Terkait Keterangan Saksi Perkara Habib Rizieq, Jalih Pitoeng: Saat Ini Kita Bisa Saja Berbohong!

/ April 14, 2021 / 10:55 AM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Sidang perkara yang menimpa Imam Besar Habib Rizieq Syihab dengan agenda mendengar keterangan saksi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini, Rabu (14/04/2021)

Mencermati jalannya persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kali ini, salah satu aktivis yang dikenal kritis dan juga pernah mengalami persidangan yang hampir sama di Pengadilan Negeri Tangerang tahun lalu Jalih Pitoeng mengatakan bahwa dirinya telah menduga bahwa majelis hakim akan menolak eksepsi Habib Rizieq Syihab.

"Saya sudah menduga bahwa eksepsi Habib Riziek akan ditolak oleh majelis hakim" kata Jalih Pitoeng saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (14/04/2021)

Jalih Pitoeng yang pernah didakwa akan melakukan penggagalan pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 inipun menuturkan bahwa bahwa proses peradilan terhadap dirinya agar tidak terulang pada perkara yang menimpa Habib Rizieq Syihab.

"Semoga apa yang telah diperlakukan oleh jaksa  majelis hakim pada saya dan kawan-kawan agar tidak terjadi pada HRS" pinta Jalih Pitoeng seraya mengenang persidangannya.

"Saya dahulu juga ditolak. Mulai dari Eksepsi atau Nota Keberatan hingga Pledoi atau Pembelaan pada akhir persidangan bahkan terkesan hakim tidak melakukan pertimbangan terhadap keterangan saksi bahkan  saksi ahli hingga akhirnya ketua majelis menjatuhkan vonis secara borongan yaitu 13 bulan penjara" sambung nya.

"Jangan kan terpidana. Mestinya penyematan status saya sebagai terdakwa bahkan tersangka saja mestinya tidak pantas dan perlu ditinjau kembali" sesal Jalih Pitoeng tentang peradilan dirinya.

"Demikian juga terhadap Habib Rizieq. Sungguh saya tidak mengerti jika orang mengajak menjalankan syariat agama yang dianut dan dilindungi oleh undang-undang bahkan UUD 1945 sebagai pondasi bangsa yang selama ini kita agung-agungkan bersama koq dituduh sebagai sebuah kejahatan penghasutan" tutur Jalih Pitoeng penuh penyesalan.

"Saya khawatir suatu saat kumandang azan juga dilarang disebuah negara yang berdasarkan ketuhanan dan penganut faham Pancasila sebagai sebuah konsensus para ulama dan pendiri bangsa" lanjut aktivis betawi yang kritis dengan penuh kecewa.

Jalih Pitoeng yang dikenal argumentatif dalam menilai sesuatu inipun mengapresiasi keterangan saksi yang disampaikan oleh Heru Novianto selaku mantan Kapolres Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekaligus bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh mantan Kapolres Jakarta Pusat yaitu bapak Heru Novianto" puji Jalih Pitoeng

"Padahal institusi beliau sudah memburu, menahan Habib Rizieq seperti kita ketahui bersama. Artinya masih ada seorang anggota polisi yang masih mencintai kejujuran guna mengungkap sebuah kebenaran demi tercapainya sebuah makhluk langka yaitu keadilan" imbuh Jalih Pitoeng

"Karena hari ini kita semua bisa saja berbohong. Namun kelak dihadapan Ilahi Robbi kita tak mampu memungkiri segala sesuatu yang kita lakukan, kita niatkan, kita lihat dan kita dengar serta kita saksikan" sambung aktivis muslim mengingatkan

Diakhir pembicaraannya, Jalih Pitoeng juga mengingatkan pada kita semua tentang arti penting mempelajari sejarah perjuangan bangsa agar kita tidak menghianati tujuan dan cita-cita dalam berbangsa dan bernegara.

"Ingat ya. Bahaya yang paling besar bagi bangsa kita adalah ketika kita semua telah lupa dengan perjuangan para ulama dan para pahlawan serta tujuan dan cita-cita kemerdekaan yaitu mencerdaskan bangsa, menegakan hukum, melindungi rakyat dan menciptkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya" pungkas Jalih Pitoeng seraya menutup percakapan telepon selulernya. (SB)

Komentar Anda

Terkini: