Kebodohan Yang Harus Disadari!

/ May 2, 2021 / 5:37 PM
Bagikan:

 


"KEBODOHAN YANG HARUS DISADARI...!!!"

Oleh: Suara Anak Negeri

Sepuluh Jawaban Mengapa Banyak Orang 'BODOH' di Negeri ini: 

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Indonesia adalah negara yang kaya akan Sumber Daya Alam, kaya akan budaya, kaya akan segala galanya, tapi di Indonesia ini banyak sekali orang yang bodoh dari yang menjadi pejabat sampai gelandangan, dari yang kaya sampai yang miskin, dari yang muda sampai yang tua, bahkan dari semut sampai gajah, tukang sapu sampai tukang tipu, semua 'BODOH' termasuk kita semua. 

PERTAMA; Indonesia dijajah dari jaman dahulu oleh bangsa kolonial, sampai berabad-abad tapi tidak ada perlawanan, sampai ahirnya Merdeka tanggal 17 agustus tahun 1945. Banyak sekali hasil alam yang kita punya diperas, bahkan harga diri bangsa dirampas. 

Sampai saat ini. Setiap hari kita lihat penjajahan begitu nyata, hanya dalam wujud yang berbeda, mulai dari eksploitasi alam, penguasaan lahan, ekonomi, politik, tenaga kerja aseng hingga kolonialisasi gaya baru. 

Mungkin dulu kita lihat para tentara penjajah berbaris dan merayap dijalan jalan, namun saat ini berubah wujud menjadi mobil berkendara yang begitu padat merayap berbaris baris.

KEDUA; Jamannya persiapan kemerdekaan adalah jaman dimana negara ini bersatu, setelah itu dan sampai sekarang tidak lagi bersatu seperti dahulu. Terlalu banyak manusia bodoh di Indonesia yang bersifat licik dan rakus. Ada paham komunis yang hampir memporak porandakan negeri kita dan kini mulai bangkit dari kubur. Sehingga rakyat jangan lengah apalagi tidur.

Ada juga yang mengkudeta demi kekuasaan yang kekal sampai tua, yang semua itu mempunyai tujuan yakni keduniawian, harta, tahta dan wanita.

KETIGA; Korupsi telah menjadi budaya bodoh orang Indonesia, dari anak SD sampai S3, hingga lulus dan menjadi pejabat, bahkan pengusaha besar ataupun kecil juga ikut korupsi.

Budaya bodoh korupsi memang telah mendarah daging dan akan sulit dihilangkan, kecuali ada rekontruksi negara yang valid dan dapat di terima masyarakat. Ketidakadilan inilah yang mengawali budaya korupsi.

KEEMPAT; Hukum yang carut marut, yang kaya bisa duduk yang miskin dapat kentut. Yang kuat tertawa Haa..Haa..Haa.. yang lemah menangis berlinangan air mata. 

Beginilah situasi hukum di indonesia, dan ini juga termasuk kebodohan yang dimiliki negara kita.

Perlu kita ketahui Indonesia bukanlah negara yang hanya dikuasai orang-orang kaya, tapi juga kita sebagai rakyat Indonesia yang perlu asupan gizi untuk segera menghilangkan kebodohan. 

Faktanya saat ini hidup makin rumit, rakyat mulai kejepit, sulit mencari lapangan kerja. Bahkan sudah banyak yang terancam Polda alias "Polisi Dapur". Karna janji pemimpin yang penuh takabur Dikira hebat karna kecebur. Kecebur got, kecebur solokan belum saja kecebur sumur mati tinggal kubur. Semua kenyataan sirna, janji manis hanya isapan jempol belaka.

Banyak yang meretorika peraturan, undang-undang, bahkan hukum dengan memonopoli kebenaran atas nama rakyat, karna rakyat, demi rakyat dengan jargon menjual kemiskinan dan penderitaan rakyat. Tapi hanya untuk menipu sesama. 

Ada pula yang berbicara atas nama agama, untuk agama, demi agama dengan dalil dan kaidah-kaidah kebenaran dibawah keagungan tuhan, seolah-olah hanya dirinya saja yang paling benar dan masuk syurga, tapi semua hanya kemunafikan karna sebuah jabatan. Yang ada hanya untuk pembenaran yang keliru dan menyesatkan.

Bahkan sebaliknya, telah memanipulasi imajinasi rakyat dan mengkorup kesadaran rakyat. Itu adalah sama saja bentuk kejahatan dan kebidaban. Karna rakyat menjadi korban dan menanggung penderitaan. 

KELIMA; Budaya yang beraneka ragam, dari sabang sampai merauke. Sangat banyak budaya kita, tapi sekarang, lihatlah disekeliling kita, kita sendiri akan merasa bodoh telah menyia-nyiakan Budaya Asli Negeri sendiri. 

Kita lebih mengenal dan mengidolakan budaya luar. China, Amerika, India sampai demam Korea, belum lagi ditambah bahasa gaul "banci " yang dipopulerkan.

Aku menjadi "ekee" Kamu menjadi "yee" cinka menjadi "Tai kucing pake cuka" cappe.... dechh...!!!

KEENAM; Kekerasan dalam demokrasi sudah menjadi makanan tiap wartawan, pagi Demo. malampun Demo, Reformasi setengah kuburan, mati suri dan tak mampu berkata apa- apa lagi, walaupun mulut sudah berbusa bercampur liur mengharap asa, atas penderitaan, ketidakadilan yang merongrong jiwa anak bangsa.

Tidak berhati-hati dalam kata-kata dan bicara, bisa terpeleset masuk penjara. Walaupun kebebasan berbicara menyampaikan pendapat, dan berserikat sudah dijamin konstitusinya bahkan mundur kembali kezaman peodal dan otoriter alumnus penjajah.

Inilah potret negara yang katanya demokrasi, buzzer picisan adalah sampah demokrasi. Dipelihara lalu dapat gaji, dari APBN pake uang rakyat untuk melawan fikiran rakyat yang sudah mulai sekarat.

Tak perlu reformasi lagi, tapi perlu berbenah masing masing pribadi akan kebodohan yang kita miliki.

KETUJUH; Pendidikan dan teknologi yang hanya gempar di Media saja, mulai dari robot mini hingga Mobil Esemka Ala bus Ferari. Tidak ada realisasi, hanya menjadi wacana pencitraan "Media Darling." Seorang yang hendak mencalonkan diri penguasa RI.

Setor muka penuh percaya diri pada masyarakat yang gampang dibodohi, mulai dari kecebur solokan sampai kepinggir kali, untuk membangun citra investasi diri, karena keterbatasan intelektual sebagian mayoritas masyarakat, akhirnya terpilih dengan berat hati.

Walau sebelumnya disumpah diatas kitab suci, untuk meneruskan kepemimpinan hingga masa bhakti, namun Tuhan saja diingkari apalagi masyarakat DKI, ahirnya rakyat kini gigit jari semua tinggal janji-janji.

Yang perlu dibuktikan segala teknologi dengan dukungan pemerintah yang tidak bodoh, dan pintar dalam merealisasi peluang dan kecerdasan generasi.

Mungkin pendidikan tak perlu dimurahkan kalau hasilnya sangat tidak memuaskan. Alhasil alat praktek sekolahpun tidak memadai sesuai harapan.

Bahkan perpustakaan isinya hanya buku-buku peninggalan yang hampir tak dapat dibaca halaman demi halaman karna banyak bakteri dan penuh kuman.

Banyak orang cerdas dan pintar direpublik ini. Berdasarkan pengalaman, yang melebihi selembar kertas perguruan. 

DELAPAN; Etika Moral yang dimiliki masyarakat kian hari kian surut, karna Republik mulai bangkrut, hutang sana hutang sini, pinjam sana pinjam sini...!!! jual sana jual sini...!!!

Revolusi Mental menjadi Dangkal yang digagas tokoh pesohor sambil tidur sampe molor.

Sadar atau dengan tujuan yang sadar bahwa sesungguhnya sudah terjadi kerusakan karakter mentalitas bangsa ini. Akibatnya, bangsa kita saat ini menjadi bangsa yang terpuruk, kurang beradab, kurang bermoral bahkan menjunjung tinggi nilai nilai kejahatan. 

Sesama siswa sekolah saling tawuran sesama pejabat saling sikut-sikutan, bahkan jotos jotosan.

Narkoba jadi barang kebutuhan kebahagiaan instan, tak mengenal status sosial mulai dari rakyat jelata hingga pejabat negara, pelajar dan mahasiawa, kiyai dan selebriti, penegak hukum sampai yang mengadili hukum.

Prostitusi sejak Dini mengancam Tunas Tunas pertiwi, kriminalitas merajalela sadis tak berprikemanusiaan.

Media Sosial menjadi "media Syok-Sial" saling buli, saling caci menjadi makanan kebutuhan setiap jari.

Bagai hutan rimba yang tak bertepi, berisi jutaan penyair berekspresi, ada syair cinta yang beranugrah ada syair benci yang mengkoyakan hati.

Kemiskinan dan mulai kelaparan hampir diplosok negeri yang tak sanggup dan bertahan hidup bisa-bisa sekeluarga bunuh diri. 

Inilah potret sebuah bangsa yang karakternya rusak, hanya akan mampu menghasilkan, hanya akan mampu memanivestasikan, para pemimpin, para elit politik, para golongan yang dekadensi kehilangan Patriotisme, Nasionalisme, dan tentu kehilangan budaya Indonesia, akan kepribadian yang baik dan mempunyai kredibilitas dan martabat harga diri bangsa. 

SEMBILAN; Pancasila sebagai dasar negara sepertinya hanya akan menjadi pajangan dan museum kenangan saja yang tak pernah di rasa, hanya terbaca dan tak mampu dipahami dengan hati dan sepenuh jiwa. Bahkan ada yang mencoba-coba mengotak-atik dengan cara licik dan penuh intrik

Begitu juga undang Undang Dasar Negara 1945, hanya sekedar bacaan dan tak sampai kerelung sukma. 

Maka perlu di tekankan dengan tanam paksa, dilingkungan yang nyata, agar tumbuh tunas-tunas bangsa yang memiliki jiwa-jiwa kesatria.

SEPULUH; Tahun baru, usia baru dan merasa gembira bahwa dirinya semakin tua tetapi tidak dewasa, menuju mati dan tetap enggan berdoa kepada ALLAH Subhanahu Wata'ala. Tuhan Yang Maha kuasa. 

Tidak terdorong untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, malah cenderung berhura hura dan huru-hara.

Berfikir? Jika mati pasti masuk syurga, karna sudah ada orang dalam disana, yang bisa bermain empat Mata.

Salam NKRI...!!!

Jangan biarkan ibu Pertiwi menagis meratapi anak Negeri. Akhiri politik balas dendam dan adu domba. Mari kita rekonsiliasi, berdamai dan memaafkan dengan hati, agar negeri ini selalu damai adil dan makmur seperti cita-cita harapan para leluhur.


Ozzy Sulaiman Sudiro

Ketua Umum KWRI/Sekjen Majelis Pers

Komentar Anda

Terkini: