Digugat Rakyat Untuk Mundur, Hadirkah Jokowi Dalam Sidang Ketiga Pada Senin 7 Juni di Pengadilan Jakarta Pusat?

/ June 6, 2021 / 10:31 AM
Bagikan:

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo

SUARABERaKARYA.COM, JAKARTA - Senin 7 Juni 2021 merupakan batas akhir atau sidang ketiga atas ketidak hadiran presiden Jokowi maupun kuasanya di pengadilan negeri Jakarta Pusat.

Sidang yang masih berkutat tentang pemeriksaan legal standing terhadap kuasa hukum Presiden Joko Widodo atas perkara gugata Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng yang hingga saat ini belum bisa dibuktikan secara legal formal. Baik dalam bentuk Surat Kuasa maupun Surat Tugas.

Adapun kehadiran beberapa orang yang pernah hadir dalam persidangan dan mengaku sebagai pihak yang mewakili pihak Pengacara Negara dari Kejaksaan Agung maupun dari Sekretaris Negara tidak bisa menunjukan Surat Resmi dihadapan majelis hakim.

Sebagaimana pada sidang kedua yang digelar pada hari Senin 24 Mei lalu ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis Prof. Dr. H. Eggi Sudjana juga sempat menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah melecehkan pengadilan atas ketidak hadirannya memenuhi panggilan sidang.

"Saya mohon majelis hakim mengambil keputusan yang tegas jika Jokowi tidak hadir lagi dalam persidangan ini" ungkap Eggi Sudjana saat memimpin tim advokat pada Senin (24/05/2021).

"Jokowi telah melecehkan pengadilan. Untuk itu kami minta agar majelis hakim memenangkan gugatan kami" pinta Eggi Sudjana.

Selain itu penggugat prinsipal dalam perkara bernomor 266/Pdt.G/2021/PN/Jak.Pst Jalih Pitoeng juga membenarkan bahwa pihak tergugat sudah dua kali tidak hadir dalam persidangan.

"Ya betul. Mereka sudah dua kali tidak hadir. Kalaupun hadir tapi tidak bisa menunjukan legal standing yang semestinya mereka sudah siapkan secara profesional" kata Jalih Pitoeng saat dikonfirmasi, Minggu (06/06/2021)

Selain itu Aktivis muslim yang dikenal kritis ini juga menduga bahwa presiden Joko Widodo tak akan hadir pada agenda persidangan ketiga esok.

"Saya menduga bahwa kecil sekali kemungkinannya Jokowi besok hadir. Dan ini menggambarkan tentang kapabilitas dan leadershifitas seorang presiden kita saat ini. Sehingga jadi sangat benar jika Bang Eggi Senin lalu bilang bahwa Jokowi tidak Kompeten menjadi seorang presiden" sambung Jalih Pitoeng seraya mengutip kalimat Eggi Sudjana.

"Mestinya sebagai seorang presiden memiliki tim yang profesional dan mumpuni dimasing-masing bidang. Apalagi ini terkait gugatan terhadap dirinya" imbuh Jalih Pitoeng.

"Bukankah Jokowi sering berkoar-koar bahwa hukum itu hsrus dipatuhi. Dan aparat penegak hukum itu dilindung oleh undang-undang" Jalih Pitoeng menegaskan.

Jalih Pitoeng juga berharap agar seluruh aparat penegak hukum harus memilik independensi dan bebas dari intervensi pihak manapun.

"Dalam penegakan hukum seharusnya seluruh aparat penegak hukum memiliki independensi serta terbebas dari intervensi dari pihak manapun. Terutama intervensi dari pihak berkuasa atau penguasa" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)

Komentar Anda

Terkini: