Jalih Pitoeng Sambut Penuh Semangat KH. Abdul Kohar Sebagai Ketua Umum PA 212

/ March 30, 2022 / 10:09 AM
Bagikan:
KH. ABDUL KOHAR AL QODSY (Ketua Umum PA 212)

JAKARTA, Suaraberkarya - Pristiwa titik nol kilometer Jakarta diseputaran Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember 2016 merupakan sebuah fenomena dunia sepanjang sejarah manusia.

Dimana jutaan umat islam dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul dibawah pimpinan Habib Muhammad Rizieq Syihab dalam upaya menuntut saudara Basuki Tjahaya Purnama (AHOK) sebagai penista agama untuk segera ditangkap dan dipenjara.

Pristiwa yang menggemparkan jagad media diseluruh dunia inipun melahirkan sebuah organisasi umat yang diberi nama Persaudaraan Alumni 212. Dibawah pimpinan ketua umum nya KH. Slamet Ma'arif PA 212 telah banyak melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi rakyat dan ummat.

Perjalanan kepemimpinan KH. Slamet Ma'arif selama lima tahun lebih kiranya juga membutuhkan penyegaran dan restrukturisasi kepemimpinan.

29 Maret 2022 menjadi momentum bersejarah bagi PA 212 secara estafet diserahkannya tugas berat dan mulia dari KH. Slamet Ma'arif kepada KH. Abdul Kohar Al Qodsy.

Terkait dengan serah terima jabatan dan pergantian ketua umum PA 212 ini, aktivis muslim kelahiran tanah betawi Jalih Pitoeng menyambut hangat dan penuh semangat.

"Alhamdulillah, dan saya mengucapkan selamat memimpin perjuangan umat dan rakyat kepada ketua umum yang baru yaitu KH. Abdul Kohar Al Qodsy" ungkap Jalih Pitoeng, Rabu 30 Maret 2022.

Ketua Presidium ASELI (Aliansi Selamatkan Indonesia) yang sempat tersentak saat berlangsungnya Aksi Bela Islam di Patung Kuda 25 Maret lalu mengatakan bahwa dirinya bersama ASELI akan terus mengawal dan mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh PA 212 secara konsisten dan konsekwen yang tentu saja bertujuan demi kemaslahatan bangsa dan negara.

"Ya betul. Saya sempat kaget ketika ketua umum PA 212 KH. Slamet Ma'arif mengatakan diatas podium mobil komando bahwa 'Selanjutnya Perjuangan ini akan dilanjutkan oleh KH. Abdul Kohar Al Qudsy' saat menjelang massa aksi akan bergerak dari Patung Kuda menuju Istana" sambung Jalih Pitoeng.

Pencinta Habib Rizieq dan alim ulama ini juga berharap agar dibawah kepemimpinan ketua umum yang baru, PA 212 akan tetap Istiqomah dan lebih bergairah.

"Saya sangat mencintai ulama. Sehingga konsep perjuangan yang kita rancang dan kita kembangkan tetap selalu mengacu pada konsep Qur'ani. Namun karena Pancasila adalah konsensus kita dalam berbangsa dan bernegara, maka saya mengambil jalan tengah kekanan, merancang dan menjalankan peran serta kita sebagai warga negara demi membela Agama, Ulama sekaligus menyelamatkan Bangsa dan Negara" papa Jalih Pitoeng.

"Karena perjuangan tanpa didasari ketauhidan hanyalah akan melahirkan sebuah kekecewaan jika hanya berkutat pada kepentingan yang sempit yaitu perebutan kekuasaan dan keserakahan" imbuh Jalih Pitoeng.

"Semoga PA 212 akan tetap menjadi icon perjuangan umat demi kemaslahatan dalam berbangsa dan bernegara" harap Jalih Pitoeng.

Ditanya apa harapannya dengan pergantian ketua umum PA 212 yang baru, aktivis yang dikenal sangat kritis dan sempat masuk penjara karena aksi-aksi nya menolak dugaan pemilu curang 2019 ini menjawab dengan berbagai harapan.

"Kemudian kepada seluruh umat islam dan rakyat Indonesia sudah seharusnya mendukung upaya-upaya perjuangan ini. Terutama dalam melakukan koreksi terhadap berbagai kebijakan, keputusan dan perundang-undangan yang tidak berpihak kepada rakyat" jawab Jalih Pitoeng penuh harap.

Jalih Pitoeng juga mengutarakan tentang pribadi dan keberanian KH. Abdul Kohar selaku ketua umum PA 212 yang baru.

"Sekali lagi saya katakan bahwa saya sangat mencintai ulama. Saya kenal baik dengan KH. Slamet Ma'arif. Beliau sudah cukup gigih dalam memimpin PA 212 hingga saat ini. Demikian pula KH. Abdul Kohar" ungkap Jalih Pitoeng.

"Beliau sangat lantang dan berani dalam menyuarakan kebenaran. Baik dalam dakwah-dakwahnya dimajelis-majelis maupun diatas panggung orasi" papar Jalih Pitoeng.

"Sehingga kedepan kita akan terus membangun komunikasi dan sinergitas secara komunikatif, konsolidatif dan konstruktif demi melanjutkan Revolusi Akhlaq sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Habibana Habib Rizieq Syihab dalam membela Agama, Ulama, Bangsa dan Negara" pungkas Jalih Pitoeng.

Komentar Anda

Terkini: