Jalih Pitoeng Ajak Rakyat Untuk Bangkit Melawan Kezholiman di Hari Kebangkitan Nasional

/ May 20, 2021 / 9:31 AM
Bagikan:

SUARABERKARYA.COM, AKARTA - Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini 20 Mei 2021 dijadikan momentum bagi rakyat untuk melawan segala bentuk kezholiman yang terjadi.

Jalih Pitoeng salah seorang aktivis muslim kelahiran betawi yang saat ini sedang melakukan gugatan terhadap presiden RI dan DPR RI di pengadilan negeri Jakarta Pusat ini mengajak segenap rakyat Indonesia untuk sadar dan bangkit melawan segala bentuk kezhaliman.

"Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang gigih dan tangguh dalam melawan penjajah. Maka marilah hari kebangkitan nasional ini kita jadikan sebagai momentum bagi rakyat untuk melawan berbagai bentuk kezholiman" ungkap Jalih Pitoeng dalam pesan tertulisnya, Kamis (20/05/2021)

"Kepada saudara-saudara kita di Palestina,  yang saat ini sedang menderita karena agresi Israel, selain kita mengecam tindakan brutal oleh militer Israel terhadap warga sipil palestina seyogyanya kita juga berdo'a serta berdonasi demi rakyat palestina" pinta Jalih Pitoeng melanjutkan.

Jalih Pitoeng juga menyampaikan rasa keperihatinannya atas beredarnya vedeo yang diunggah oleh segelintir warga negara Indonesia yang justru mendukung serangan yang tak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh Militer Israel.

"Saya sangat prihatin dengan mereka. Mungkin mereka tidak membaca sejarah bagaimana Palestina lah salah satu negara pertama yang mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia" tegas Jalih Pitoeng mengingatkan.

"Apalagi pembukaan UUD 1945 sangat jelas mengatakan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Maka penjajahan diatas dunia harus  dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan" sambung Jalih Pitoeng

Salah satu kader militan Eggi Sudjana ini juga menyoroti berbagai persoalan bangsa yang sedang terjadi saat ini. Termasuk pristiwa hukum yang menimpa para ulama dan aktivis khususnya terhadap Habib Rizieq Syihab dkk.

"Demikian pula halnya yang terjadi di Indonesia saat ini. Diskriminasi hukum, ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat kecil, hutang semakin menggunung dan penerbitan undang-undang yang tidak berorientasi kepada kepentingan rakyat, pemberantasan korupsi serta masih banyak hal lainnya menjadi sebuah rentetan kegagalan pemerintahan Jokowi yang menambah penderitaan bagi rakyat Indonesia saat ini"

Aktivis yang belum lama baru keluar dari Penjara Tua buatan Belanda karena dituduh terlibat dalam perencanaan penggagalan pelantikan presiden Joko Widodo pada 20 Oktober lalu ini mengambil langkah yang legal konstitusional setelah sebelumnya melakukan tuntutan melalui unjuk rasa di berbagai tempat dan lembaga. Mulai dari KPU RI, BAWASLU RI, MK hingga DPR RI sebelum dirinya masuk jeruji besi karena dianggap mengganggu stabilitas kekuasaan Jokowi.

"Untuk kesemua itu kami bersama TPUA atau Tim Pembela Ulama dan Aktivis dibawah pimpinan Prof. Dr. Eggi Sudjana sudah melayangkan gugatan terhadap presiden Joko Widodo ke pengadilan negeri Jakarta Pusat" tambah Jalih Pitoeng menegaskan.

"Dan perlu rakyat ketahui juga bahwa upaya yang kami lakukan sebagai tindakan yang legal konstitusional ini adalah merupakan wujud nyata dari kepedulian dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara yang kita cintai bersama sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan " sambungnya menjelaskan.

Selain itu Jalih Pitoeng juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk segera sadar dan memahami arti penting kemerdekaan yang direbut dengan darah dan airmata para ulama serta para pahlawan bangsa serta tujuan dan cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Jadi jangan sampai kita sudah merdeka secara de yure dan de fakto namun pada kenyataannya rakyat Indonesia masih belum merdeka dalam menyampaikan pendapat, perlakuan hukum yang adil, pekerjaan yang layak, kesejahteraan sekaligus menjadikan rakyat sebagai tuan rumah dinegeri sendiri serta masih banyak hal. Termasuk adanya dugaan penjajahan modern berlindung dibawah konstitusi" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)

Komentar Anda

Terkini: