Jalih Pitoeng Minta KISDI Surati Menhan Agar Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina

/ May 20, 2021 / 6:26 PM
Bagikan:
Utz. H.M Mursalin, KH. Abdul Rasyid dan KH. Cholil Ridwan saat Konferensi Pers, Kamis (20/05/2021)

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menyampaikan sejumlah pernyataan dalam menyikapi krisis Palestina. Salah satunya adalah imbauan yang ditujukan kepada umat Islam di seluruh Indonesia pada pelaksanaan shalat Jumat yang dimulai besok, 21 Mei 2021.

KISDI mengimbau agar Khatib Jum'at di seluruh Indonesia serempak membahas soal pembelaan terhadap Palestina.

“Mengimbau para khatib di seluruh Indonesia untuk menyuarakan pembelaannya terhadap Palestina pada momen shalat Jum'at sekaligus berdo'a bersama untuk keselamatan warga Palestina. Selain itu melaksanakan shalat ghaib selepas shalat Jum'at untuk para syuhada,” ungkap Ketua KISDI KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i saat konferensi pers di Aula Masjid Al Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Kemudian, jika memungkinkan para jamaah shalat Jum'at di masjid-masjid seluruh Indonesia untuk sukarela menggunakan syal Palestina ketika shalat jum'at.

“Setelah itu bersama-sama dengan pihak DKM (pengurus masjid) menyatakan sikap untuk membela Palestina dan merekamnya melalui alat komunikasi lalu menyebarkannya,” kata Kiai Rasyid melanjutkan.

Pada kesempatan ini, KISDI menyampaikan sikap tegas mengutuk keras serangan biadab penjajah Israel ke Masjid Al-Aqsha dan umat Islam di Tepi Barat serta agresi militer ke Gaza Palestina.

Untuk menyelesaikan krisis Palestina ini, KISDI mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan langkah konkret untuk membela Palestina.

“Pemerintah Indonesia harus segera melakukan lobi-lobi yang lebih konkret dengan dunia internasional untuk memberikan sanksi kepada Israel yang kembali melakukan kejahatan kemanusiaan dan melanggar konvensi internasional soal Jerussalem Timur dan Masjid Al-Aqsha,” jelas Kiai Rasyid.

Selanjutnya, KISDI mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengirimkan tentara perdamaian untuk membantu Palestina dalam menghentikan segala bentuk penjajahan.

Tak lupa, KISDI juga mendesak lembaga-lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab dan Komunitas HAM internasional agar mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan Palestina kemudian menjatuhkan sanksi atas tindakan teroris Israel.

Sebagai langkah konkret melawan gerakan ekonomi Israel, KISDI mengimbau umat Islam memboikot produk Israel dan sekutunya.

“KISDI juga mengimbau umat Islam untuk memberikan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, bahan makanan dan lainnya ke Palestina melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang terpercaya,” pinta pengasuh pondok pesantren Assyafi'iyah tersebut.

Konferensi pers KISDI yang dipandu HM Mursalin itu dihadiri oleh para tokoh Islam seperti Ustaz Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia), Ustaz Nashirul Haq (Ketua Umum DPP Hidayatullah), KH Cholil Ridwan (Mantan Ketua MUI), KH Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI), dan lain sebagainya.

Selain dihadiri sederet ulama tersebut, hadir pula Dr. Marwan Batubara seorang pengamat ekonomi, politik dan pertambangan serta aktivis muslim betawi Jalih Pitoeng yang sempat mengajukan usulan pada KISDI siang tadi.

"Kami mohon agar KISDI selaku salah satu lembaga resmi yang konsen terhadap Dunia Islam segera mengirim surat ke Kementerian Pertahanan untuk meminta agar Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina" ungkap Jalih Pitoeng mengusulkan.

Selain menyampaikan usulan Jalih Pitoeng juga mengingatkan kita semua bahwa Palestina punya jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

"Kita punya hutang jasa besar kepada Palestina. Sejarah membuktikan bahwa Palestina merupaka salah satu negara yang mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia"  Jalih Pitoeng mengingatkan.

"Agar tidak terkesan hanya sebatas mengecam, belasungkawa serta aksi-aksi unjuk rasa" Jalih Pitoeng menegaskan.

"Benar seperti apa yang tadi disampaikan Bang Marwan Batu Bara. Disatu sisi Presiden mengecam tindakan Israel terhadap Palestina, tetapi disisi lain juga dikeluarkan kebijakan Calling Visa" pungkas Jalih Pitoeng dengan nada kecewa.

Untuk diketahui, KISDI adalah organisasi yang didirikan oleh para ulama dan tokoh pergerakan Islam dan diresmikan oleh “Bapak NKRI” Mohammad Natsir pada tahun 1984 di Masjid Al Barkah As Syafiiyah, Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, putra ulama kharismatik KH Abdullah Syafii yaitu KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii diangkat menjadi Ketua KISDI dengan didampingi para tokoh seperti almarhum Ahmad Sumargono atau yang akrab disapa Bang Gogon.

Berkat kinerja para tokoh KISDI khususnya Ahmad Sumargono yang dikenal aktif dalam pergerakan KISDI sejak era 80an, membuat organisasi tersebut dikenal luas sebagai gerakan yang aktif mengawal isu-isu di dunia Islam baik dalam maupun luar negeri.

Meski sempat vakum pasca wafatnya Ahmad Sumargono, alhamdulillah saat ini KISDI melalui Ketuanya KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii bersama sejumlah tokoh Islam tergerak untuk bisa aktif kembali, terlebih ada masalah Palestina yang memerlukan perhatian luas dari umat Islamn khususnya di Indonesia. (SB)

Komentar Anda

Terkini: