Jokowi Mundur Lebih Terhormat Daripada di Lengserkan

/ April 27, 2022 / 6:36 AM
Bagikan:

Mayjen TNI (Purn) Deddy S Budiman

Para Purnawirawan TNI, sangat mendukung Aliansi Selamatkan Indonesia (ASELI), Mahasiswa, Buruh dan ormas-ormas lain, yang berencana akan menggelar aksi unjuk rasa yang bertajuk "Aksi Akbar Nasional Rakyat Bangkit Bersatu Makzulkan Jokowi".

Dalam rangka untuk menyelamatkan kedaulatan dan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD45, dari ancaman Oligarki Neo Komunisme. 

Pak Jokowi sebagai Presiden. memang pantas  untuk dimakzulkan, baik sesuai prosedur hukum, atau diluar prosedur hukum.

Dengan alasan sebagai berikut;

Karena Pak Jokowi, duduga telah melanggar sumpah sebagai Presiden, dengan kewajiban melaksanakan UUD, undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa. 

Kenyataannya Pak Jokowi telah menerbitkan undang-undang yang tidak sesuai dengan UUD45, seperti undang-undang Omnibuslaw,  undang-undang minerba, dll, sangat menguntungkan oligarki Neo Komunisme, tetapi merugikan rakyat. 

Kenyataannya Pak Jokowi sebagai Presiden, telah berhubungan dan bekerja sama dengan RRC yang berideologi Komunisme, Marxisme,  Leninisme, melanggar ketetapan MPRS XXV tahun 1966 dan undang-undang no 27 tahu 1999.

Kenyataannya Pak Jokowi  diduga telah dan sedang melakukan penghianatan terhadap negara, sedang berupaya merubah Pancasila  menjadi Trisila dan Ekasila melalui RUU BPIP/HIP, diduga telah dan sedang melakukan genosida, terhadap rakyat,  dengan berbagai modus, dengan memanfaatkan Covid-19.

Pak Jokowi diduga telah melakukan perbuatan tercela, dengan melakukan kebohongan sebanyak kurang lebih 60 kali, ucapan-ucapannya tak dapat dipegang, hari ini bicara kedelai besok bisa berubah menjadi tempe atau tahu.

Pak Jokowi tak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,  terbukti perkembangan ekonomi meroket kebawah, pajak naik, bbm naik,  listrik naik, sembako naik,  asuransi kesehatan naik, hutang menggunung, dan pengangguran menjamur.

Pak Jokowi tak mampu menyatukan bangsa,  Kenyataannya melalui buzzer, rakyat diadu domba terutama internal umat Islam, kemanunggalan TNI dan rakyat dipecah belah, umat Islam dipitnah intoleran, radikal, extrim.

Melalui Oknum-oknum aparat hukum umat Islam oposisi dan kritis, dijadikan musuh negara, dikriminalisasi,  dipersekusi bahkan dibunuh dengan alasan terkait terorisme. 

Dari kondisi tersebut diatas; 

Pak Jokowi tak mampu mengelola NKRI.  Tak mampu meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan Rakyat. Tak mampu menyelamatkan kedaulatan dan keutuhan NKRI  yang berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan Pembukaan UUD 45 dari ancaman Oligarki Neo Komunisme. 

Dari kondisi diatas, patut diduga dapat menimbulkan ketidak percayaan rakyat, dapat menimbulkan kemarahan rakyat, berupa konflik Horizontal / Vertikal  dan bahkan revolusi rakyat untuk mengganti, memakzulkan Presiden Jokowi baik secara hukum atau diluar hukum.

Mengimbau Kepada Yang Terhormat  Pak Jokowi, apabila tak mampu MENGELOLA NKRI, kami yang peduli terhadap keutuhan dan keselamatan  NKRI, sebaiknya Pak Jokowi segera mengundurkan diri, mengundurkan diri adalah keputusan TERHORMAT.

RAKYAT INSYA ALLAH AKAN MIKUL DUWUR MENDEM JERO.

Semoga Allah SWT membuka pintu hati Pak Jokowi untuk segera mengundurkan diri, demi keutuhan dan kedaulatan NKRI. 

Aamiin Yaa Rabbal Aalaamiin. 

Lanjutkan perjuangan 

Bandung Selasa 26 April 2022.

Deddy S Budiman Mayjen TNI Purn Mantan Staf Ahli Panglima TNI dari tahun 2006 sd 2011, sekarang aktif di lembaga pemikir FKP2B sebagai Dewan pakar bidang Pertahanan.

Komentar Anda

Terkini: