Sidang Gugatan Terhadap Presiden Digelar 24 Mei, Jalih Pitoeng : Tak Ada Larangan Seseorang Menghadiri Persidangan Umum

/ May 23, 2021 / 9:51 PM
Bagikan:
  Tri Royani, Jalih Pitoeng, Tri Erniati dan Andi Nenie Srilestari

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Sidang lanjutan gugatan rakyat kepada presiden Joko Widodo akan dilangsungkan di Pengadilan Jakarta Pusat, Senin (24/05/2021)

Jalih Pitoeng selaku penggugat membenarkan adanya agenda sidang perkara bernomor 266/Pdt. G/2021/PN/Jak.Pst tersebut.

"Ya betul sidang digelar lagi besok. Dan kami akan hadiri sidang besok" kata Jalih Pitoeng saat dihubungi sore tadi, Minggu (23/05/2021)

Jalih Pitoeng juga menyampaikan bahwa banyak telpon dan pesan yang masuk kepadanya guna memberi dukungan atas gugatan tersebut.

Terkait dukungan dan rencana kehadiran para aktivis dan rakyat pencinta keadilan, sosok aktivis kritis ini juga tidak bisa menghindari keinginan masyarakat.

"Banyak yang menghubungi saya dalam rangka mendukung gugatan rakyat ini" ungkap Jalih Pitoeng.

"Banyak juga yang menyampaikan rencana mereka untuk menghadiri persidangan ini" sambungnya.

"Saya tidak bisa mencegah apalagi melarang seseorang yang ingin menghadiri persidangan. Apalagi persidangan yang bersifat terbuka untuk umum" tambah Jalih Pitoeng menjelaskan.

"Namun karena ini masih musim pandemi Covid-19 maka upayakan untuk tidak melakukan kerumunan atau sesuatu yang melanggar protokol kesehatan" imbuhnya.

"Jadi tugas negara ini memberi pencerdasan kepada rakyat dan bangsa ini. Bukan penyesatan apalagi pembodohan. Yang dilarang itu pelanggaran Protokol Kesehatan. Bukan menghadiri persidangan atau berkumpul termasuk menyampaikan pendapat dimuka umum" tambah Jalih Pitoeng menegaskan.

Terkait kabar tentang perlakuan pihak kepolisian terhadap para pengunjung sidang Habib Rizieq Syihab di pengadilan negeri Jakarta Timur beberapa hari lalu, aktivis muslim yang dikenal kritis ini pun sangat menyesalinya.

"Sebenarnya bagi rakyat tidak terlalu sulit. Tegakan saja peraturan dengan tegas, benar dan adil. Jangan dibeda-bedakan" pinta Jalih Pitoeng tegas.

Jalih Pitoeng juga menuturkan jika aturan itu diperlakukan tidak sama, maka sangat manusiawi jika ada sebagian masyarakat yang melakukan pembangkangan atau disobidien.

"Karena rakyat butuh Tuntunan yang baik bukan Tontonan yang tidak mencerminkan kepatuhan hukum dan aturan. Terutama pada pejabat itu sendiri" pungkas Jalih Pitoeng menyesalkan. (SB)

Komentar Anda

Terkini: