Kader Gerindra Mau Calonkan Kembali Prabowo, Mujahid 212 Damai Hari Lubis : Tetapkan Saja Langsung Sebagai Presiden Gerindra!

/ June 4, 2021 / 10:53 AM
Bagikan:
Mujahid 212 Damai Hari Lubis

"Desakan kader dari bawah, Sabang sampai Merauke memang kuat untuk meminta Pak Prabowo maju di pilpres 2024"

[Sumi Dasco DPP Partai Gerindra, 3/6/2021]

Oleh : Damai Hari Lubis

Mujahid 212

Dua Opsi antara Wangi kembang atau Bunga Bangkai ?

Kader Partai Gerindra dari Sabang hingga Merauke meminta Prabowo Subianto kembali maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024 ? Mereka menuntut, agar Prabowo kembali timbul setelah lama tenggelam dalam lezatnya kekuasaan bersama Jokowi ?

"Ah sudahlah suka - suka ajalah, anda nyata memang milik publik gerindra, ga usah ngarang. Walau jenis ngarang itu ada yang bebas.  Yang menggunakan survei saja tidak kami percaya, apalagi cuma omongan doang".

Mau yang ngomong Dasco, atau siapapun ga ngaruh. Mau nyapres silahkan saja, ga usah woro-woro mengotori ruang publik.

Khusus untuk Prabowo, mau jadi apapun, timbul di manapun, silahkan saja. yang jelas, dimata rakyat Prabowo sudah tenggelam.

Kalau di internal Gerindra ada yang mengajukan Prabowo menjadi Capres, wajar saja dan silahkan saja. Bahkan, untuk internal Gerinda tak usah ada Pilpres. Langsung saja, Prabowo ditetapkan sebagai Presiden bagi segenap rakyat Partai Gerindra. Kasihan, sudah berulangkali Prabowo gagal jadi Presiden, sesekali agar kesampaian cita-cita nya, jadikan saja Prabowo sebagai Presiden Gerindra.

Tak perlu kampanye, gebrak meja, berteriak anti asing, apalagi sampai bikin wasiat untuk mewakafkan dirinya. Tak perlu minta restu dari Ust Abdul Shomad atau Ust Adi Hidayat, datang saja ke Ngabalin pasti langsung direstui.

Namun kalau ingin menjadi pemimpin segenap rakyat, rasanya jangan terlalu berani untuk gagal lagi. Apalagi, glady menjadi pemimpin di Kemenhan saja belepotan. Tak ada prestasi, yang ada kontroversi akibat anggaran Rp 1,7 kuadriliun untuk alpalhankam.

Daripada nyalon malu, sebab tak akan ada lagi hiruk-pikuk masa seperti di gelora bung Karno tahun 2019. Tak akan ada sumbangan dan teriakan histeris dari emak-emak. Bahkan, mereka saat ini sudah banyak yang memaki.

Tak perlu datang lagi ke forum ulama, jangankan diberi dukungan, khawatir nanti didoakan buruk. Sebab, saat ini lagi musimnya menghidupkan Sunnah Nabi yakni dengan mendoakan keburukan bagi pemimpin zalim.

Ga akan ada yang mau berkorban, mendukung atau minimal like n share kampanye Prabowo. Bagi kami, Prabowo sudah lama tiada. Prabowo telah 'hilang' sejak pesta nasi goreng di Teuku Umar.

Biarlah, Prabowo bersama rakyat nya di Gerindra. Biarkan kami, segenap rakyat di negeri ini steril dari ujaran basi yang menjanjikan akan timbul dan tenggelam bersama rakyat.

Dimata masyarakat yang inginkan perubahan. daripada WNI orang dewasa dan logika sehat. apa bedanya Joko Widodo dan Prabowo. 

Untuk itu bila benar cinta bangsa dan negara ini, hedaknya PS. jika masih punya hati bersih seŕta tulus ikhlas dukunglah calon baru yang lumayan steril. Atau berlaku jujur cukup dukung partai lain yang Capresnya seide atau sekarakter ďirinya dengan makna yang sama sebagai penerus Jokowi. Agar masyarakat konstituwen dapat jelas membedakan antara dua aroma, sèmerbak harumnya kembang atau aroma bunga bangkai. (SB)

Komentar Anda

Terkini: