Awut-Awutan Partai Berkarya Diprediksi Tidak Lolos Tahapan Verifikasi Pendaftaran Ke KPU RI

/ May 31, 2022 / 12:47 AM
Bagikan:
Presidium Penyelamat Partai Berkarya Jilid II

Jakarta, Opini Terbuka Senin 30 Mei 2022 - Kisruh Partai Berkarya semakin panas, kader didaerah was-was atas dinamika yang terjadi  di kepengurusan pusat. Beda dengan pengurus DPW yang hari ini jelas keberpihakan kepentingan menjadi pola dasar diskusi pada setiap kubu. Perlu diingat, pasca Munaslub yang digelar oleh sejumlah kader yang mengatasnamakan Presidium Penyelamat Partai Berkarya atau P3B, yang menggelar Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2020) siang, yang berhasil mengganti kepengurusan melalui putusan SK Kemenkumham Nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020. Namun gerakan P3B itu tidak menjadikan Partai Berkarya menjadi lebih baik, nyatanya sampai hari ini gejolak dinamika di internal Partai Berkarya masih belum berkesudahan. Salahsatunya dengan munculnya gugatan pdt.182/G/2020/PTUN.JKT sebagai bentuk protes dari Barisan H. Hutomo Mandala putra, SH.

H. Hutomo Mandala Putra saat Bubarkan Munaslub Jilid I

Dalam perjalanan kancah politik Berkarya yang seksi, diduga adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh sekjen Badaruddin Andi Picunang, maka Mahkamah Partai Berkarya (Beringin Karya), memberhentikan  DR. H. Badaruddin Andi Picunang, ST., MT., M.AP., ST., dari jabatannya sebagai sekjen melalui Keputusan Mahkamah  Partai Nomor 003., dan diganti dengan PLT Sekjen Mayjen TNI (Purn) Dr. Syamsu Djalal, S.H., M.H. Tidak hanya itu, Mahkamah Partai juga mengeluarkan Putusan Nomor 004, untuk memberhentikan Mayjen TNI (Purn). Muchdi Purwoprandjono dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Perlu diketahui pada SK.17,  Mahkamah Partai diketuai oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Syamsu Djalal, S.H., M.H. Terlepas dari bebasnya gugatan pdt.182/G/2020/PTUN.JKT, semua merujuk kepada kinerja pengurus Pusat yang gigih berjuang me-rekonstruksi kepengurusan pusat dengan berbagai inovasi dan kreasi politik, menimbulkan dialektika politik bagaikan ombak naik turun dan akhirnya pecah juga.

Mayjen TNI Purn Syamsu Djalal (SD) dalam Konsolidasi

Munaslub digelar kembali oleh Mayjen (Purn). Muchdi PR dan DR. Badaruddin Andi Picunang pada tanggal 25-27 Mei 2022 Di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta. Namun entah ada angin apa perpecahan terjadi lagi didalam munaslub tersebut, karena saudara Badaruddin Andi Picunang diberhentikan oleh Muchdi PR cs. Kekisruhan sempat terjadi terpantau dari beredarnya video melalui WA grup. Menyikapi  dinamika yang muncul Badaruddin Andi Picunang sukses mengambil suara kuorum DPW untuk menguatkannya kembali. Sehingga Badaruddin Andi Picunang, menggelar Munaslub lanjutan yang dilaksanakan di Hotel Crown pada tanggal 27 Mei 2022. Yang membuat para kader heran, karena kemunculan Neneng A Tutty didalam acara tersebut juga pendeklarasian melanjutkan Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) untuk fokuskan pemilu 2024. Badar Cs deklarasikan melanjutkan Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) sebagai bentuk perlawanan terhadap diduga adanya ke-otiriter-an dalam Munaslub yang digelar tanggal 25-26 Mei 2022 Di Hotel Sahid Jaya.


Sampai hari ini tanggal 30 Mei 2022 para Ketua DPW sudah berkumpul di Jakarta menunggu komando dari Badaruddin Andi Pucunang dan Sonny Pujisasono, SH., untuk langkah selanjutnya pasca Munaslub. Yang jelas menurut pandangan media para Ketua DPW berkumpul menunggu langkah selanjutnya atas rekonsiliasi yang gagal. Sementara Sonny Pudjisasono, SH., menghimbau untuk tetap satu barisan satu tujuan dalam tuntaskan beberapa permasalahan internal termasuk dengan Mahkamah Partai.  Rapat-rapat  terus digelar untuk persiapan menggelar  munaslub lanjutan yang diprakarsai Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B), untuk menuju pemilu 2024. Begitupun Badaruddin Andi Picunang yang terus lakukan konsolidasi dan komunikasi dengan para ketua DPW untuk tetap solid dalam menghadapi Verifikasi yang akan segera dilaksanakan oleh  KPU RI. Satu sisi publik, ataupun kader bingung melihat Munaslub yang digelar Mayjen TNI (Purn). Muchdi Purwoprandjono dan DR. H. Badaruddin Andi Picunang yang sudah diberhentikan melalui Putusan Mahkamah Partai Nomor 003 dan 004 dan dilihat sudah tidak memiliki legal standing.

Dari Kubu Mayjen TNI (Purn). Dr. Samsu Djalal dan Ir. Andi Patonangi terlihat lebih diam dalam menyikapi dinamika. Sepertinya mereka melihat dan mengatur ancang ancang yang panjang untuk menghadapi pendaftaran Verifikasi yang akan segera dilaksanakan oleh KPU RI. Pare Ketua PLT DPW lakukan konsolidasi sampai tingkat DPAC (Kepengurusan Tingkat Kecamatan).

Menurut pengamatan media dan sempat lakukan wawancara tertutup dengan beberapa kader yang ditemui dan lahir dari Partai Berkarya, mayoritas menyesalkan atas terjadinya dinamika yang terjadi di kepengurusan pusat. Mereka tetap berharap agar partai Berkarya bisa menjadi peserta pemilu pada 2024 nanti. 

Neneng A Tutty (NAT) ditengah Badaruddin Andi Picunang (BAP) cs

Kemunculan Neneng A Tutty pada Munaslub Badar cs sempat menggegerkan dan membuat para kader dan simpatisan Partai Berkarya bertanya tanya, "ada yang special hari ini sepertinya" . Hal ini dianggap fenomenal dikarenakan Neneng A Tutty jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah muncul dipublik pasca Munaslub pertama. Neneng bukan hanya salahsatu pendiri, namun Ketua Umum Pertama Partai Berkarya yang dilanjutkan sebagai Bendahara Umum. Hal ini sontak membuat kemunculannya bak harapan baru dalam segala dinamika yang terjadi di batang tubuh Partai Berkarya. Tidak sedikit yang menuntut Neneng A Tutty sebagai Ketua Umum Pertama atau yang Melahirkan Partai Berkarya untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menyelesaikan dinamika yang terjadi.

Politisi Partai Berkarya Bergabung ke Partai lain (Parsindo)

Tidak sedikit dari kader dan pengurus Partai Berkarya juga menyikapi dinamika dengan memilih bergabung dengan Partai Lain. Salahsatunya dengan bergabung dengan Partai Parsindo. Namun kembali lagi bahwa itu merupakan hak untuk memilih. Saat ini banyak rekan dari daerah bertanya, apakah mampu dengan waktu sekitar dua bulan ini membenahi banyak hal dalam menyatukan tujuan Lolos Verifikasi KPU RI yang waktunya akan segera tiba.

Darwis Bond 007 Masih Semangat Agar Partai Berkarya Bisa Menjadi Peserta Pemilu 2024

Mungkin dengan menggelar Munas Luar Biasa Bersama bisa menyelesaikan segala dinamika yang terjadi. Mungkin Mahkamah Partai Beringin Karya (Berkarya) yang dikomandoi Mayjen TNI Purn DR. Samsu Djalal lakukan inovasi dengan membuat Munas Lub juga, atau dengan cara  "Super Silent Operation"

entahlah....


Opini diatas tidak bermaksud menggurui, namun pandangan politisi muda yang lahir dari Partai Berkarya, silahkan disanggah melalui Opini, dan kirimkan ke Redaksi Suaraberkarya.com

Ehan Zakaria (Pendiri BerkaryaTV - Pimred Suaraberkarya.com)









Komentar Anda

Terkini: