Syahganda Naenggolan Divonis 10 Bulan Penjara Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok

/ April 29, 2021 / 5:34 PM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, DEPOK - Salah satau aktivis Senior Syahganda  Naenggolan kini memasuki babak akhir dalam persidangan perkara yang menimpanya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap salah satu Deklarator dan Petinggi KAMI (Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia) Syahganda Naenggolan, Kamis (29/04/2021).

Nampak hadir dalam persidangan tersebut petinggi KAMI yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Partai Masyumi Ahmad Yani, Andrianto, Jalih Pitoeng dan Januar Akbar serta banyak aktivis lainnya yang memberi dukungan terhadap Syahganda Naenggolan.

Majelis Hakim telah mengetuk palu saktinya dengan menjatuhkan hukuman pidana 10 bulan penjara.

Menanggapi hasil putusan hakim tersebut kuasa hukum terdakwa H. Abdullah Alkatiri mengatakan seharusnya  kliennya Syahganda bebas.

"Seharusnya klien kami Syahganda Naenggolan bebas. Karena didalam fakta persidangan tidak ditemukan sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum" kata Alkatiri

Ahmad Yani saat ditemui usai sidang menyampaikan kekecewaannya atas putusan hakim tersebut.

"Seharusnya dia (Red- Syahganda Naenggolan) divonis tidak bersalah" kata Ahmad Yani mengungkapkan kekecewaannya, Kamis (29/04/2021)

"Karena jika orang menyampaikan pendapat bisa dipidana, maka nanti orang jadi takut menyampaikan pendapat" lanjutnya.

"Dan ini bisa merusak iklim berdemokrasi serta tujuan reformasi" pungkas Ahmad Yani.

Senada dengan Ahmad Yani, Jalih Pitoeng juga menyampaikan rasa kecewanya.

"Saya hadir bersama Bang Akbar dan kawan-kawan hanya sekedar memberikan dukungan moral pada Bang Ganda. Karena selain beliau adalah salah satu yang sangat peduli terhadap perjuangan kami sesama aktivis" kata Jalih Pitoeng

"Namun kami sangat kecewa ketika ketua majelis hakim mengetuk palu dengan putusan 10 bulan penjara" lanjut Jalih Pitoeng

"Kalau boleh ekstrim saya mengatakan, ini adalah upaya pembungkaman yang berlindung atas nama hukum" pungkas Jalih Pitoeng usai sidang. (SB)

Komentar Anda

Terkini: