ASELI Minta Polisi Amankan Jakarta Dan Layani Aksi di DPR MPR Dalam Menggunakan Hak Konstitusionalnya

/ May 19, 2022 / 11:47 PM
Bagikan:

 

Jakarta, Suaraberkarya - Konseptor Aksi Akbar Nasional yang bertajuk "Rakyat Bangkit Bersatu Selamatkan Indonesia" Jalih Pitoeng minta agar pihak kepolisian dapat melayani rakyat yang akan menggunakan hak konstitusionalnya melalui aksi unjuk rasa di DPR MPR.

Aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Aliansi Selamatkan Indonesia (ASELI) bersama beberapa ormas, LSM dan komunitas ini diperkirakan akan banyak dihadiri rakyat peserta aksi.

Jalih Pitoeng selaku penggagas, saat diminta keterangan mengatakan bahwa pihak kepolisian harus kooperatif melayani rakyat.

"Kami dari ASELI meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini aparat keamanan agar dapat melayani para peserta aksi dengan baik dan kooperatif" kata Jalih Pitoeng saat dihubungi, Kamis (19/05/2022).

"Karena apa yang dilakukan oleh rakyat besok di DPR MPR itu adalah mutlak hak konstitusional warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Bahkan UUD 1945" sambung Jalih Pitoeng menegaskan.

Ditanya apakah benar ASELI akan mengajukan tuntutan Pemakzulan, ketua presidium ASELI inipun membenarkannya.

"Betul. ASELI akan menyampaikan tuntutan tentang Pemakzulan terhadap presiden Jokowi" jawab Jalih Pitoeng

"Tentunya melalui mekanisme yang berlaku dan sesuai dengan perundang-undangan" imbuhnya.

Dalam pengamanan dan pengendalian massa aksi guna menjaga kondusifitas, Jalih Pitoeng juga telah menggandeng FPPI (Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia).

"Kami sudah bersepakat untuk menjaga kondusifitas agar aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan lancar dalam menyampaikan tuntutan kepada pihak MPR" papar Jalih Pitoeng.

Selain itu, Jalih Pitoeng juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap bisa menjaga dan memelihara situasi keaman di Jakarta.

"Kami minta kepada pihak kepolisian agar dapat menjaga dan memelihara keamanan di Jakarta" pinta Jalih Pitoeng

"Dan satu hal yang sangat penting adalah bahwa jangan ada oknum polisi yang menghalang-halangi warga negara dalam hal ini rakyat yang ingin mengikuti aksi unjuk rasa" pungkas Jalih Pitoeng.

Komentar Anda

Terkini: