Yuk Budidaya Benur, Lobster, Kepiting, Rajungan - PermenKP No.17 Tahun 2021 itu penyempurnaan dari PermenKP no 12 Tahun 2020

/ October 28, 2021 / 8:36 AM
Bagikan:

(Aldy Mutalik - AB. Julianto - Elhan Zakaria)

Jakarta 28 Oktober 2021 – Dalam rangka memperingati semangat sumpah pemuda 28 Oktober, AB. Julianto, Elhan Zakaria, dan Aldi Mutalik, gelar pertemuan darurat di Salemba Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut difokuskan terhadap pembedahan PermenKP No.17 Tahun 2021 untuk budidaya Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Semenjak Elhan Zakaria menjadi Sekretaris Jenderal perhimpunan Petani (Penyangga Tatanan Negara Indonesia) dibawah komando Mayjen TNI Purn. Tatang Zaenudin Presiden Tani Indonesia , dia bersikeras berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pihak pengusaha lokal, investor, dan para ahli untuk mewujudkan Ekonomi Rakyat yang Pro Rakyat. Maka dari itu tidak heran jika beberapa rekan lama yang sama sama bergerak di bidang pertanian, nelayan, dan peternakan kembali berkumpul dan membuat satu bahasan program yang bisa dijalankan oleh para kelompok tani, atau kelompok usaha bersama.

AB Julianto menjelaskan ke redaktur tentang persyaratan “kelompok usaha bersama  harus memiliki NIB yang terdaftar di OSS, setelah itu mereka ke notaris untuk di sah kan terlebih dahulu, lalu komunikasikan dengan DKP di daerah setempat untuk mendapatkan quota. Biasanya dari KKP akan didatangkan para ahli untuk sosialisasi program nya terlebihdahulu” tegasnya. AB Julianto menambahkan “perlu diketahui permenKP No.17 sendiri adalah revisi dari permenKP. No 12, bukan hanya pada ketentuan atau aturan panen benur. Namun juga dititikberatkan pada zonasi budidaya, dan  yang disebut Zona 1 adalah lingkar pesisir  pulau jawa yang cocok untuk benur muda 0 – 5 gram, Zona 2 benur seberat 5 gram – 50 gram di pesisir  Sumatra, dan diatas 100 gram benur lobster dikembangkan di Indonesia timur. Laut Indonesia timur sangat cocok untuk penggemukan mungkin karena ada sesuatu hal yang saya belum faham kenapa Indonesia Timur menjadi zona terbaik, namun yang bisa saya jelaskan kalau diatas 100 gram benur itu bisa tumbuh cepat dan bagus di zona 3 indonesia timur” pungkasnya.

Sementara Aldy mutalik sendiri membantu peternak daerah untuk menjual hasil ternaknya di ibu kota, berbagai daging seperti daging kambing, kerbau dan sapi dia jual di beberapa pasar Jabodetabek. Selebihnya Aldy Kerjasama dengan pemilik lahan di berbagai daerah seperti di Cilacap dan Brebes untuk budidaya pisang California dan palawija, semua hasil panen untuk pemenuhan Export dan kebutuhan Pasar Jabodetabek.

Elhan Zakaria, AB Julianto, dan Aldy Mutalik sepakat untuk kembangkan usaha pertanian, peternakan, dan perikanan ini dengan membangun koneksi bersama para putra daerah, agar ketiga zonasi tersebut yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesiabisa berjalan optimal. Elhan Zakaria mengajak para pengusaha lokal Indonesia untuk menjadi Bapak asuh atau pembimbing Budidaya Lobster “saya berharap ada putra putri Indonesia yang mau menjadi Bapak asuh atau Ibu Asuh untuk Penggerak Budidaya Lobster ini, toh kami hanya menjalankan usaha ini berdasarkan Permen KP, tapi ada pola untuk threed party bisa dilakukan gotong royong membangun ekosistem budidaya lobster ini  dengan munculnya Bapak/Ibu asuh yang banyak diberbagai derah”, pungkasnya.

Komentar Anda

Terkini: