Masyumi Bisa Jadi Partai Besar Jika Umat Islam Sadar

/ April 25, 2021 / 7:34 AM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, Jakarta - Ditengah gonjang-ganjing politik tanah air serta terpuruknya ekonomi akibat pandemi Covid-19 negeri ini, partai yang pernah berjaya di era orde lama kini dibangkitkan kembali.

Sehingga banyak dimasyarakat orang menyebutnya "Masyumi Reborn". Partai besutan Ahmad Yani dan Abdullah Hehamahua diharapkan mampu menempuh tahapan-tahapan sebagai partai calon peserta pemilu.

"Ini adalah momentum yang tepat" kata Jalih Pitoeng saat dihubungi suaraberkarya.com, Sabtu (24/04/2021).

"Insya Allah Partai Masyumi akan menjadi partai yang besar. Asal umat islam sadar dan mau bersatu" sambung Jalih Pitoeng

"Dipuncak kekecewaan umat islam atas berbagai pristiwa saat ini, baik politik maupun hukum, nampaknya Bang Yani dan Abi (Red-Abdullah Hehamahua) sangat cerdas dalam menangkap fenomena saat ini" tutur Jalih Pitoeng

Menurutnya, partai Masyumi sudah tinggal mendaftarkan sekaligus menyusun kepengurusan ditingkat provinsi, kabupaten kota serta pengurus tingkat kecamatan guna memenuhi syarat administrasi maupun faktual sebagai partai calon peserta pemilu.

"Masyumi hanya tinggal mendaftar dan menyusun kepengurusan dari tingkat pusat, 34 provinsi, 514 daerah kabupaten kota hingga pengurus di kecamatan. Rasanya tidak terlalu sulit untuk menyusun dan membentuk kepengurusan sebuah partai yang berbasis massa umat islam. Demikian juga untuk memenuhi syarat Verifikasi Administrasi dan Verifikasi Faktual yang harus memiliki 1.500 anggota partai" ungkap Jalih Pitoeng

"Terlebih para penggagas dan pengurusnya terdiri dari para alim ulama dan orang-orang yang bersih serta peduli terhadap umat. Yang penting umat islam mau sadar dan bersatu" sambung Jalih Pitoeng penuh harap.

Aktivis yang juga pernah ikut mendirikan sekaligus ikut membesarkan partai besutan Tommy Soeharto ini mengatakan tidak terlalu sulit untuk membangun sebuah partai berbasis keumatan. Yang penting para pendiri tetap memegang teguh komitmen dan menjalankan fungsi partai secara hakiki bukan sekedar menjadikan alat untuk merebut kekuasaan semata dan mengingkari tujuan dan cita-cita partai politik sebagai kelanjutan dari cita-cita proklamasi kemerdekaan bangsa ini.

"Bagi partai berbasis keumatan seperti Masyumi, sesungguhnya tidak terlalu sulit. Yang terpenting adalah para pendiri partai tetap memegang teguh komitmen dan menjalankan fungsi partai secara hakiki. Artinya bisa memenuhi kehausan umat yang merindukan figur-figur serta politisi yang berfungsi mewakili rakyat dan umat bukan hanya menjadi wakil partai yang kerap mengecewakan para pemilihnya" imbuh Jalih Pitoeng

"Dahulu kami juga pernah mengalami ikut membangun dan mengembangkan bahkan ikut meloloskan partai baru sebagai calon peserta pemilu yang boleh dikatakan mohon maaf dengan istilah yang saya gunakan saat itu 'Nol Rupiah' faktanya bisa. Apalagi ini partai berbasis keumatan. Kuncinya yaitu tadi kesadaran umat islam yang setinggi-tingginya atas kekecewaan yang mereka alami saat ini" kenang Jalih Pitoeng

Menanggapi beredarnya rumor bahwa Partai Masyumi akan menarik Habib Rizieq Syihab, aktivis muslim yang dikenal kritis dan objektif ini spontan menjawab.

"Tidak mungkin. Beliau tidak mungkin mau. Karena prinsip ulama adalah memimpin umat dan memberi nasehat pada umaro atau pemerintah. Dan habaib serta ulama sejati tidak haus jabatan dan kekuasaan" Jalih Pitoeng menegaskan.

"Akan tetapi jika dalam keadaan darurat kepemimpinan, mungkin beliau akan mempertimbangkan kembali demi umat, rakyat, bangsa dan negara" sambung Jalih Pitoeng

"Idealnya Habib Rizieq yang sudah kadong jadi icon perjuangan umat islam memang harus bersedia merangkul semua partai-partai islam. Tentunya yang benar-benar istiqomah dalam membela dan memperjuangkan umat dan rakyat. Karena mohon maaf ada partai yang disaat menjelang dan pasca pemilu kebijakan politiknya bisa berubah arah dan sangat disesalkan oleh pemilihnya" kata Jalih Pitoeng

Didesak pertanyaan apakah Habib Rizieq akan dicalonkan sebagai presiden, aktivis pencinta ulama inipun dengan lantang menjawab.

"HRS tidak pernah dengar terbersit sedikitpun ingin jadi presiden. Selama ini beliau selalu mendukung saja partai-partai islam dan calon presiden melalui Ijtima Ulama. Namun jika dirasa sudah sangat terpaksa untuk memperbaiki akhlaq bangsa ini demi penegakan hukum dan keadilan serta menegakan amar ma'ruf nahi munkar mungkin saja beliau bersedia. Toh syarat menjadi presiden beliau sudah cukup dan sangat siap" Jalih Pitoeng menegaskan.

"Tinggal bagaimana umat islam dan partai-partai islam menyatukan niat yang hakiki sebagai sebuah partai politik selaku pengemban amanat rakyat yang seharusnya jauh dari kebijakan dan tindakan yang bersifat transaksional dan koruptif sebagaimana yang dipertontonkan saat ini" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)

Komentar Anda

Terkini: