Eggi Sudjana Layangkan Gugatan Terhadap Presiden Jokowi dan DPR RI

/ April 30, 2021 / 2:24 PM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Keterpurukan Ekonomi dibawah pandemi Covid-19 bagi Jokowi adalah sesuatu yang kurang menyenangkan. Belum lagi neraca keuangan negara yang dikabarkan kurang baik seperti yang sebagaimana diharapkan.

Begitu juga hutang luar negeri yang semakin meningkat. Baik hutang pokok maupun bunga hutang serta hutang baru untuk menutupi hutang sebelumnya.

Kemudian masih banyak lagi diantaranya adalah carut-marutnya penerapan hukum sebagaimana kita ketahui bersama. Mulai dari penangkapan para aktivis, alim ulama hingga pembubaran ormas yang tidak lazim sebagaimana mestinya.

Fungsi negara mencerdaskan bangsa sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 sebagai platform dalam berbangsa dan bernegara terkesan justru terbalik.

Rakyat dipertontonkan dengan sajian pristiwa-pristiwa yang jauh dari tujuan dan cita-cita proklamasi. Rakyat butuh pencerdasan dan percontohan serta tuntunan bukan tontonan yang memalukan.

Semua itu menggambarkan bahwa Indonesia sedang mengalami banyak masalah.

Namun Prof. DR. H. H. Eggi Sudjana selaku sosok yang selama ini memperhatikan kegagalan Jokowi dalam memimpin bangsa ini rupanya lebih menitik beratkan kepada persoalan hukum dan politik. Sehingga dirinya merasa terpanggil dan berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah demi kemaslahatan bangsa yang kita cintai ini.

Dikabarkan Eggi Sudjana dkk bersama TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap 2 lembaga yaitu Presiden dan DPR RI.

Saat dikonfirmasi oleh suaraberkarya.com aktivis dan pengacara kondang inipun mengamininya.

"Ya betul. Kami bersama TPUA akan melakukan gugatan terhadap presiden Jokowi dan DPR" kata Eggi, Jum'at (30/04/2021)

Eggi juga menuturkan banyaknya pelanggaran yang telah dilakukan oleh presiden Jokowi selama menjabat sebagai presiden.

"Banyak yang dilanggar oleh Jokowi sebagai presiden selama ini" lanjut Eggi Sudjana.

Didesak apa saja yang akan digugat, ketua umum TPUA ini menjawab singkat.

"Nanti saja ya. Kami sudah siapkan 153 halaman dalam gugatan tersebut" pungkas Eggi Sudjana.

Dihubungi terpisah, salah satu aktivis yang juga sering bersama-sama Eggi Sudjana melakukan gugatan Pemilu ke BAWASLU pada pilpres 2019 lalu, Jalih Pitoeng yang dikenal dekat dengan Eggi Sudjana pun membenarkan rencana gugatan tersebut.

"Saya belum tahu apakah sudah didaftarkan atau belum gugatan tersebut" jawab aktivis kelahiran betawi yang kritis tersebut saat diminta konfirmasi usai sholat Jum'at (30/04/2021)

Ditanya apa saja materi gugatan yang akan dilayangkan, Aktivis Muslim yang pernah menjadi pengadu KPU RI dan BAWASLU RI tentang dugaan kecurangan pemilu 2019 inipun menjawab secara diplomatis.

"Saya tidak punya kompetensi untuk menyampaikan materi gugatan itu" jawab Jalih Pitoeng

"Namun sebagai gambaran saja, bahwa gugatan terhadap presiden salah satunya adalah perbuatan tercela yang dilakukan oleh Jokowi selaku presiden" sambung Jalih Pitoeng memberikan sedikit bocoran atas rencana gugatan.

"Demikan pula halnya terhadap DPR RI. Kita sampaikan sudah. Bahkan melalui unjuk rasa pun sudah kita lakukan. Tapi seakan tidak diakomodir" kenang Jalih Pitoeng.

"Bahkan saya menduga saat ini telah terjadi disfungsi parlemen" imbuh Jalih Pitoeng.

"Semestinya DPR menjalankan fungsi selain fungsi Kontrol, Legislasi dan Anggaran, mereka juga melekat sebagai Aspirator dan Artikulator kita untuk menyerap dan menyampaikan sekaligus memperjuangkan suara rakyat bukan hanya memenuhi keinginan Fraksi atau partai saja" pungkas Jalih Pitoeng.

Damai Hari Lubis saat dihubungi juga membenarkan agenda TPUA tersebut.

"Insya Allah kami akan daftarkan gugatan  tersebut secara resmi untuk mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Senin besok" ungkap Damai Hari Lubis.

"Namun pendaftaran secara online, Alhamdulillah tim kami sudah mendaftarkannya" jelas Damai Hari Lubis

Sekretaris Jenderal TPUA yang tak asing dalam perjuangan 212 ini juga memaparkan bahwa  ada 20 lebih pengacara yang akan mendampingi banyak prinsipal atau penggugat tersebut.

"Hampir 20 pengacara lebih nanti yang akan mendampingi para prinsipal atau penggugat" pungkasnya. (SB)

Komentar Anda

Terkini: