A.B Julianto : Minyak Goreng Langka Ini Ulah Siapa??

/ February 25, 2022 / 10:49 PM
Bagikan:
A.B. Julianto Direktur PT TANI

Abdul Fattah Julianto Direktur PT TANI (Terasalemba Agro Niaga Integrasi), prihatin atas melambungnya harga bawang, minyak goreng, dan lain lain. Abdul Fattah Julianto mengatakan "Ada dua komunitas di Indonesia kalau itu sudah harga diatas Rp. 100.000 itu inflasi. Maksudnya kita saat ini hanya bicara minyak goreng termasuk negara produsen ternyata minyak goreng saja pemerintah tidak bisa mengatur, seharusnya kita bisa mengatur minyak goreng dengan memaksimalkan potensi lahan kita yang cukup besar. Ada  4,5juta hektare lebih lahan di Riau itu bisa dioptimalkan, namun saat ini kita tidak bisa lakukan apapun, ini artinya pemerintah sudah gagal. Bicara kegagalan pemerintah ini adalah tanggung jawab kita bersama", pungkasnya. Julinto menambahkan "jadi saat ini ketika masyarakat bawah bisa berbuat untuk kepentingan nya sendiri, disitulah kita punya hak yang sama untuk pemerintah", tegasnya.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Isy Karim pada Oktober 2021 menjelaskan satu faktor harga minyak goreng naik tahun ini adalah harga CPO sebagai bahan baku yang melambung di pasar global. Namun, harga minyak goreng itu diprediksi tidak lantas normal kendati harga CPO dunia berangsur turun. Selain kenaikan harga CPO global yang mencapai US$1,400 per MT, Isy Karim menambahkan, melonjaknya harga minyak goreng juga disebabkan karena dampak dari penerapan program B 30. Di sisi lain, terdapat penurunan panen sawit mencapai 10 persen pada target produksi semester dua tahun ini.

“Pasokan bahan baku menjadi terbatas dan terbagi antara industri minyak goreng dan biodiesel,” kata dia.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) memperlihatkan harga minyak goreng per 20 Januari 2022 naik 0,27 persen atau Rp50 dibandingkan dengan sehari sebelumnya menjadi Rp18.850 per kilogram (kg).

Minyak goreng kemasan bermerek 1 juga naik 1,18 persen atau setara Rp250 menjadi Rp21.350 per kg. Sementara itu, data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) menunjukkan harga per 19 Januari tidak berubah dibandingkan dengan sehari sebelumnya di angka Rp18.100 per liter untuk minyak goreng curah dan Rp19.100 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana. -red






Komentar Anda

Terkini: