Kolenel TNI (Purn) Sugengwaras : Mulutmu Harimaumu!

/ June 20, 2021 / 8:35 AM
Bagikan:
Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras

"Lidahmu Nerakamu dan Mulutmu Harimau mu"

Konsistensi dan komitmen yang dilandasi hukum, moral, etika, kebenaran dan keikhlasan, bisa membuat semangat, niat dan tekad yang tinggi menggelora baik bagi individu, kelompok kecil maupun kelompok besar.

Merunut dinamika sejak sebelum, menjelang, saat dan paska kedatangan HRS kembali ketanah air, memang mengusik hati kita semua, karena tidak seperti layaknya figur tokoh tokoh lainya yang tidak memperoleh sambutan antusias, istimewa, hebat dan membludak hingga jutaan manusia dari para fans yang tulus ikhlas menjemput dengan beaya sendiri, apa lagi telah melibatkan seorang   Menkopolhukam Prof Mahfud. MD yang telah mengeluarkan himbauan pembolehan terhadap fans yang ingin menjemput, meskipun ada yang komentar nyinyir.

Ini adalah fakta hukum, bahwa dalam penangananya terdapat kejanggalan baik dari segi materi, waktu maupun transparansi, yang nyaris terindikasi adanya konpirasi antar badan hukum serta tebang pilih dalam penentuan target.

Penindakan terhadap peristiwa Petamburan, Mega Mendung dan RS  UMMI Bogor, mengindikasikan tebang pilih dan diskriminasi, karena hampir tidak ada satupun pihak yang pro pemerintah yang dimasalahkan.

Apalagi dengan telah diakuinya oleh Kapolri tentang pengakuan telah dihentikanya peristiwa tembak menembak antara laskar FPI pengawal HRS  dengan petugas Kepolisian di KM 50 jalan tol Japek, sedangkan saat Rapim Polri 2021 mengagendakan semua peristiwa yang menyita perhatian publik termasuk peristiwa KM 50 menjadi agenda prioritas yang harus segera dituntaskan.

Aneh bin ajaib, lucu binti badutan, bahwa dalam tempo kurang dari sebulan mendadak berubah 180°

Ini mengingatkan, saat Komnas Ham RI yang semula bersikukuh untuk sebaik baiknya melaksanakan fungsinya, dengan bukti bukti yang telah diperoleh, mendadak berbalik 180° menyatakan dan memperkuat pernyataan Polri tentang telah terjadinya tembak menembak di KM 50, yang kemudian bergeser terjadi baku tembak didalam mobil saat perjalanan, bergeser lagi telah meninggalnya tiga polisi yang terlibat dalam penembakan, dan kini  dihentikan proses hukumnya. Mengapa ? Ada apa ?

Aku SUGENGWARAS Kol purn TNI AD, tidak habis pikir kepada yang terhormat para pimpinan TNI POLRI dan Presiden,  yang nota bene aku angkat topi soal ilmu, pangkat, jabatan dan kedudukanya.

Namun, secara pribadi aku lebih menempatkan sebagai pendahulumu, seniormu, kakakmu bahkan mungkin orang tuamu, yang tetap cinta dan bangga terhadap TNI POLRIKU, meskipun kini seakan redup aura kewibawaanya.

Hendaklah kalian paham dan sadar, bahwa kalian telah dikuasai dan diperalat oleh penguasa negeri ini yang juga sangat mungkin oleh pihak asing, aseng, baik secara langsung atau tidak langsung, yang cepat atau lambat bisa menyengsarakan bangsa  dan membahayakan negara kita, yang melanggar sumpah pengabdian, telah menyimpang dari peransi TNI POLRI, yang telah diatur oleh undang undang.

Pada hal dalam UU TNI POLRI, UU POLRI No 02 tahun 2002 dan UU TNI No 34 tahun 2004  sudah jelas dan tegas, bahwa TNI POLRI berpolitik Negara, yang artinya dalam hal untuk kepentingan negara, TNI POLRI, dalam hal ini Panglima TNI dan KAPOLRI, berhak mengoreksi, mengingatkan atau meluruskan Presiden, jika dianggap kebijakannya tidak tepat.

Harus diakui, TNI POLRI adalah organisasi tersolid dan tervalid di negeri ini, yang telah diakui, dipercaya, diandalkan, disegani dan dicintai rakyatnya sebagai pengayom, pelindung, pelayan, pengaman dan penyelamat rakyatnya dalam situasi apapun.

Bertugas dan bekerja untuk kepentingan negara, sebagai garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga, membela dan  mempertahankan keutuhan kedaulatan negara beserta seluruh isinya.

Mengerucut, terkait ketidak adilan dalam penegakan hukum, hendaknya Kapolri konsisten dan komitmen terhadap hasil Rapim Polri 2021 tentang prioritas menuntaskan peristiwa peristiwa yang menyita publik dan mencabut pengakuan yang belum merupakan keputusan atau ketetapan itu dengan membuka proses persidangan kasus KM 50 secepatnya.

Hal ini, mencermati  kemungkinan terburuk terjadinya hal hal yang tidak diharapkan, terkhusus dalam menghadapi persidangan.lanjutan HRS tanggal 24 Juni mendatang.

Sekaligus, mengulangi komitmen dan konsistensi saya, yang tidak mempercayai penguatan dan pernyataan KomnasHam RI tentang telah terjadi tembak menembak dijalan tol Bekasi Jakarta Cikampek yang menewaskan 6 orang laskar FPI.

Sekali lagi, ini bukan demi kepentingan sempit membela pihak HRS, tapi lebih mengutamakan kepentingan yang lebih luas, terkait kejujuran, kebenaran dan keadilan, Citra TNI POLRI serta martabat NKRI yang sama sama kita cintai ini.

Semoga Allah SWT, TYMK, senantiasa memberkahi bimbingan dan perlindungan untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Aamiin...!!!

Bandung, 19 Juni 2021 

(Sugengwaras)

Komentar Anda

Terkini: