Jelang Sidang Perdana Gugatan Rakyat Terhadap Presiden, Jalih Pitoeng Kunjungi Makam Pahlawan Nasional

/ May 7, 2021 / 10:05 PM
Bagikan:

SUARABERKfARYA.COM, JAKARTA - Menjelang Sidang Perdana Gugatan Rakyat terhadap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan DPR RI, Jalih Pitoeng aktivis betawi yang banyak terinspirasi oleh seniornya Prof. Dr. H. Eggi Sudjana mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jum'at (07 Mei 2021).

Maksud kedatangan penggugat Presiden tersebut adalah untuk mengenang kembali sejarah panjang perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara Indonesia.

Baik pahlawan pra kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Termasuk diantaranya adalah para pahlawan Revolusi yang gugur akibat keganasan dalam penghianatan Partai Komunis Indonesia yang dikenal dengan Gerakan 30 September PKI 1965.

Selain itu juga Jalih Pitoeng mengunjungi sekaligus mendoakan para pahlawan bangsa setelahnya.

Diantaranya Jenderal Besar H. Abdul Haris Nasution yang merupakan salah satu jenderal yang selamat dalam pristiwa penghianatan G 30 S PKI.  Namun putrinya Ade Irma Suryani tewas seketika ditembus peluru milik Cakrabirawa kala itu. Termasuk ajudannya Kapten Piere Tendean yang wafat diterjang peluru karena menyelamatkan pimpinanya tercinta jenderal H. Abdul Haris Nasution.

Jalih Pitoeng juga bermaksud ingin mengunjungi makan pencetus Petisi 50 yaitu Letjen KKO H. Ali Sadikin yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ali Sadikin juga pernah menuntut agar Presiden Soeharto  menerapkan Pancasila secara Murni dan Konsekwen. Namun Ali Sadikin tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata tetapi di pemakaman umun Tanah Kusir Bintaro.

Selain 2 tokoh besar yang gigih memperjuangkan Pancasila tersebut Jalih Pitoeng juga mengunjungi makan H. Taufik Kiemas Mantan Ketua MPR RI sekaligus bapak negara disaat Megawati Soekarno Puteri menjadi Presiden Republik Indonesia.

Saat ditemui usai ziarah, Jalih Pitoeng menjelaskan maksud dan tujuannya mendatangi makam pahlawan nasional tersebut.

"Kita ingin mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa yang besar ini" kata Jalih Pitoeng usai ziarah, Jum'at (07/05/2021).

"Jenderal Abdul Haris Nasution, Ali Sadikin dan Taufik Kiemas adalah orang-orang yang sangat mencintai bangsa ini dan  menginginkan keutuhan bangsa ini sekaligus menerapkan dan menjalankan Pancasila secara murni dan konsekwen" lanjut Jalih Pitoeng menjelaskan.

"Demikian juga Taufik Kiemas. Beliau adalah pencetus 4 Pilar Kebangsaan yaitu; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia" sambung Jalih Pitoeng menerangkan.

Jalih Pitoeng juga menuturkan korelasi kunjungan nya dengan gugatan Rakyat terhadap Presiden dan DPR RI yang segera digelar sidang perdana pada 10 Mei 2021 besok di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Terkait gugatan kami dan kawan-kawan bersama TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) terhadap presiden dan DPR, korelasinya adalah sama-sama meminta presiden dan DPR untuk menjalankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen sesuai dengan arah dan tujuan serta cita-cita proklamasi kemerdekaan yang bertujuan mencerdaskan bangsa, mensejahterakan rakyat, melindungi segenap tumpah darah Indonesia sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia" sambung Jalih Pitoeng.

Jalih Pitoeng meminta kepada seluruh komponen bangsa khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa agar mengerti dan memahami arti dan makna serta tujuan berbangsa dan bernegara.

"Kami mohon kepada seluruh rakyat Indonesia agar berdo'a atas apa yang sedang kami perjuangkan demi masa depan bangsa dan negara" ungkap Jalih Pitoeng.

"Gugatan kami adalah gugata rakyat Indonesi yang merindukan sebuah keadilan sebagai rakyat pemilik kedaulatan tertinggi di negeri yang kita cintai ini" pungkas Jalih Pitoeng.

Komentar Anda

Terkini: