Bisakah Gugatan Eggi Sudjana dan TPUA Berujung Pemakzulan Presiden?

/ May 23, 2021 / 8:08 PM
Bagikan:
Prof. Dr. Eggi Sudjana dan Jalih Pitoeng

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Sidang gugatan terhadap presiden Joko Widodo akan digelar kembali setelah ditunda dua minggu sebelumnya karena memasuki hari raya iedul fitri.

Sidang perdana yang telah dimulai dengan pemeriksaan kelengkapan administrasi dari para pihak ini akan dilanjutkan pada Senin 24 Mei 2021.

Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., MSi selaku kuasa hukum yang sekaligus menjabat sebagai ketua umum TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) menyampaikan tentang kesiapannya.

"Kami dari TPUA selaku kuasa hukum penggugat telah mempersiapkan kurang lebih 153 halaman yang memuat materi gugatan yang telah kami susun termasuk perbaikan atau tambahan terbaru terkait kebijakan presiden Jokowi atas serangan militer Israel terhadap rakyat sipil Palestina" ungkap Eggi Sudjana saat diminta konfirmasi tentang agenda sidang tersebut, Minggu (23/05/2021)

Beredar kabar bahwa gugatan tersebut akan berujung pada pemakzulan presiden Joko Widodo Eggi Sudjana juga menyampaikan optimismenya.

Saat ditanya apakah gugatan tersebut mampu memakzulkan presiden Joko Widodo, Eggi Sudjana menjawab spontan.

"Insya Allah kami mampu melakukannya melalui gugatan ini. Yang penting hukum benar-benar harus ditegakan" jawab Eggi Sudjana singkat.

Pengacara dan aktivis senior ini juga memaparkan tentang banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan oleh presiden Jokowi.

"Banyak sekali kebohongan dan pelanggaran yang telah dilakukan oleh presiden Jokowi. Diantaranya janji-janji yang tidak ditepati serta kebijakan dan tindakan yang merupakan perbuatan melawan hukum dan terkategori perbuatan tercela sebagai mana diatur dalam UUD 1945 pasal 7A" sambung Eggi menjelaskan.

Eggi Sudjana berharap agar majelis hakim dapat mengabulkan gugatan yang telah kami ajukan ke Pengadilan Jakarta Pusat.

"Kami berharap dengan penuh keyakinan bahwa majelis hakim akan menerima dan mengabulkan seluruh gugatan kami" pungkas Eggi Sudjana.

Dihubungi terpisah, Jalih Pitoeng yang merupakan penggugat atas perkara bernomor 266/Pdt.G/2021/PN/Jak.Pst terhadap presiden Joko Widodo juga membenarkan tentang agenda sidang lanjutan tersebut.

"Betul. Sidang akan dilanjutkan Senin besok" jawab Jalih Pitoeng saat dikonfirmasi, Minggu (23/05/2021)

Ditanya apakah dirinya yakin bahwa gugatannya akan dipenuhi oleh majelis hakim, aktivis muslim kelahiran betawi inipun menjawab senada dengan kuasa hukumnya Eggi Sudjana.

"Insaya Allah akan dipenuhi. Dan saya sangat yakin bahwa masih ada hakim yang memiliki hati nurani dan menjunjung tinggi nilai-nilai hukum dinegeri ini" jawab Jalih Pitoeng penuh harap.

"Dan ini adalah langkah yang yang legal konstitusional. Sebelumnya kami telah melakukan aksi-aksi unjuk rasa damai dalam menuntut keadilan terhadap banyak pristiwa yang terjadi dinegeri ini. Namun nampaknya DPR RI selaku wakil rakyat kurang begitu memperhatikan. Sehingga kami mengambil langkah ini" sambung Jalih Pitoeng menyesalkan.

Didesak pertanyaan apakan gugatan tersebut mengarah kepada pemakzulan, sosok aktivis yang pernah bersama Eggi Sudjana mengadukan Ketua KPU RI dan BAWASLU RI terhadap adanya dugaan pemilu curang ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) pada pilpres 2019 ini menyerahkan proses hukum ini pada lembaga peradilan.

"Sesungguhnya gugatan ini adalah gugatan rakyat. Dan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan walaupun nomor perkaranya berbeda. Kami menggugat presiden sekaligus DPR RI" jawab Jalih Pitoeng.

"Kami berharap pengadilan negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan ini yang pada akhirnya DPR RI menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagaimana mestinya" pinta Jalih Pitoeng.

"Sehingga jika gugatan ini berujung pada pemakzulan, ya itu memang merupakan tugas dan fungsi para wakil rakyat. Tentunya semua itu melalui proses yang konstitusional" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)

Komentar Anda

Terkini: