Rizal Ramli Minta KPK Bongkar 21 Juta Data Ganda Bansos, Jalih Pitoeng Justru Soroti Dugaan Pemilu Curang

/ May 6, 2021 / 5:17 PM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Baru-baru ini menteri sosial Tri Rismaharini telah melaporkan 21 juta data ganda penerima bantuan sosial kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ekonom senior DR Rizal Ramli meminta Ketua KPK Komjen Firli Bahuri serius menangani laporan Risma itu. Apalagi banyak perusahaan penyalur bansos yang juga abal-abal.

“Dalam laporan Mbak Risma ke KPK, ditemukan data 21 juta penerima bansos bodong atau fiktif. Ternyata perusahaan-perusahaan penyalur Bansos juga banyak yg abal-abal,” ujar Rizal Ramli dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (05/05/2021).

“Lengkap skenario perampokan bansos yang merupakan hak orang miskin itu. Ini skandal jahat yang memalukan. Mas Firli dan KPK harus membongkar dan mengadili siapapun yang terlibat,” demikian Rizal Ramli.

Manuver Risma melaporkan 21 juta data ganda penerima bansos ini ke KPK mengejutkan sementara kalangan dan melahirkan polemik. Kalangan Komisi VIII DPR RI menilai langkah Risma kurang elok. Sebagai mitra, Risma semestinya membawa persoalan data ganda penerima bansos itu ke Komisi VIII terlebih dahulu.

Apalagi, apa yang dimaksud dengan data ganda dalam laporan itu masih belum jelas. Apakah merujuk pada pihak-pihak yang tidak berhak menerima bansos tetapi tercantum dalam daftar penerima bansos, atau apakah terjadi duplikasi data penerima bansos.

Di sisi lain, kalangan PDI Perjuangan juga merasa laporan Risma ke KPK itu malah berpotensi membuat partai semakin repot setelah Mensos terdahulu yang juga kader PDIP, Juliari Batubara, ditangkap KPK dalam kasus bansos era pandemi Covid-19.

Agak sedikit berbeda dengan mantan Menko Ekuin Rizal Ramli, aktivis yang gigih melakukan unjuk rasa menolak dugaan pemilu curang Jalih Pitoeng justru tertarik pada kemiripan angka ganda yang dibongkar Mensos Tri Rismaharini.

"Saya koq jadi teringat tentang pemilih siluman atau data ganda yang sempat masuk persidangan MK ya" ungkap Jalih Pitoeng saat diminta komentarnya, Jum'at (07/05/2021)

"Bahwa seandainya pun dalil pemohon mengenai 22.034.193 pemilih siluman benar adanya, pemohon tidak dapat menghadirkan alat bukti lain yang dapat menunjukkan dan memberi keyakinan mahkamah bahwa 22.034.193 tersebut telah menggunakan hak pilihnya dan mengakibatkan kerugian bagi pemohon," kata Saldi sebagaimana dilansir oleh CNN Indonesia pada, Kamis 27 Juni 2019 dalam situs beritanya yang bertajuk 'MK Patahkan Dalil Tim Prabowo soal 22 Juta DPT Siluman' dalam sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi.

"Koq bisa mirip atau dekat gitu ya angkanya" tanya Jalih Pitoeng melanjutkan.

"Jika apa yang dibongkar saat ini oleh bu Risma adalah benar, berarti selama ini menjadi benar adanya tentang dugaan pemilu curang" lanjut sambung Jalih Pitoeng mengingatkan.

"Artinya bahwa selama ini kita semua rakyat Indonesia telah dibohongi" pungkasnya.

Dikutip : Dari berbagai sumber.

Komentar Anda

Terkini: