Rakyat dan Umat Kecewa, Massa Akan Membeludak Tumpah Pada Aksi 2503 di Depan Istana!

/ March 23, 2022 / 1:21 PM
Bagikan:

JAKARTA, Suaraberkarya.com - Kekecewaan masyarakat, rakyat dan ummat semakin hari semakin meningkat di era kepemimpinan Jokowi.

Mulai dari persoalan politik, hukum, ekonomi, hingga sosial bahkan agama yang sangat sensitif. Terutama tentang penegakan hukum. Hukum dibumi yang katanya merdeka, namun dirasakan masih belum menyentuh pada tatanan grass root. Terlebih kepada kaum oposisi atau pengkritik kebijakan pemerintah. Bahkan kepada alim ulama dan para habaib.

Gerbong-gerbong besar ormas islam seperti Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) bersama dengan puluhan ormas, LSM dan komunitas pendujung berencana akan menggelar aksi besar-besaran didepan istana negara Jum'at 25 Maret 2022.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum PA 212 KH. Slamet Ma'arif membenarkan adanya rencana aksi tersebut.

"Ya betul. Kami akan gelar aksi besar-besaran besok di depan istana" ungkap Slamet Maarif, Rabu (23/03/2022).

Dirinya juga menyatakan bahwa tetap tidak merubah tuntutannya seperti aksi-aksi sebelumnya di kantor Kemenag dan Bareskrim Mabes Polri yaitu meminta agar menteri agama segera ditangkap dan diproses secara hukum.

"Kita minta menteri agama Yaqut Cholil Qoumas segera ditangkap dan diproses hukum" pinta Slamet Ma'arif tegas.

Selain ketua umum PA 212 Selamet Ma'arif, ketua Presidium Aliansi Selamatkan Indonesia (ASELI) Bang Jalih Pitoeng juga membenarkan dukungannya kepada Aksi Bela Islam 2503 didepan istana.

"Kita akan dukung dan selalu bahkan wajib mendukung aksi-aksi yang diselenggarakan oleh para alim ulama dan ormas-ormas islam" kata Jalih Pitoeng.

"Apalagi ini hajatnya para ulama dalam membela agama yang dinistakan ditengah penduduk yang mayoritas beragama islam" Jalih Pitoeng menambahkan.

Ditanya berapa banyak massa yang akan turun pada aksi nanti, Jalih Pitoeng hanya memberi sinyalemen saja.

"Secara detil saya tidak bisa menyebutkan angkanya. Tapi saya perkirakan puluhan ribu massa insya allah akan hadir sebagai bentuk protes atas berbagai kekecewaan rakyat terhadap kepemimpinan Jokowi" jawab Jalih Pitoeng.

"Ada beberapa ormas yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Indonesia (ASELI) dan sudah menghubungi kita yang akan bergabung dan mendukung penuh serta menurunkan ribuan massa nya pada aksi nanti. Baik dari Jabodetabek, maupun dari beberapa daerah lainnya termasuk emak-emak dan para mujahidah pencinta ulama dan habaib" Jalih Pitoeng menjelaskan.

"Karena ini merupakan akumulasi dari berbagai kekecewaan rakyat. Khususnya dalam agenda aksi kali ini adalah umat islam atas penistaan agama yang dilakukan oleh seorang menteri. Bahkan menteri agama" lanjut Jalih Pitoeng menyesalkan.

"Dimana kita ketahui kecaman-kecaman muncul serta aksi-aksi unjuk rasa diberbagai daerah terus begelora yang menuntut agar menteri agama segera ditangkap dan diadili" papar Jalih Pitoeng.

"Saat ini banyak sudah anggota masyarakat yang melaporkan tindakan tersebut. Baik ke Polda maupun ke Mabes Polri. Bahkan ada gugatan yang sudah masuk masa persidangan" sambung Jalih Pitoeng mengingatkan.

"Kemarin, Selasa 22 Maret saya hadir mengikuti jalannya Sidang Perdana pekara No. 128 atas nama penggugat Alamsyah Hanafiah dkk" kata Jalih Pitoeng

Terkait dengan pengamanan aksi unjuk rasa, Jalih Pitoeng meminta agar pihak kepolisian tidak terlalu berlebihan dalam menghadapi rakyatnya sendiri dalam hal ini adalah peserta aksi.

"Dan kita meminta agar pihak kepolisian bersikap dan bertindak kooperatif terhadap rakyat yang akan menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara" pinta Jalih Pitoeng.

"Tidak boleh ada upaya-upaya yang bernuansa melarang atau menghalang-halangi. Apalagi melakukan hal-hal yang bersifat intimidatif. Itu adalah sebuah pelanggaran terhadap undang-undang dan sumpah jabatan. Karena Polri, demikian juga TNI adalah abdi negara bukan pesuruh penguasa yang bersifat priodik. Sehingga TNI dan Polri harus kembali ke Tugas Pokok dan Fungsinya yaitu melayani, mengayomi dan melindungi" pungkas Jalih Pitoeng.

Komentar Anda

Terkini: