajakan mas Priyo budisantoso ketika itu mengajak beberapa kawan2 mantan Anggota DPR RI bertandang, bersilaturahmi ke Cendana di Kediaman Mas Tomi sapaan Akrab Putra bungsu Pak Harto. Saat itu bulan puasa, kami disuguhi beberapa butir Kurma Istimewa untuk buka puasa. Dilanjutkan beberapa kali pertemuan dengan Mas Tomi di Granadi namun Saya belum menentukan sikap ikut bergabung dengan Partai Berkarya.

Berselang beberapa waktu Sahabat Saya dari Banten Bung Aries menelpon dan meyakinkan Saya untuk gabung dan membantu Bung Heldi Sebagai Ketua DPW Banten, mengingat kami sama2 Kader Pemuda Pancasila dan Beliau ketua di Cilegon Saya merasa tertantang untuk membantu Beliau.

Singkat nya Saya segera mempersiapkan persyaratan2 untuk ikut Sebagai CALEG DPR RI DAPIL Banten 1. Nah saat ini lah saya merasakan kedaan  perjuangan Partai Politik yang sulit untuk  di ungkapkan, padahal menurut pikiran dan pengalaman Politik Saya dengan mengusung nama besar pak Harto sebagai Bapak pembangunan harus nya sangat mudah untuk mencari simpati dan suara Rakyat. Saya   simpul kan melalui torehan tulisan2 Saya sejak setahun sebelum bergabung dengan partai Berkarya kami sesama pencinta Soeharto membentuk wadah Portal SOEHARTONESIA..melalui wadah jurnalistik inilah kami memantau dan menerima masukan2 dari masyarakat betapa banyak nya Rakyat pencinta Soeharto dan bahkan merindukan Beliau yang mampu membuat rasa Aman, nyaman dan bangga sebagai Bangsa Indonesia.

Kedaan Rumit dan kontradiktif atas keberadaan Partai Berkarya ini lebih kepada tidak harmonisnya hubungan Petinggi DPP khusus nya KSB dan tidak didukung oleh rasa kebersamaan dan Motivasi yang tinggi dari lengurus2 Partai. Hal ini Dikarenakan pemahaman Cara2 berpartai belum sempat dilakukan secara baik sehingga tidak memiliki Visi dan misi yang sama.

Bom waktu itu pun meledak. Pasca pemilu 2019 ada sekelompok petinggi Partai yang konon di Motori Sekjen mengungkapkan rasa kecewa dan marah nya pada pejabat Sekjen yang  dianggap tidak mampu mengelola patai dengan baik bahkan ter indikasi melakukan penyimpangan keuangan dan tuduhan itu sampai sekarang belum bisa dibuktikan.

Pembangkangan beberapa oknum petinggi  partai tersebut di jawab dengan rapat Pleno lengkap DPP Partai Berkarya yang dipimpin langsung Bapak Hutomo mandala Putra tanggal 8 juli 202  dengan keputusan memberhentikan beberapa pejabat teras DPP termasuk Saudara DR.H.Badaruddin Andi Picunang. Yang dilanjutkan penetapannya  pada RAPIMNAS tgl 8 (malam) sampai dengan tgl 9 juli 2021.

Berselang beberapa hari kemudian oknum2 pejabat DPP partai Berkarya tersebut melaksanakan MUNASLUB dan mengakui Bahwa mereka adalah kepengurusan Berkarya yang Syah selanjutnya kelompok ini dengan cepat dan tergesa2 melaporkan dan mendaftarkan nya  ke Kemenkumham atas nama PARTAI BERINGIN KARYA (BERKARYA) dalam waktu relatif singkat, konon katanya menjelang Mentri berangkat keluar Negri ada Staf dikemenkumham menyodorkan berkas2 partai Berkarya untuk ditanda tangani mentri. Karena melihat pada berkas2 hasil MUNASLUB itu ada tercantum Nama HUTOMO MANDALA PUTRA Sebagai Ketua Dewan Pembina dan beberapa pendiri, petinggi DPP Partai Berkarya juga ikut tercantum disana maka tentunya pak Mentri menjadi yakin bahwa ini adalah hasil keputusan MUNASLUB Partai yang SYAH dan telah menjalankan amanah AD/ART Partai. lantas terbitlah SK atas nama PARTAI  BERINGIN KARYA (BERKARYA). Sebetulnya hal ini tidak akan menjadi masaalah bagi kader2 dan pengurus partai Berkarya karena toh namanya beda, namun adahal yang sangat mendasar pada SK Menkumham itu juga menyatakan MENCABUT HAK2 DAN KEWENANGAN PARTAI BERKARYA.(klausul ini saya duga merupakan sisipan oknum pejabat Kemenkumham atas pesanan Pemohon yang tidak sempat dibaca pak Mentri). Disinilah Polemik Hukum muncul dimana Pihak Patai BERKARYA merasa bahwa SK Kemenkumham itu Cacat Hukum dan Cacat Administrasi,  maka melalui Tim Hukum nya Partai Berkarya mengajukan gugatan ke PTUN. Dan untuk kita ketahui bersama seyogianya Sebuah Keputusan Lembaga Pemerintah yang digugat ke Lembaga  hukum dalam hal ini PTUN otomatis Surat keputusan tersebut harus diuji keabsahannya dan objek putusan tersebut dengan sendirinya belum berkekuatan hukum dan Syah untuk melakukan aktivitas apapun (Status Quo). Sementara itu pihak Penggugat (Partai Barkarya) diberikan Hak hukum untuk menggunakan simbul2 dan atribut Partai untuk membela diri termasuklah rapat2 dan konsolidasi.

Seiring berjalannya waktu  proses hukum perkara di PTUN berlangsung, Tsuname politik pun terjadi pada kelompok Partai Beringin Karya (Berkarya) yang dalam aktivitas nya sudah sering menggunakan nama Partai BERKARA dan memberikan Rekomendasi pada calon2 Kepala daerah untuk maju ikut Pilkada dan bahkan diduga kuat telah melakukan intimidasi kepada Anggota DPRD Partai Berkaya Tingkat Propinsi dan Kabupaten kota..Jika tidak bergabung dan memberikan kontribusi kewajiban Partai akan dikenakan sangsi Recal..

Perbuatan sewenang2 inilah rupanya membuat Unsur Mahkamah Partai yang diketuai oleh Bapak Mayjen TNI Samsoel Djalal Marah besar. Sosok mantan Prajurit TNI yg kita kenal Taat Huku, sangat Idealis dan penuh kesantunan ini menggelar rapat pleno Partai Beringin Karya (Berkarya) tanggal 27 Januari 2021 dan mengeluarkan Surat Keputusan Mahkamah Partai Nomor. 003MP/Pts-PIP/PBK/1/2021 berisikan Pemberhentian TETAP Sekretaris Jendral Partai Beringin Karya (Berkarya) atasnama DR.H. BADARUDDIN ANDI PICUNANG, ST.MM.MAP.M.T..

Keputusan ini mutlak dan Syah mengacu kepada Undang-Undang Partai Politik..nomor 2 tahun 2011 pasal 16 ayat 2 tentang pemberhentian Anggota partai Politik.

Saudara2 ku Sebangsa dan setanah Air bercermin dari kejadian di internal Kami ini, Saya ingin mengetuk hati kita sesama anak Bangsa yang mengabdikan dirinya melalui Kegiatan Politik untuk mengisi

Pembangunan, marilah kita berpolitik dengan santun dan menurut kaidah2 hukum dan Polotik. Bagi seorang Pilitisi sejati bahwa Berpolitik itu adalah Seni dan seni itu Indah dengan dilandasi musyawarah untuk ber Demokrasi dan demokrasi itu unsurnya kebersamaan dan kesetaraan..

Jangan kita kotori dengan ambisi dan keserakahan yang ber akibat pada kahancuran Ingat Kuwalat Politik yang terjadi dalam hitungan bulan pada Oknum partai Kami menjadi Contoh bagi kita semua...

Oleh : H. Anhar Nasution

Anggota DPR RI Periode 2004 s/d 2009.





Komentar Anda

Terkini: