Ada Apa Dengan Rezim Jokowi hingga Jalih Pitoeng Kunjungi Makam Pahlawan?

/ May 8, 2021 / 9:59 PM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Pasca didaftarkannya gugatan terhadap presiden Joko Widodo dan DPR RI oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dibawah pimpinan Prof. Dr. H. Eggi Sudjana pada Jum'at 30 April lalu, Jalih Pitoeng lakukan Safari Ziarah kunjungi Makam Pahlawan Nasional.

Mulai dari Proklamator Indonesia Dr. H. Muhammad Hatta, pahlawan kemerdekaan maupun pahlawan revolusi hingga para pahlawan dimasa orde baru bahkan era reformasi.

Sebut saja bapak TNI Jenderal H. Abdul Haris Nasution beserta beberapa jenderal yang terbunuh oleh Penghianatan 30 S PKI, Pencetus Petisi 50 Letjen Ali Sadikin hingga Taufik Kiemas selaku Pencetus 4 Pilar Kebangsaan.

Ziarah tersebut dimaksudkan untuk mendoakan sekaligus mengingat kembali jasa-jasa para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia.

Tak lazim memang. Karena pada umumnya ziarah seperti ini dilakukan pada saat-saat menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat ditemui usai ziarah di makam proklamator Muhammad Hatta Jalih Pitoeng menuturkan bahwa langkah ini adalah untuk mengajak seluruh anak bangsa untuk lebih sadar dan memahami serta memaknai cita-cita luhur para pahlawan bangsa.

"Kehadiran kami hari ini adalah untuk berdo'a serta mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa sekaligus mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk memahami dan memaknai arti penting cita-cita para pahlawan bangsa" ungkap Jalih Pitoeng, Sabtu (08/05/2021).

"Jangan sampai kita menjadi bangsa yang durhaka kepada para pahlawan bangsa ini" pinta Jalih melanjutkan.

Ditanya apa hubungan nya antara gugatan rakyat kepada Presiden dan DPR RI dengan safari ziarahnya, pemilik nama lengkap Muhidin Jalih inipun menjawab dengan rinci.

"Pertama kita ingin mendo'akan beliau para pahlawan kita. Kedua mengingatkan kembali kepada kita semua dan seluruh anak bangsa tanpa kecuali termasuk TNI dan POLRI untuk lebih memahami arti perjuangan dan tujuan serta cita-cita luhur para pendiri bangsa" lanjut Jalih Pitoeng menjelaskan.

"Dan yang ketiga adalah hubungan dengan gugatan kami bersama TPUA di pengadilan negeri Jakarta Pusat terhadap Presiden Joko Widodo dan DPR RI adalah agar Presiden dan DPR menjalankan tugas dan fungsinya sesuai undang-undang secara murni dan konsekwen" tambah Jalih menjelaskan.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa Bung Hatta adalah seorang proklamator pendiri bangsa. Kemudian Jenderal H. Abdul Haris Nasution beserta para pahlawan Revolusi lainnya adalah para pahlawan yang mengorbankan nyawanya demi mempertahankan Pancasila dari rongrongan dan penghianatan Partai Komunis Indonesa" kenang Jalih melanjutkan.

"Demikian pula halnya Letjen H. Ali Sadikin. Beliau pernah menuntut presiden kedua Republik Indonesia H. Muhamad Soeharto agar menerapkan dan menjalankan pemerintahan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen" Jalih Pitoeng memaparkan.

"Dan yang terakhir di era reformasi adalah Dr. H. Taufik Kiemas. Selain sebagai bapak negara karena menjadi suami Presiden Megawati Soekarno Putri, beliau juga sebagai ketua MPR RI dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) kala itu" lanjut Jalih Pitoeng menuturkan.

"Beliau dikenal dengan konsep 4 Pilar Kebangsaan yang dicetuskannya" sambung Jalih Pitoeng.

"Jadi apa yang kami gugat saat ini adalah gugatan rakyat. Baik terhadap presiden maupun DPR RI sesungguhnya adalah bahwa kami ingin mengembalikan indonesia sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa" Jalih Pitoeng menegaskan tujuan gugatanya.

Dirinya juga mengharap dukungan dan do'a dari segenap rakyat indonesia sekaligus meminta TNI dan POLRI untuk kembali dalam pangkuan ibu pertiwi.

"Maka kepada segenap rakyat indonesia kami mohon dukungan dan do'anya. Khusus kepada TNI dan POLRI kembalilah kedalam pelukan ibu pertiwi. Karena anda lahir dari rakyat dan bertugas untuk rakyat pula bukan untuk penguasa. Semoga indonesia kembali menjadi negara yang kuat dan bermartabat karena rakyatnya berdaulat" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)

Komentar Anda

Terkini: