Ponpes Bahrul I'anah percontohan Pesantren Entrepreneur Modern Binaan Koperasi Multidaya Nusantara Tiga

/ June 11, 2021 / 10:42 AM
Bagikan:


Tapos Jawa Barat, Presiden Tani Indonesia Tatang Zaenudin, seorang Purnawirawan Mayor Jenderal TNI yang peduli kemajuan Bangsa Indonesia, hadiri acara do'a bersama dan pembangunan hotel domba untuk pemberdayaan pesantren. Acara ini digelar di Pesantren Bahrul I'anah yang beralamat di Jl. Rawa Kebo RT/RW. 004/004 No. 46 Desa Cimpaeun, Kecamatan Tapos Kota Depok, Jawa Barat.

Presiden Tani Indonesia Tatang Zaenudin atau yang lebih akrab disapa Kang Tatang, menyampaikan kebanggaan nya melalui selular ke redaktur media suaraberkarya "pesantren Bahrul I'anah adalah Pesantren Entrepreneur Modern, dimana Santriwan Santriwati dididik khusus untuk selain hanya menjadi bisa mengaji dan faham Ilmu Ilmu Ke Islaman, namun disini santriwan dan santriwati dididik menjadi untuk menjadi pengusaha muda yang sukses", pungkasnya. Kang Tatang menambahkan "Bahkan tadi saya wawancara dengan pemilik pesantren Bahlul I'anah, santriwan dan santriwati malah bisa mendapatkan pendapatan dari hak hasil pengelolaan hotel domba dan lele, dan lainnya , dan malah bisa mengirim uang kepada orang tuanya. Sebagai Presiden Tani Indonesia, saya mengapresiasi program koperasi Multidaya Nusantara Tiga yang dikolaborasikan dengan kegiatan belajar pondok pesantren Bahrul I'anah ini.. Saya Bangga...". Tegasnya.

Andi Sapran, ST. Menambahkan " Lulusan dari Pesantren ini adalah pengusaha, sebelum punya usaha belum lulus, pola nya seperti itu. Jadi Pesantren Entrepreneur Moderen ini bukan hanya belajar ngaji, leadership, tapi diberikan ilmu usaha yang sesuai dengan syariat Islam, agar ketika mereka kembali keorang tuanya sudah menjadi benar benar pengusaha", pungkasnya.

Gus Robi Irawan Wiratmoko Ketua Umum Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT), yang juga sekaligus Ketua Dewan Pembina Lembaga Investigasi Negara, menambahkan "Lembaga Investigasi Negara (LIN) bertugas mengawasi, mengayomi, memperhatikan lajunya perekonomian yang dijalankan Koperasi Multidaya Nusantara Tiga, juga didalam MNT ada LBH dan ada pola progra. yang tidak bisa disebutkan, namun itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan", pungkasnya. Gus Robi menambahkan "Koperasi Multidaya Nusantara Tiga tidak memiliki program, programnya adalah program binaan yang muncul dari bottom to top dalam artian program masyarakat sesuai lokasi dan kultur juga hukum kearifan lokal yang ada di daerah masing masing, itu yang MNT dan LIN perkuat", tegasnya.

Ustadz Fajar pemilik Ponpes Bahrul I'anah  menyambut kolaborasi Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT) dan Lembaga Investigasi Negara (LIN) , untuk memajukan ekonomi pesantren.  -red



Komentar Anda

Terkini: