Kembalikan Citra Baik TNI POLRI, Sugengwaras : Jangan Lupakan Sejarah!

/ June 6, 2021 / 2:29 PM
Bagikan:
Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras

Apapun alasannya, penanganan kasus kerumunan HRS dan penembakan laskar FPI di km 50 jalan tol Jakarta Cikampek oleh Polisi dan pembredelan baliho di Jakarta oleh TNI, membuat Citra TNI POLRI nyungsep !

Kemenangan TNI POLRI terhadap RAKYAT hanya ditingkat operasional tapi kalah telak ditingkat srategis.

Artinya, TNI POLRI dalam penegakan hukum, keselamatan dan persatuan bangsa bisa berbuat semaunya, tapi TNI POLRI akan semakin ditakuti dan dijauhi rakyat !

Inilah kerugian besar bangsa Indonesia, karena telah kehilangan kemanunggalan TNI POLRI dengan Rakyat, sedangkan negara yang masih tergolong baru berkembang, kemanunggalan TNI POLRI (gabugan senjata tehnik dan senjata sosial) sangat diperlukan.

TNI POLRI, telah melukai dan menyakiti hati rakyat !

Tidak ada aura mengayomi, melindungi dan menyelamatkan rakyat !

Selayaknya rakyat menginginkan pimpinan TNI POLRI yang memahami, konsisten dan komitmen dengan peran dan fungsinya.

Seharusnya TNI POLRI, tetap mengenang, merenung dan menghayati makna pergerakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sebelum merdeka.

Sejarah perjuangan mengingatkan kita, TNI lahir dari rakyat yang berjuang dalam memperjuangkan kemerdekaan bersama sama para ulama dan semua elemen suku bangsa di Indonesia, kecuali PKI.

Sekali lagi, satu satunya kekuatan rakyat yang tidak pernah melakukan kegiatan memperjuangkan kemerdekaan adalah PKI.

Sejak kedatangan dan berdirinya di Indonesia, tidak ada lain kegiatan dan tujuanya selain ingin MENGKOMUNISKAN INDONESIA, dan tidak peduli atas kiprah pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bahkan PKI selalu bikin ulah jahat dan berkianat seperti peristiwa 1948 di Madiun dan  peristiwa kudeta terhadap negara tahun 1965 yang terkenal Gerakan September Tiga puluh (GETAPU  PKI) atau G 30 S PKI yang menewaskan beberapa  jenderal TNI.

Polisi yang sadar atas warisan penjajahan Belanda, terus berbenah diri dari tahun ketahun dalam upaya perbaikan dan penyesuian.

Sayangnya, akibat ketidak cermatan bangsa Indonesia selama reformasi, orang orang PKI telah terurai dan menyusup ke partai partai lain termasuk ke PDI yang saat itu May Jen TNI Theo Safei sebagai pentolan PDI mempersilahkan dan menampung orang orang ini untuk dibina menjadi layaknya WNI yang lain yang setia kepada Pancasila.

Namun faktanya, tokoh-tokoh mereka kini sudah tersebar dan berperan strategis, operasional, taktis dan teknis seiring jalanya roda pemerintahan.

Esensinya, kini seakan mereka melampiaskan 'BALAS DENDAM' melalui kewenangan dan jabatannya, mulai dari tingkat pusat/istana hingga tingkat daerah RT/RW.

Sebagai mantan prajurit yang kini sudah rapuh tak berdaya, saya SUGENGWARAS, bersama teman teman purnawirawan yang lain, tidak akan pernah selesai mengabdi untuk negara ini, sesuai kemampuan dan kondisi yang ada, saya masih dan tetap yakin, bahwa;

Hanya beberapa gelintir manusia, personil TNI POLRI, yang berpikir sesat karena pangkat dan jabatan/kedudukan yang melupakan dan meninggalkan sejarah kelahiran, keberadaan. peran, tugas dan fungsi dan tanggung jawab TNI POLRI.

Sedangkan sebagian besar personil TNI POLRI yang masih aktif, faham dan sadar atas kesesatan ini.

Oleh karenanya saya menghimbau, saudara saudaraku dari manapun asal suku, agama, ras dan golonganya, tetap tenang dan waspada, dalam menyikapi kekuasaan yang lagi euporia, percayalah TNI POLRI kita, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna, pasti akan bertindak bijak, sesuai sumpah pengabdiannya kepada bangsa dan negara ini.

 "Becik Ketitik, Olo Ketoro. Salah tetap Salah Benar tetap Benar"


Bandung, 6 Mei 2021


Sugengwaras

Komentar Anda

Terkini: